Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Asal-Usul Bunga Tabebuya dan 7 Fakta Menarik dari Tanaman Asal Hutan Amazon Brasil Ini

H. Arif Riyanto • Kamis, 3 Oktober 2024 | 14:25 WIB
Tabebuya terkenal sebagai pohon peneduh atau pelindung yang memiliki bunga berwarna-warni yang indah. Seperti di Jalan Pahlawan, Kota Magelang ini.
Tabebuya terkenal sebagai pohon peneduh atau pelindung yang memiliki bunga berwarna-warni yang indah. Seperti di Jalan Pahlawan, Kota Magelang ini.

RADARMAGELANG.ID—Bunga Tabebuya sekarang tengah bermekaran di mana-mana.

Hampir di setiap kota ditanam pohon Tabebuya di tepi jalan protokol maupun alternatif.

Tabebuya terkenal sebagai pohon peneduh atau pelindung yang memiliki bunga berwarna-warni yang indah.

Tabebuya berasal dari Amerika Selatan, khususnya daerah sekitar Hutan Amazon.

Namun, tanaman ini telah menyebar luas ke berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi populer dalam bidang tamanan landscape.

Karakteristik utama pohon Tabebuya adalah daunnya, yang bisa bervariasi antara lebar dan kecil.

Yang membuat pohon ini begitu menarik adalah bunganya yang berwarna-warni.

Pohon Tabebuya termasuk dalam kategori pohon peneduh dan rindang, sehingga sangat cocok untuk menyediakan naungan di area taman atau lahan yang memerlukannya.

Keunggulan pohon Tabebuya terletak pada warna-warni bunga yang menarik perhatian, kemampuannya untuk menahan banjir atau longsor, serta penggunaannya dalam penghijauan.

Warna-warni bunganya memberikan banyak opsi dekoratif, dan pohon ini juga berperan dalam melindungi lahan dari erosi.

Bentuk bunga pohon Tabebuya menyerupai terompet.

Tanda khas bunga ini adalah keberadaan enam warna yang berbeda, termasuk pink, putih, kuning, magenta, ungu, dan lainnya.

Ini membedakannya dari beberapa pohon lain yang biasanya hanya memiliki dua warna bunga.

Penting untuk dicatat bahwa pohon Sakura dan pohon Tabebuya tidak memiliki hubungan yang berarti.

Sakura berasal dari Jepang dan memiliki karakteristik bunga yang berbeda.

Selain itu, pohon Sakura tidak dapat tumbuh di iklim panas Indonesia, sementara Tabebuya dapat tumbuh dengan baik di lingkungan tropis.

Pohon Tabebuya biasanya mulai berbunga pada usia empat tahun setelah ditanam.

Namun, jika ingin hasil yang lebih cepat, kita bisa memilih pohon yang sudah berumur satu tahun, yang telah melewati masa berbunga pertamanya.

Pohon Tabebuya memiliki empat jenis yang berbeda, yaitu Tabebuia rosea, kuning, daun lengkeng, dan Budi Levis. Setiap jenis memiliki karakteristiknya sendiri, termasuk warna bunga yang berbeda.

Perawatan pohon Tabebuya cukup sederhana.

Pohon ini membutuhkan tanah yang subur, penyiraman yang teratur, dan pupukan NPK khususnya ketika memasuki musim bunga.

Tanah subur adalah kunci sukses dalam pertumbuhan Tabebuya.

Untuk memperbanyak pohon Tabebuya, kita dapat mengumpulkan biji yang dihasilkan oleh pohon ini.

Biji Tabebuya memiliki sayap putih yang membantu dalam penyebaran mereka.

Biji-biji ini dapat ditanam untuk membudidayakan lebih banyak pohon Tabebuya.

Jenis Tabebuya yang paling banyak diminati adalah Tabebuia rosea, karena warna bunga yang indah dan kemampuannya untuk berbunga dengan rajin.

Pohon Tabebuya juga merupakan pilihan yang populer karena perawatannya yang mudah dan penampilan yang menarik.

Berikut ini 7 fakta tentang bunga Tabebuya.

  1. Berasal dari Amerika

Walaupun memiliki penampilan seperti pohon sakura, tetapi sebenarnya berbeda.

Dilansir dari World Agro Forestry, pohon tanaman ini dikenal juga dengan nama pohon terompet merah muda.

Pohon Tabebuya adalah tanaman asli Amerika yang didistribusikan ke banyak negara di seluruh dunia.

