Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Gen Z Memiliki Second Account disebut Alami Gejala Depresi, Benarkah?

Magang Radar Magelang • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 19:42 WIB
Gen Z yang memiliki second account disebut mengalami depresi
Gen Z yang memiliki second account disebut mengalami depresi

RADARMAGELANG.ID - Di era digital, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi Z.

Mereka kerap berbagi pengalaman dan aspek kehidupan secara online, dengan banyak di antaranya memiliki lebih dari satu akun di berbagai platform.

Fenomena ini tidak hanya sekadar tren, tetapi juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan mental, termasuk depresi.

Banyak generasi Z membuat akun kedua untuk berbagai alasan, seperti menjaga privasi atau mengekspresikan sisi lain diri mereka yang berbeda dari akun utama.

Sejumlah pakar kesehatan mental mengkhawatirkan bahwa kebiasaan ini dapat menandakan isu yang lebih serius.

Karena itu, literasi digital menjadi penting agar generasi muda Indonesia mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Dian R Sawitri, Guru Besar Psikologi di Universitas Diponegoro, mengungkapkan bahwa media sosial sering kali membangun ilusi kehidupan yang sempurna, di mana penggunanya cenderung hanya menampilkan hal-hal positif.

Ketika individu merasa hidupnya tidak sejalan dengan standar yang mereka lihat di media sosial, hal ini dapat memicu kecemasan dan depresi.

Selain itu, paparan terhadap konten negatif dan terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain bisa merusak rasa percaya diri.

Generasi Z, yang sangat terhubung dengan perangkat digital, juga berisiko mengalami distraksi dan kecanduan.

Salah satu karakteristik generasi digital ini adalah kemampuannya menampilkan lebih dari satu persona di media sosial.

Di satu akun, mereka bisa menunjukkan sisi kehidupan yang ideal dan terstruktur, sementara di akun lain, mereka lebih bebas mengekspresikan perasaan negatif, kerentanan, atau kritik terhadap diri sendiri.

Dualitas ini bisa menjadi cara untuk melindungi diri dari tekanan sosial, tetapi juga berisiko menciptakan konflik internal dan perasaan keterasingan. (mg21/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Gen Z #pakar #gejala depresi #depresi #generasi z #second account