Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ini Dia Fakta Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang yang Sarat akan Misteri

Magang Radar Magelang • Rabu, 10 September 2025 | 05:38 WIB
Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang
Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang

RADARMAGELANG.ID - Di Jepang, tepatnya di kaki Gunung Fuji, Prefektur Yamanashi, terdapat sebuah hutan lebat yang begitu tenang namun menyimpan banyak kisah kelam.

Orang-orang menyebutnya Aokigahara, atau kerap dijuluki sebagai Jukai yang berarti Lautan Pohon.  

Hutan ini membentang dengan luas sekitar 30 kilometer persegi di atas lahar hasil letusan besar Gunung Fuji yang terjadi pada tahun 864.

Di balik suasananya yang alami, Aokigahara menyimpan kisah kelam sebagai salah satu lokasi bunuh diri yang terkenal di Jepang. Oleh karenanya, Aokigahara dijuluki sebagai “Hutan Bunuh Diri”

Aokigahara terletak di atas batuan vulkanik yang keras dan berpori. Lumut yang hampir menutupi seluruh tanah, pepohonan rapat menjulang tinggi, dan udara lembap menciptakan suasanya hening luar biasa.

Karena pori-pori batuan lahar menyerap suara, suasana di hutan ini terasa sangat sepi.

Kondisi ini membuat Aokigahara tidak hanya terlihat indah, namun juga menciptakan suasana menyeramkan.

Akar pepohonan di hutan ini menjalar di permukaan karena tidak mampu menembus tanah yang keras.

Hewan seperti babi hutan, rusa, musang, hingga burung-burung liar masih hidup disini, sehingga menjadikan Aokigahara sebagai salah satu kawasan alam liar yang masih lestari di Jepang.

Meskipun Aokigahara terkenal dengan cerita yang menyeramkan, masih banyak wisatawan yang berkunjung ke hutan ini.

Mereka datang untuk merasakan langsung kesunyiannya dan menjelajahi gua lava yang terletak tak jauh dari dari hutan, seperti Narusawa Ice Cave dan Fukagu Wind Cave yang memiliki daya tarik tersendiri.

Aokigahara juga dikenal sebagai tempat yang sulit dijelajahi. Tanah vulkanik di kawasan ini mengandung banyak besi magnet sehingga membuat GPS, sinyal ponsel, bahkan Kompas sekalipun tidak berfungsi.

Akibatnya, orang yang masuk terlalu jauh ke hutan akan dengan mudah tersesat.

Pengunjung biasanya akan menggunakan pita atau tali dengan warna yang mencolok yang digunakan sebagai penanda jalan.

Meski sudah ada penjelasan ilmiah terkait hal tersebut, sebagian masyarakat percaya bahwa fenomena ini merupakan bukti adanya kekuatan gaib atau roh yang gentayangan di dalam hutan.

Aokigahara juga terkenal dengan legenda ubasute, yakni praktik kuno di Jepang saat masa kelaparan terjadi.

Ubasute seacara harfiah berarti “meninggalkan wanita tua,” yaitu saat dimana sebuah keluarga putus asa dan kekurangan makanan harus mengurangi jumlah mulut yang diberi makan.

Mereka biasanya akan meninggalkan orang tua di pegunungan atau hutan terpencil hingga meninggal perlahan. Meski kebenarannya masih diperdebatkan, cerita ini sudah lama menjadi bagian dari cerita kelam di Aokigahara.

Puluhan tahun lamanya Aokigahara dikenal sebagai lokasi untuk orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya.

Tingginya angka bunuh diri membuat kawasan ini mendapat banyak perhatian besar dari media internasional.

Setiap tahun, pihak berwenang di Jepang menemukan banyak mayat dan barang-barang peninggalan di dalam hutan.

Pemerintah Jepang juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti melakukan patroli, memasang CCTV di pintu masuk, dan menaruh papan peringatan dengan tulisan yang menyentuh, seperti “Pikirkan baik-baik tentang anak dan keluargamu,” dan “Hidupmu adalah hadiah berharga pemberian orang tuamu.”

Upaya tersebut dilakukan oleh pemerintah Jepang guna menurunkan angka bunuh diri dalam beberapa tahun ke depan.

Hingga kini, Aokigahara menjadi tempat yang penuh kontradiksi. Di satu sisi, hutan ini adalah cagar alam yang menakjubkan dengan gua lava yang indah, dan flora yang unik.

Namun, di sisi lain, hutan ini menyimpan kisah kelam tentang kesunyian dan legenda mistis.

Meskipun demikian, Aokigahara tidak hanya menyisakan kisah kelam, tetapi juga tentang bagaimana manusia berjuang dengan batinnya.

Hutan yang tenang dan indah ini membuat kita sadar bahwa keheningan kadang menyimpan banyak luka dan cerita yang tidak pernah terucap. (mg10/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#hutan #fakta #hutan bunuh diri #jepang #gunung fuji #misteri #Aokigahara #Ubasute