Tanaman ini dapat dengan mudah ditemukan di habitatnya aslinya, yakni hutan Amazon, Brasil.

Tidak mengherankan jika hutan Amazon menjadi salah satu tempat wisata yang menawarkan keindahan pohon Tabebuya.

Nama Tabebuya sendiri diambil dari nama lokal dalam bahasa Brasil, yaitu Tabebuia serratifolia.

  1. Identik Warna Bunga Mencolok

Terdapat lebih dari 100 jenis pohon terompet dalam rumpun Tabebuya dan hal yang menjadi karakter atau ciri khas dari tanaman ini adalah warna bunganya yang mencolok.

Salah satu warna yang paling mudah dijumpai adalah merah muda.

Biasanya, tinggi dari tanaman ini dapat mencapai 49 m. Meski demikian, ada juga yang memiliki ukuran kecil hanya 7,5 m dan bahkan di bawah itu.

Tanaman ini memiliki batang yang dapat menghasilkan bunga dengan jumlah yang banyak.

Hampir seluruh varietas tanaman ini memiliki ciri khas berupa daunnya yang berwarna keperakan.

  1. Tidak Mudah Menumbuhkannya

Tumbuhan ini cenderung tidak teratur dan berukuran kecil saat masih muda.

Oleh sebab itu, diperlukan tanah yang melalui proses pengeringan dengan baik untuk menerima proses pemupukan.

Seluruh proses dalam penanaman tumbuhan ini sangat berguna dan berpengaruh untuk memberi akses warna pada bunga.

Saat pohon telah berhasil tumbuh besar, memang akan cocok untuk dijadikan sebagai tanaman untuk pinggiran jalan besar.

Sedangkan yang masih kecil muda akan lebih baik jika dijadikan sebagai hiasan untuk pekarangan rumah.

  1. Musim Tumbuhnya Berbeda di Setiap Negara

Di Indonesia, bunga ini dapat tumbuh dan bermekaran pada sekitar bulan Maret dan April.

Sedangkan pada negara bagian selatan, bunga terompet ini tumbuh dan mekar sekitar bulan Juli hingga September.

Berbeda pula untuk variety yang tumbuh di daerah India yang tumbuh subur pada akhir tahun, yaitu sekitar bulan Desember hingga Januari.

  1. Cocok untuk di Luar Ruangan

Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh University of Florida, bunga Tabebuya ini sangat pas untuk dijadikan sebagai tanaman luar ruangan.

Hal tersebut dikarenakan, tanaman ini akan tumbuh maksimal jika mendapat sinar matahari penuh.

Hal tersebut juga perlu didukung dengan kualitas tanah yang subur dengan tingkat kelembaban sedang.

Selain itu, pohon ini juga harus dilindungi dari embun beku. Kerap kali, tanaman ini ditempatkan di daerah perkotaan maupun ruang terbuka yang luas.

  1. Tahan Lama

Tabebuya bisa beradaptasi dengan lokasi yang mendapatkan matahari sedang hingga penuh.

Bagian penting dari perawatan pohon Tabebuya adalah dengan memangkas batang tua dan kayu mati yang telah rapuh

Pohon ini relatif memiliki ketahanan yang cukup kuat dari hama dan penyakit.

Tanaman ini bisa hidup dengan waktu yang lama dan tak terganggu dari berbagai jenis hama, seperti serangga.

Selain itu perawatan serta pemeliharaan bunga Tabebuya wajib dilakukan dengan rutin karena waktu mekarnya yang singkat.

  1. Banyak Julukan Nama

Bunga Tabebuya merupakan salah satu jenis tanaman yang tersebar ke berbagai belahan dunia, tidak mengherankan jika tanaman ini memiliki banyak julukan nama.

Akan tetapi, hal tersebut juga bergantung dan menyesuaikan pada masing-masing jenisnya.

Pohon Tabebuya yang banyak ditanam di kota-kota di Indonesia, biasa disebut sebagai pohon terompet merah muda.

Hal tersebut dikarenakan, bunganya memiliki bentuk yang memang serupa dengan bunga terompet.

Sementara untuk jenis Tabebuya lainnya, julukan yang kerap digunakan, yaitu Kayu putih, Cedar putih, Manjack merah muda, dan Tecoma. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#bunga tabebuya #tabebuya #bunga sakura amerika #bunga sakura #pohon tabebuya #asal usul #Pohon pelindung #Bermekaran #hutan amazon