Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Kapan Nisfu Sya'ban Tahun 2025? Amalan Apa yang Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya

Magang Radar Magelang • Kamis, 6 Februari 2025 | 05:41 WIB
Nisfu Sya
Nisfu Sya

RADARMAGELANG.ID--Nisfu Sya'ban, malam yang dinanti- nanti oleh banyak umat.

Nisfu Sya'ban adalah pertengahan (malam ke 15) dari bulan Sya'ban. 

Dalam Islam, nisfu sya'ban dianggap sangat istimewa dan mempunyai banyak keutamaan. 

Malam nisfu Sya'ban disebut juga lailatul maghfirah atau malam pengampunan.

Dalam malam ini, Allah SWT mrmbuka pintu rahmat dan ampunan.

Oleh karena itu, pada malam ini, umat Islam diajak memanfaatkan untuk memohon ampunan, memperbanyak istighfar, dan berdoa. 

Kapan Nisfu Sya'ban 2025?

Penanggalan Hijriah telah ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Penanggalan tersebut menunjukkan bahwa 1 Sya'ban 1446H jatuh pada hari Jumat, 31 Januari 2025, dan Nisfu Sya'ban akan jatuh pada hari Jumat, 14 Februari 2025. 

Namun, karena pergantian hari terjadi pada waktu Magrib dalam sistem penanggalan hijriah, malam Nisfu Sya'ban akan jatuh pada Kamis petang, 13 Februari 2025, atau setelah Magrib.

Amalan Nisfu Sya'ban

1. Membaca Surat Yasin 3 kali

Menurut NU Online Jateng, salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya'ban adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan berbagai niat: 

2. Sholat Sunnah

Amalan lainnya yaitu sholat sunnah seperti, sholat hajat, sholat tahajut, sholat mutlak, sholat tasbih, sholat taubat dan lain lain

3. Membaca Doa Nisfu Sya'ban 

Ketika memasuki malam Nisfu Syaban, umat muslim bisa melafalkan doa Nisfu Syaban seperti dibawah ini: 

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

 

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilaha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn

Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqattaran 'alayya fir rizqi, fambullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka saîdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. 

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallahu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn

Artinya: 

Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan.

Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat.

Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, perlindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Engkau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu: 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang la kehendaki.

Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.'

Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

4. Dzikir

Pada malam Nisfu Sya'ban, zikir adalah amalan yang sangat dianjurkan.

Dengan berzikir dan berdoa, seseorang dapat memperoleh keberkahan, ampunan, dan berbagai kebaikan dari Allah SWT. 

Selain itu, zikir dan doa adalah cara lain untuk mengingat Allah, meminta perlindungan-Nya, dan meminta petunjuk-Nya untuk menjalani hidup. 

Berikut adalah bacaan zikirnya: 

Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan, agar kita semakin siap menyambut bulan suci Ramadan. (mg1/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#14 februari 2005 #amalan #Malam ampunan #lailatul maghfirah #Nisfu Sya'ban #Nisfu Syaban 2025 #Amalan Nisfu Sya'ban