RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Tembakau menjadi salah satu komoditas yang dibudidayakan oleh masyarakat Temanggung.
Lokasinya yang berada di Lereng Gunung Sumbing membuat tanah dan udara disana sangat cocok untuk ditanami tembakau.
Dengan lokasinya yang berada di ketinggian lebih dari 1000 mdpl membuat tembakau di beberapa wilayah seperti Dusun Lamuk dapat diolah menjadi Tembakau Srintil.
Tembakau ini dikenal memiliki harga yang fantastis, per kilonya mencapai 1 juta lebih.
- Harga dan kualitas yang tinggi, membuat tembakau Srintil digemari pecinta rokok karena memberikan aroma dan rasa yang khas.
Hal yang membedakan tembakau Srintil dengan tembakau biasa terletak pada kadar nikotin.
Tembakau srintil memiliki kadar nikotin mencapai 14% berbeda dengan tembakau pada umumnya yang hanya mengandung 6% nikotin saja.
Tembakau srintil bagi masyarakat Temanggung bagaikan emas karena saking berharganya.
Untuk memperoleh tembakau srintil, ternyata petani di Temanggung memperlakukan tanaman tersebut secara istimewa.
Tidak semua tembakau dapat dibuat menjadi tembakau Srintil, hanya yang ditanam di daerah tinggi dan kemiringan tertentu saja yang berpotensi.
Temanggung adalah satu-satunya wilayah yang dapat memproduksi tembakau srintil.
Tembakau srintil dihasilkan dari embun daerah dataran tinggi dan dibuat dari daun ke-7 sampai daun ke-20.
Sebanyak 5-6 daun tembakau dari bawah memiliki kualitas yang kualitasnya tidak terlalu bagus.
Mulai dari daun ke-7 sudah berpotensi, namun srintil dengan kualitas terbaik didapat dari daun yang ke 18-20.
Tak hanya ketinggian daun, agar bisa dibuat menjadi tembakau srintil memerlukan cuaca panas yang berkepanjangan dengan curah hujan yang minim.
Dalam industri rokok, tembakau srintil digunakan sebagai pemberi rasa dan aroma.
Kalau diibaratkan makanan, tembakau srintil merupakan penyedap rasa yang membuat makanan semakin nikmat.
Untuk menghasilkan tembakau srintil, diperlukan waktu yang cukup panjang.
Setelah panen, daun tembakau (helai yang ke 7-20) akan didiamkan atau diperam selama 7-10 hari sehingga mengeluarkan aroma yang semerbak.
Setelah itu, tembakau yang sudah tampak menghitam tersebut dirajang dan dijemur hingga 10 hari.
Setelah itu tembakau akan diembunkan selama semalam agar teksturnya tidak mudah patah.
Tembakau srintil dihargai jutaan per kilogram. Maka, petani yang panenannya terdapat srintil akan sangat gembira.
Seakan mendapatkan sebongkah emas. Karena harga srintil setara dengan emas perhiasan. (mg26/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo