RADARMAGELANG.ID - Sebuah hal unik ketika rokok tidak mengandung tembakau.
Sudah banyak orang yang mengetahui bahwa rokok dibuat dengan menggunakan tembakau dan beberapa rempah lain untuk menghasilkan rasa yang bervariasi.
Namun kamu harus melihat fakta bahwa rokok juga dapat dibuat dengan menggunakan daun talas.
Rokok daun talas dinilai lebih sehat dibandingkan rokok tembakau.
Daun talas menjadi alternatif ketika harga tembakau di pasar kurang stabil.
Hal ini ini dipengaruhi oleh industri tembakau sudah dipantau secara global sehingga pergerakan pasar tembakau selalu diamati.
Berbeda halnya dengan talas yang justru kurang diperhatikan pihak luas, sehingga memudahkannya dalam menembus pasar meskipun harganya jauh di bawah tembakau.
Rokok yang dibuat dari daun talas dinilai lebih sehat karena tidak mengandung nikotin.
Hal ini akan berbanding jauh dengan kandungan nikotin pada tembakau yang mencapai 6%.
Bahkan ada salah satu tembakau asal Temanggung bernama Tembakau Srintil yang memiliki kandungan lebih tinggi 2x lipat mencapai 14% yang menjadikannya sebagai tembakau dengan kandungan nikotin tertinggi di dunia.
Kemunculan ide untuk membuat rokok dari daun talas ini memberikan keuntungan tersendiri bagi petani talas.
Selain dapat memanen umbinya, ternyata daun talas merupakan sumber keuntungan juga.
Jenis talas yang paling umum digunakan adalah talas Beneng.
Talas Beneng memiliki ciri sirip daun dengan jarak yang sempit.
Talas Beneng banyak tumbuh di dataran tinggi dan tidak membutuhkan spesifikasi tanah tertentu untuk tumbuh.
Talas ini dapat tumbuh di tanah yang subur hingga di tepi jurang dan tanah bebatuan.
Untuk pengolahan daun talas menjadi rokok, sama seperti tembakau.
Pertama-tama, talas yang telah berusia 3 bulan akan diambil bagian daunnya.
Daun akan dipilih dan dipisahkan antara bonggol daun dan lembaran daun.
Untuk menghasilkan warna daun yang agak kekuningan, daun talas akan masuk proses pemeraman selama 1-3 hari.
Setelah itu masuk pada proses perajangan dan penganjangan (menata hasil rajangan agar mudah dijemur).
Langkah selanjutnya daun akan dijemur hingga kering, biasanya membutuhkan waktu hingga 3 hari.
Setelah kering, masuk ke proses pengembunan agar tekstur daun tidak mudah patah.
Rokok daun talas dinilai lebih memberikan kemudahan karena tidak adanya regulasi ketat yang mengatur pengedarannya, tidak seperti rokok tembakau yang harus ada cukainya untuk diperjualbelikan.
Rokok daun talas dari segi harga juga jauh lebih murah berkisar Rp10.000-Rp 12.000 sebungkus.
Untuk wilayah yang memproduksi rokok daun talas, khususnya Jawa Tengah berada di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Temanggung.
Rokok daun talas dapat kamu jadikan alternatif untuk kesehatan karena tidak mengandung zat nikotin. (mg26/aro)
Editor : H. Arif Riyanto