RADARMAGELANG.ID - Cerutu merupakan jenis rokok yang sejak lama dikenal sebagai simbol status sosial, terutama di kalangan atas.
Di beberapa negara, khususnya di Eropa, cerutu menjadi bagian dari budaya kelas elit.
Sejarahnya dimulai ketika penjelajah Spanyol, Christopher Columbus, tiba di San Salvador pada tahun 1492 dan menyaksikan suku Indian setempat menghisap daun tembakau yang dilinting.
Kebiasaan ini kemudian diperkenalkan ke Eropa oleh Columbus, di mana cerutu menjadi pilihan utama sebelum tembakau linting kertas hadir.
Perbedaan mendasar antara cerutu dan rokok biasa terletak pada bahan bakunya.
Cerutu menggunakan daun tembakau utuh yang dilinting tanpa dicacah, sehingga menghasilkan bentuk yang lebih padat dan harganya pun jauh lebih mahal.
Sebuah cerutu yang tergolong murah bisa mencapai harga dua hingga tiga kali lipat dari sebungkus rokok biasa.
Selain itu, cerutu juga tidak dijual di toko kelontong atau supermarket, melainkan di tempat-tempat khusus.
Indonesia juga memproduksi beberapa merek cerutu yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor.
Berikut 5 cerutu lokal paling populer di Indonesia:
1. Adipati
Cerutu Adipati menjadi salah satu merek lokal yang memiliki sejarah panjang.
Kabarnya menjadi favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan X.
Cerutu ini memiliki beberapa varian, di antaranya Corona, Panetela, Double Corona, dan Slim Panetela, dengan pilihan harga yang bervariasi.
Varian yang paling terjangkau adalah Adipati Half Corona, dijual sekitar Rp50 ribu per bungkus dengan isi lima batang.
2. Kenner Bollero
Kenner Bollero dikenal sebagai cerutu lokal dengan bentuk yang lebih gemuk.
Gaya cerutu ini, yang diproduksi oleh Pabrik Cerutu Arizona di Temanggung.
Memiliki 20 batang per kemasan dan dijual dengan harga Rp25 ribuan.
Selain Kenner, pabrik tersebut juga memproduksi cerutu merek Havana Extra Fine yang dipasarkan dengan harga Rp30 ribuan.
3. Djarum Cigarillos
Djarum dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.
Selain itu, Djarum juga memproduksi cerutu dengan nama Djarum Cigarillos.
Cerutu ini memiliki cita rasa yang khas karena menggunakan cengkeh berkualitas dalam komposisinya, sesuatu yang membedakannya dari cerutu lainnya.
Dengan harga sekitar Rp10 ribu per bungkus yang berisi enam batang, Djarum Cigarillos memberikan tarikan ringan yang berbeda dari cerutu asal Kuba.
4. Wismilak
Sebagai produsen rokok besar, Wismilak juga merambah ke dunia cerutu dengan memperkenalkan varian Serutu Robusto.
Cerutu ini diluncurkan pada tahun 2000 dan diikuti oleh Wismilak Premium Cigars pada 2010, yang menggunakan tembakau pilihan dari Jawa dan Sumatera.
Pada 2013, Wismilak meluncurkan Premium Seleccion dengan tiga varian: Corona Tube, Petit Corona Tube, dan Robusto Tube.
5. Ramayana
Merek cerutu Ramayana diproduksi oleh PT Tanu Martani di Jember, yang juga memproduksi merek Adipati.
Ramayana menawarkan tiga jenis cerutu, yakni Cigarillo, Corona, dan Super Corona.
Proses pembuatan cerutu ini memakan waktu sekitar satu bulan sebelum dapat dikonsumsi, dan dapat bertahan hingga belasan tahun tanpa mengurangi kualitas rasanya.
Itulah 5 merek cerutu lokal paling populer di Indonesia.
Setiap merek memiliki karakteristik dan cita rasa unik yang patut dicoba oleh para penikmatnya. (mg20/aro)
Editor : H. Arif Riyanto