RADARMAGELANG.ID, Magelang - Dalam tradisi Jawa, tanggal lahir atau weton memiliki makna tersendiri, bahkan dianggap mempengaruhi karakter seseorang.
Salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah weton Kamis Pahing. Weton ini memiliki neptu sebanyak 17 yang diambil dari nilai hari yaitu 8 dan nilai pasaran yaitu 9.
Dengan neptu 17 tersebut weton Kamis Pahing disebut lakuning bumi gedhe.
Lakuning bumi gedhe ini memiliki watak yang kerap kali merasa sudah paham akan sesuatu. Artinya sok tahu dan sok paham padahal belum 100% mengerti dan paham.
Orang yang lahir di Kamis Pahing rendah saat berbicara dan perasa.
Apapun yang dilakukan oleh orang kelahiran Kamis Pahing harus menggunakan rasa terlebih dahulu, serta tidak suka jika ada orang yang suka sombong dan merendahkan diri.
Dengan perasa yang melakukan hal apapun dengan perasaan, maka weton Kamis Pahing sangat cocok menanam tanaman yang berbuah karena akan tumbuh dengan subur.
Namun, salah satu watak pasaran pahing ini selalu ingin memiliki. Sehingga tak jarang bersikap keras kepala dan mengusahakan apa yang ingin dimilikinya.
Untuk nasib, pasaran Kamis Pahing dalam kehidupannya mudah untuk mendapatkan status sosial seperti pangkat dan jabatan, namun hal tersebut harus diimbangi dengan iringan doa dan usaha.
Seperti manusia pada umumnya yang memiliki sifat negatif.
Sifat yang selalu ingin memiliki ini menyebabkan orang yang lahir pada Kamis Pahing dinilai sebagai orang yang egois karena mementingkan diri sendiri.
Selain itu juga pendendam, jika sesuatu tersebut tidak dimilikinya maka akan timbul perasaan dendam.
Bahkan bisa berperilaku tidak sopan ketika diperlakukan secara tidak hormat.
Sifat-sifat buruk yang dimilikinya juga mampu melahirkan sifat keserakahan karena selalu menginginkan lebih dan tidak perang merasa puas.
Tentu ciri-ciri ini tidak berlaku di semua individu yang lahir pada Kamis Pahing.
Meski memiliki sifat negatif seperti yang sudah dijabarkan, orang kelahiran Kamis Pahing sangat berprinsip dan rajin menabung. (mg25/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo