Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Inilah 4 Peristiwa Astronomi Menakjubkan yang Dapat Diamati di Bulan Oktober, Apa Saja?

Magang Radar Magelang • Senin, 30 September 2024 - 23:15 WIB

hujan meteor dan bulan purnama yang menghiasi langit malam
hujan meteor dan bulan purnama yang menghiasi langit malam

RADARMAGELANG.ID - Bulan Oktober 2024 akan menjadi momen yang sangat dinantikan bagi para pecinta astronomi.

Hal ini karena langit malam akan dihiasi oleh berbagai fenomena langit yang luar biasa.

Sejumlah peristiwa astronomi langka akan terjadi dan menyuguhkan pemandangan menakjubkan bagi pengamat di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setidaknya ada empat fenomena langit besar yang akan berlangsung sepanjang bulan ini. 

 Berikut adalah rangkuman detail dari fenomena-fenomena tersebut.

1. Gerhana Matahari Cincin (2 Oktober 2024)

Gerhana Matahari Cincin atau dikenal sebagai "Cincin Api" terjadi ketika bulan melintas di depan matahari namun tidak sepenuhnya menutupinya, meninggalkan cincin cahaya yang terlihat seperti lingkaran api di langit.

Gerhana ini akan melintasi beberapa wilayah, termasuk bagian selatan Chili, Argentina, serta sebagian besar Samudra Pasifik dan Atlantik. 

Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 2 Oktober 2024 dianggap istimewa karena beberapa alasan.

Pertama, ini adalah gerhana matahari kedua yang terjadi di tahun 2024, menyusul Gerhana Matahari Total pada 8 April yang melintasi Amerika Utara.

Hal ini meningkatkan minat para pemburu gerhana untuk menyaksikan fenomena langka ini.

Kedua, durasi gerhana ini terbilang panjang mencapai hingga 7 menit 25 detik, yang merupakan salah satu gerhana cincin terlama dalam beberapa tahun terakhir, jauh melampaui durasi gerhana sebelumnya.

Selain itu, lokasi pengamatan terbaik berada di tempat-tempat yanng menarik, seperti Pulau Paskah atau Rapa Nui, sebuah destinasi wisata ikonik yang diperkirakan akan menjadi magnet bagi wisatawan dan pengamat gerhana dari seluruh dunia.

2. Hujan Meteor Draconic (6-10 Oktober 2024)

Fenomena Hujan Meteor Draconid akan terjadi antara 6 hingga 10 Oktober, dengan puncaknya pada malam 8 Oktober.

Hujan meteor ini disebabkan oleh sisa-sisa puing dari Komet 21P/Giacobini-Zinner, yang berputar mengelilingi Matahari setiap 6,6 tahun.

Draconid memiliki ciri khas yang unik karena titik radiasinya berasal dari rasi bintang Draco di langit utara.

Meskipun intensitas meteor ini umumnya rendah, tahun ini langit malam diprediksi lebih gelap karena bulan akan terbenam lebih awal, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengamati meteor tanpa gangguan cahaya bulan.

Pengamat yang ingin menyaksikan hujan meteor ini disarankan untuk mencari lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya, serta membiarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 30 menit agar meteor lebih mudah terlihat.

3. Supermoon Hunter (17 Oktober 2024)

Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Hunter Moon akan muncul pada 17 Oktober 2024.

Istilah ini berasal dari tradisi lama ketika masyarakat memanfaatkan cahaya bulan purnama untuk berburu sebelum musim dingin tiba.

Tahun ini, Hunter Moon juga akan menjadi supermoon, karena bulan berada lebih dekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Bulan Purnama Hunter kali ini merupakan salah satu dari empat Supermoon yang terjadi di tahun 2024.

Supermoon ini akan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi.

Pengamat langit dapat menyaksikan Bulan yang tampak oranye kemerahan saat terbit di cakrawala, sebuah fenomena yang sering dikaitkan dengan atmosfer bumi yang menghamburkan cahaya biru dan membiarkan warna merah lebih dominan.

4. Hujan Meteor Orionid (21-22 Oktober 2024)

Fenomena terakhir yang akan menghiasi langit di bulan Oktober adalah Hujan Meteor Orionid.

Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada 21-22 Oktober 2024.

Hujan meteor ini berasal dari sisa puing Komet Halley dan terkenal karena meteor-meteornya yang melesat dengan kecepatan tinggi.

Pada malam puncaknya, meteor dapat melesat di langit dengan kecepatan tinggi, mencapai 66 kilometer per detik.

Namun, kondisi pengamatan tahun ini mungkin sedikit terganggu oleh kehadiran bulan yang menerangi sekitar 79% langit malam, membuat meteor yang lebih redup sulit terlihat.

Walaupun begitu, pengamat di seluruh dunia, baik di belahan bumi utara maupun selatan, dapat melihat hujan meteor ini jika cuaca mendukung.

Waktu terbaik untuk menyaksikan Orionid adalah antara tengah malam dan sebelum fajar saat konstelasi Orion yang menjadi titik radiasi meteor ini berada tinggi di langit.

Itulah 4 fenomen langit yang akan terjadi pada bulan Oktober 2024.

Meskipun beberapa fenomena seperti Gerhana Matahari Cincin tidak dapat disaksikan dari Indonesia, masyarakat Indonesia masih dapat menikmati Bulan Purnama Hunter dan hujan meteor Draconid serta Orionid.

Pastikan untuk menyiapkan teleskop dan kamera untuk mengabadikan momen langit malam yang luar biasa ini! (mg20/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#supermoon #fenomena astronomi #hujan meteor #gerhana matahari cincin #astronomi