RADARMAGELANG.ID, Magelang- Seni tarian yang satu ini merupakan salah satu tarian yang masih eksis sampai sekarang.
Tari Dolalak asal Purworejo ini biasanya menjadi tarian wajib yang pada umumnya digelar di berbagai acara.
Seperti memeriahkan hari besar nasional hingga pesta pernikahan.
Tarian tradisional yang satu ini sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat daerah Purworejo dan sekitarnya.
Uniknya Tari Dolalak memiliki asal usul yang tak biasa karena gerakan dari tarian ini diadaptasi dari peniruan gerakan sehari-hari serdadu Belanda pada masa penjajahan.
Pada masa tersebut para serdadu Belanda sangat gemar berdansa di waktu istirahat sambil minum-minuman keras.
Kemudian terciptalah gerakan tari yang telah disederhanakan dengan gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang.
Tarian ini awalnya dipelopori oleh tiga pemuda asal Kabupaten Purworejo dari Sejiwan.
Ketiga pemuda tersebut adalah Duliyat, Rejotaruno, dan Ronodimejo.
Dengan dukungan dari masyarakat sekitar akhirnya terciptalah tarian Dolalak ini.
Nama “Dolalak” ternyata berasal dari not nada “Do” dan “La” yang menjadi nada utama dalam musik yang mengiringi tarian ini.
Biasanya tarian ini diiringi oleh pantun-pantun dan syair-syair Jawa.
Untuk pakaian yang dikenakan dalam tarian ini merupakan pakaian yang telah berevolusi.
Berawal dari seragam hitam laiknya tentara Belanda serta ditarikan oleh laki-laki saja.
Kini seiring berjalannya waktu tarian ini juga dapat ditarikan oleh perempuan dengan seragam modifikasi pada bagian dada bahu yang dihiasi oleh pernak-pernik berwarna emas. (mg24/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo