Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Sering Dibuang setelah Digunakan, Inilah 5 Manfaat dan Efek Samping Daun Salam untuk Kesehatan

Magang Radar Magelang • Selasa, 5 November 2024 | 19:41 WIB
Manfaat dan efek samping daun salam untuk kesehatan dalam pandangan ilmiah
Manfaat dan efek samping daun salam untuk kesehatan dalam pandangan ilmiah

RADARMAGELANG.ID - Daun salam adalah bahan umum dalam berbagai hidangan gurih. Meskipun tersedia dalam bentuk segar, daun salam kering biasanya lebih mudah ditemukan dan digunakan.

Daun ini menambah aroma pada sup, rebusan, dan saus.

Biasanya daun salam dikeluarkan sebelum hidangan disajikan karena rasanya yang agak pahit jika dimakan langsung.

Daun salam berasal dari spesies Laurus nobilis, yang tumbuh di wilayah Mediterania.

Terdapat dua jenis yang paling umum, yaitu daun salam Turki yang bentuknya lonjong dan lebar, serta daun salam California yang bentuknya lebih panjang dan ramping.

Sepanjang sejarah, daun salam dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Baca Juga: Konsumsi 7 Teh Herbal yang Dapat Menurunkan Kadar Asam Urat dalam Darah, Nomor 1 Teh Daun Salam

Dilansir dari Healthline, berikut 5 manfaat dan efek samping daun salam untuk kesehatan dalam pandangan ilmiah: 

1. Membantu Melawan Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun salam mungkin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada sebuah studi yang dilakukan pada tikus di laboratorium tahun 2023 menemukan bahwa minyak dari Laurus nobilis mampu mengurangi pembentukan kanker hati dalam model 3D yang menyerupai tumor asli.

Studi lain pada 2022 menguji nanopartikel yang mengandung minyak daun salam, dan dari uji laboratorium, ditemukan bahwa nanopartikel ini berpotensi menghambat jalur pertumbuhan sel kanker.

Namun, penelitian ini belum menguji langsung efek daun salam pada sel kanker manusia.

Selain itu, penelitian lain pada tikus tentang kanker yang disebabkan oleh HPV menunjukkan bahwa ekstrak daun salam tidak mencegah penyebaran kanker.

Dengan demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memastikan apakah daun salam memiliki efek pada kanker.

2. Membantu Mengatasi Diabetes

Dalam studi laboratorium tahun 2021, para peneliti menguji potensi ekstrak daun salam untuk mengatasi resistensi insulin dan stres oksidatif pada sel hati, dan hasilnya menunjukkan perlindungan terhadap efek gula darah tinggi.

Studi lain di tahun yang sama pada tikus juga menemukan bahwa ekstrak daun salam berpotensi menurunkan gula darah.

Meski begitu, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti efek ini pada manusia yang menderita diabetes, sehingga belum bisa disimpulkan apakah daun salam bermanfaat bagi kondisi ini.

Baca Juga: 6 Tips Aman Menyantap Daging Sapi bagi Penderita Kolesterol Tinggi, Pilih Tanpa Lemak dan Siapkan Daun Salam

3. Membantu Penyembuhan Luka

Penelitian terdahulu pada tikus menunjukkan bahwa daun salam bisa mempercepat penyembuhan luka.

Dalam penelitian laboratorium pada 2022, para peneliti mencampur ekstrak daun salam dengan kitosan dan menemukan bahwa campuran ini dapat membantu melawan bakteri pada jahitan luka yang bisa mencegah infeksi.

Namun, setiap komponen ini belum diuji terpisah, sehingga penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memastikan efek daun salam langsung pada penyembuhan luka.

4. Membantu Mengatasi Batu Ginjal

Enzim urease, jika tidak seimbang, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti batu ginjal.

Sebuah studi pada tahun 2021 yang meneliti 40 ekstrak herbal menemukan bahwa daun salam memiliki kemampuan terkuat dalam menghambat enzim ini, berkat kandungan quercetinnya.

Namun, itu penelitian pada hewan, masih dibutuhkan lebih banyak bukti pada manusia untuk memastikan manfaat ini.

5. Meningkatkan Daya Ingat

Dalam studi tahun 2021, para peneliti memberikan paparan asap daun salam pada tikus selama 5 menit per hari selama 22 hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang terpapar asap daun salam mengalami penurunan gangguan kognitif.

Penelitian lain di tahun 2024 juga menemukan bahwa minyak Laurus nobilis pada tikus menurunkan kerusakan oksidatif di otak.

Namun, belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa daun salam dalam bentuk apapun dapat meningkatkan daya ingat manusia.

Diperlukan lebih banyak penelitian klinis pada manusia untuk memastikan efek ini.

Baca Juga: Mengatasi Uban dengan Daun Salam, Rambut Tumbuh Sehat, Bebas Ketombe dan Bebas Kutu

Risiko dan Efek Samping

Daun salam umumnya aman digunakan dalam masakan, tetapi minyak esensialnya sebaiknya tidak dikonsumsi karena hanya aman untuk penggunaan luar atau dihirup.

Selain itu, daun salam utuh sulit dicerna dan dapat melewati sistem pencernaan tanpa terurai, sehingga biasanya disarankan untuk mengeluarkannya saat memasak.

Karena kurangnya bukti, lebih baik hindari penggunaan daun salam saat hamil atau menyusui.

Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa daun salam bisa memperlambat sistem saraf, yang dapat menimbulkan risiko saat operasi.

Sebaiknya hentikan penggunaan daun salam setidaknya dua minggu sebelum operasi yang direncanakan. 

Nah, itulah 5 manfaat dan efek samping daun salam untuk kesehatan dalam pandangan ilmiah. (mg21/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#kesehatan #Penyembuhan Luka #diabetes #batu ginjal #efek samping #manfaat #daya ingat #daun salam #kanker