Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Mengintip Proses Pembuatan Cerutu, Ternyata Ini yang Membuatnya Jauh Lebih Mahal Dibandingkan Harga Rokok!

Magang Radar Magelang • Selasa, 24 September 2024 | 21:16 WIB
Cerutu lokal
Cerutu lokal

RADARMAGELANG.ID - Cerutu menjadi salah satu olahan tembakau yang populer di dunia.

Cerutu dinilai lebih nikmat dibandingkan dengan rokok karena terbuat dari daun tembakau asli, sehingga kadar nikotinnya jauh lebih tinggi.

Cerutu tidak diperjualbelikan secara bebas layaknya rokok.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kita dengan mudah dapat menemukan rokok karena dijual di berbagai toko tradisional hingga modern.

Berbeda dengan cerutu yang sulit atau hampir tidak kita temui di banyak toko, kecuali toko khusus cerutu.

Di Indonesia sendiri, cerutu masih belum sepopuler rokok.

Salah satu hal yang menyebabkan ini adalah cerutu memiliki harga yang mahal dan biasanya diperuntukkan bagi masyarakat kalangan atas. 

Indonesia sebagai penghasil tembakau terbesar ke-4 dunia, memainkan peran penting dalam industri produk tembakau seperti cerutu ini.

Cerutu hasil buatan dalam negeri peminatnya dari berbagai belahan dunia, khususnya di Eropa.

Contoh merek cerutu yang paling banyak digemari adalah Dayana Cigar yang memiliki kualitas setara dengan produk cerutu dari Kuba.

Wow, ternyata cerutu hasil buatan dalam negeri se terkenal itu ya!

Sebagai masyarakat yang mengikuti perkembangan industri, ada baiknya kita mempelajari bagaimana proses pembuatan cerutu.

Simak selengkapnya! 

1. Dalam pembuatan cerutu, proses pertama yang dilakukan adalah penyortiran hasil panen tembakau.

Tembakau yang sudah di panen dari ladang, masuk ke proses penyortiran untuk mengelompokkan tembakau dari segi ukuran dan kualitas.

Semakin tinggi daun tembakau dari tanah, semakin bagus pula kualitasnya.

2. Tembakau yang telah disortir masuk ke proses fermentasi.

Fermentasi digunakan untuk mengeringkan tembakau agar aroma dan nikotinnya sesuai.

Fermentasi dilakukan dengan cara menggantung daun tembakau dan diletakkan di langit-langit bangunan khusus dengan suhu lebih dari 32°c.

Proses ini memerlukan waktu hingga 25 hari agar tembakau menjadi kering.

3. Tembakau yang telah kering akan dibawa ke pabrik untuk selanjutnya diolah menjadi cerutu.

Tembakau yang telah sampai di pabrik kini harus disortir kembali untuk menentukan tembakau yang cocok untuk filler, binder, atau wrapper.

4. Setelah memilah, saatnya pekerja pabrik memulai untuk membuat cerutu dengan menggulung daun secara cermat dan teliti.

5. Cerutu yang sudah dibuat harus dimasukkan ke dalam sebuah alat untuk mengatur kelembapan.

6. Setelah itu, cerutu siap untuk di-packing dan dipasarkan.

Beberapa pabrikan juga menerapkan sistem aging atau penyimpanan terlebih dahulu sebelum pemasaran, hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas cerutu. 

Cerutu memiliki proses yang panjang dalam pengolahannya, berbeda dengan rokok yang relatif sebentar.

Cerutu menggunakan tembakau yang difermentasi, sedangkan rokok menggunakan tembakau yang dirajang.

Tembakau untuk rokok juga memerlukan tembakau fermentasi, namun penggunaannya sangat sedikit.

Itulah yang membuat cerutu memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan rokok. (mg26/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Cerutu #rokok #Fermentasi #tembakau alternatif