RADARMAGELANG.ID--Mengungkep adalah teknik memasak dengan merebus bahan makanan dalam bumbu hingga meresap dan matang sempurna dalam waktu yang biasanya lama.
Metode ini sering digunakan untuk memasak ayam, daging sapi, bebek, atau ikan agar lebih empuk dan bumbu meresap sebelum selanjutnya digoreng atau dipanggang.
Di Indonesia, ada banyak masakan yang menggunakan teknik ungkep, seperti ayam ungkep bumbu kuning, bebek bakar ungkep, tahu tempe bacem, bahkan proses memasak rendang pun diawali dengan proses ungkep sebelum dimasak hingga cairan menyusut.
Memasak bahan makanan dengan teknik ungkep memiliki beberapa keunggulan dibanding metode memasak lain yaitu:
1. Bumbu meresap sempurna karena bahan makanan direbus dan dipanaskan di dalam campuran bumbu dengan waktu yang lama.
2. Mengungkep dengan api kecil membuat serat daging lebih lunak. Bagi orang-orang penyuka daging yang sangat empuk, yang biasanya dikatakan “meleleh di mulut”, teknik masak ungkep inilah yang digunakan untuk mendapatkan tekstur yang seperti itu.
3. Lebih sehat sekaligus mengurangi konsumsi minyak karena jika dibandingkan dengan cara menggoreng, mengungkep lebih mengutamakan penggunaan cairan seperti air atau santan yang dicampur bumbu daripada mengutamakan minyak.
Meski begitu, bagi sebagian orang, mengungkep makanan dikhawatirkan akan membuat gas elpiji cepat habis karena proses merebusnya yang lama.
Hal ini tidak sepenuhnya keliru, namun konsumsi elpiji dalam proses mengungkep sebenarnya bisa diminimalkan.
Berikut ini beberapa cara agar proses ungkep tidak menghabiskan banyak elpiji.
1. Gunakan Teknik 5-30-70
Teknik 5-30-7 bisa dilakukan dengan merebus bahan makanan dengan api besar selama 5 menit.
Setelah itu, matikan api lalu tutup panci dengan rapat dan diamkan selama 30 menit.
Hal ini bertujuan supaya panas yang ada di dalam panci tidak hilang dan tetap memasak bahan makananya.
Setelah didiamkan, nyalakan api lagi selama 7 menit untuk menambahkan panas yang mulai hilang.
Cara ini dapat diulang berkali-kali untuk hasil yang diinginkan.
Trik tersebut dapat menghemat gas karena alih-alih memasaknya dengan terus menerus, kita memanfaatkan panas dan uap sisa dari perebusan untuk terus memasak makanan di dalam panci ketika api mati.
2. Gunakan Panci Presto
Panci presto atau pressure cooker adalah panci yang dapat ditutup dengan sangat rapat sehingga mencegah uap dan panas dari dalam panci keluar.
Panci presto dapat mempercepat waktu mengungkep lebih cepat, cukup 10-15 menit untuk mendapatkan daging yang empuk atau juicy dibanding panci biasa yang bisa lebih dari 30 menit. Proses yang cepat ini dapat menghemat penggunaan gas.
3. Pakai Panci Tebal
Jika cara nomor dua di atas tidak memungkinkan karena tidak tersedianya panci presto, bisa gunakan panci yang tebal serta tutup yang rapat.
Panci tebal menahan panas lebih lama, sedangkan tutup yang rapat mengurangi uap keluar sehingga makanan matang lebih cepat.
4. Marinasi atau Brine Terlebih Dahulu
Rendam atau lumuri bahan makanan yang akan dimasak dengan bumbu selama beberapa jam atau semalaman di kulkas terlebih dahulu.
Cara ini dapat membantu bumbu meresap lebih cepat dan memperpendek waktu untuk rasa meresap ke dalam bahan makanan yang akan berpengaruh ke jumlah konsumsi gas saat menggunakan api.
5. Pakai Api Kecil
Bisa dilakukan setelah air mendidih, yaitu kecilkan api agar panas tetap merata tanpa membutuhkan api yang besar karena setelah mendidih, panci dan airnya sudah panas.
Dengan ini, api yang kecil akan menjaga panas interior panci dengan stabil dalam waktu yang lama.
Hal ini dapat menghemat konsumsi elpiji selama pengungkepan. (mg4/aro)
Editor : H. Arif Riyanto