RADARMAGELANG.ID - Cacar air adalah salah satu penyakit yang paling umum dan dikenal luas, terutama di kalangan anak-anak.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus bernama varicella zoster virus (VZV), yang mudah menular.
Jika membicarakan mengenai cacar air, seringkali muncul pertanyaan besar: benarkah setiap orang akan terkena cacar air di suatu waktu dalam hidupnya?
Yuk, kita simak penjelasan di bawah ini!
Apa Itu Cacar Air?
Cacar air, atau yang secara medis dikenal sebagai varicella, merupakan infeksi yang ditandai dengan ruam kulit berupa bintik-bintik kecil kemerahan yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan dan terasa sangat gatal.
Virus varicella zoster ini mudah menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau melalui kontak langsung dengan kulit yang terkena lepuhan.
Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terinfeksi, bahkan cenderung mengalami gejala yang lebih berat.
Gejala dan Masa Inkubasi
Setelah tubuh terpapar virus, biasanya membutuhkan waktu antara 10 sampai 21 hari (masa inkubasi) sebelum gejala muncul.
Gejala awal yang umum terjadi adalah demam, sakit kepala, rasa lelah, serta hilangnya nafsu makan.
Kemudian, muncul ruam merah di wajah, dada, dan punggung yang perlahan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini berubah menjadi lepuhan berisi cairan yang sangat gatal dan bisa pecah, lalu mengering menjadi kerak.
Cara Penularan
Virus varicella zoster dapat menyebar dengan sangat cepat, terutama di lingkungan dengan kontak dekat, seperti sekolah atau rumah. Penularan bisa terjadi melalui:
- Menghirup udara yang terkontaminasi droplet dari batuk atau bersin penderita
- Kontak langsung dengan cairan dari lepuhan cacar air
- Kontak dengan permukaan atau barang yang terkontaminasi
Lalu, Apakah Setiap Orang Akan Terkena Cacar Air Sekali Seumur Hidup?
Jawabannya adalah, tidak semua orang pasti akan terkena cacar air. Orang yang pernah terinfeksi atau sudah mendapatkan vaksinasi memiliki kekebalan yang biasanya bertahan seumur hidup. Vaksinasi Varicella mampu mencegah seseorang terpapar cacar air hingga 85%.
Namun, mereka yang belum pernah terkena atau divaksinasi sangat berisiko tertular saat terpapar.
Seiring dengan perkembangan vaksinasi, insiden cacar air secara umum menurun dan gejala yang muncul pun lebih ringan pada individu yang sudah divaksin.
Apa yang Terjadi Pada Mereka yang Sudah Pernah Terpapar? Apakah Bisa Terpapar Untuk Kedua Kalinya?
Faktanya, cacar air bukan hanya penyakit sekali saja, karena virus penyebabnya, yaitu varicella zoster virus (VZV), bisa tetap berada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif setelah seseorang sembuh dari infeksi pertama.
Virus ini memiliki kemampuan untuk aktif kembali suatu saat nanti, terutama ketika daya tahan tubuh menurun, dan pada kondisi ini penyakit yang muncul disebut herpes zoster, atau yang dikenal juga sebagai shingles.
Penyakit ini umumnya menimbulkan gejala yang lebih parah dan menyakitkan dibandingkan dengan infeksi cacar air pertama kali.
Biasanya ditandai dengan ruam kulit berupa lepuhan berkelompok yang biasanya hanya muncul di satu sisi tubuh, disertai dengan rasa nyeri yang cukup intens karena melibatkan saraf.
Siapa yang Paling Rentan?
Selain anak-anak yang paling sering terkena, bayi, ibu hamil, orang lansia, dan penderita dengan daya tahan tubuh rendah berisiko mengalami komplikasi serius seperti infeksi bakteri kulit, pneumonia, hingga radang otak.
Pencegahan dan Pengobatan
Cacar air sebenarnya akan hilang sendiri dalam kurun waktu 7-14 hari, namun vaksinasi dapat dilakukan sebagai cara paling efektif mencegah cacar air dan komplikasinya.
Pengobatan umumnya fokus pada meredakan gejala, seperti menggunakan obat antipiretik untuk demam dan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Pada kasus berat, antivirus seperti asiklovir bisa diresepkan oleh dokter. (mg7/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo