RADARMAGELANG.ID—Buah petai atau pete kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalium, dan serat yang baik untuk tubuh.
Kandungan nutrisi ini membantu menjaga kesehatan jantung, sistem pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Meski memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, buah pete juga memiliki potensi kerugian untuk kesehatan bagi sebagian orang.
Bagi yang memiliki masalah pencernaan, konsumsi pete dapat menyebabkan gangguan lambung dan gas berlebih.
Selain itu, bagi penderita asam urat, sebaiknya menghindari konsumsi pete karena kandungan purin yang tinggi.
Kondisi kesehatan tertentu juga mempengaruhi apakah seseorang dilarang atau disarankan untuk mengonsumsi pete.
Misalnya, bagi penderita diabetes yang perlu mengontrol asupan gula, sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi buah pete yang mengandung kadar gula alami.
Di dalam 100 gram pete, terkandung sekitar 92 kalori dan beberapa nutrisi lain, seperti:
- 77 gram air
- 5,4 gram protein
- 15 gram karbohidrat
- 2 gram serat
- 14 miligram kalsium
- 170 miligram fosfor
- 1,6 miligram zat besi
- 55 miligram natrium
- 221 miligram kalium
Selain itu, pete juga mengandung vitamin C, B1, B2, B3, dan E serta beberapa antioksidan, seperti flavonoid dan fenolik. Berkat kandungan gizinya yang cukup tinggi, petai cocok dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk ibu hamil.
Menurut dr. Zaidul Akbar, konsumsi pete juga bisa untuk mengatasi stres.
Dikatakan dokter sekaligus pendakwah ini, pete mengandung asam amino dengan unsur sulfur atau belerang tinggi sehingga menimbulkan bau kurang sedap.
Namun, justru kandungan tersebut bisa menjadi obat alami.
Berikut khasiat pete pakar herbal dr. Zaidul Akbar dikutip dari akun Instagram @drzaidulakbar.
- Mengobati Infeksi
Pete membantu membasmi kuman dan jamur penyebab infeksi karena bersifat antibakteri dan antijamur.
Namun hingga saat ini masih terus dilakukan penelitian secara detail mengenai manfaat petai sebagai obat infeksi.
2.Menetralkan Asam Lambung
Kandungan serat yang tinggi pada pete sangat baik untuk pencernaan sehingga membantu menetralkan asam lambung.
Selain itu, pete yang merupakan sumber serat mampu membantu mencegah berbagai masalah pencernaan seperti sembelit, memulihkan aktivitas usus, serta meredakan nyeri dan mual.
Kandungan serat ini juga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga petai cocok dikonsumsi bagi yang sedang menjalani program diet.
- Mengurangi Stres
Bagi yang mengalami depresi atau stres disarankan untuk mengonsumsi petai.
Pasalnya kandungan triptofannya akan membuat pikiran rileks, meningkatkan mood, membuat tenang dan nyaman.
Sementara kandungan vitamin B6 pada petai mengatur kadar gula darah yang efeknya akan mempengaruhi suasana hati, sehingga pikiran akan lebih rileks.
- Mengatasi Anemia dan Tekanan Darah
Kandungan zat besi pada pete membantu pembentukan hemoglobin dalam darah.
Pete yang juga mengandung potasium dan rendah garam dapat mengobati tekanan darah dan anemia.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Pete dianggap sebagai makanan yang baik untuk menjaga kesehatan dan fungsi jantung.
Kandungan serat, antioksidan, dan potasiumnya membantu menjaga kesehatan jantung.
Kalium merupakan elektrolit dan mineral yang menjaga tekanan darah tetap stabil.
Sedangkan serat dan antioksidan mencegah pembentukan plak di pembuluh darah jantung.
- Melawan Radikal Bebas
Pete mengandung antioksidan tinggi yang dipercaya mampu menangkal efek radikal bebas pada sel-sel tubuh.
Radikal bebas sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan sel dan menimbulkan berbagai penyakit, seperti kanker, jantung, dan diabetes.
- Mengontrol Gula Darah
Kadar gula darah yang tinggi merupakan indikasi penyakit diabetes. Nah, kadar gula darah yang tidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi penyakit.
Salah satu makanan yang dapat mengontrol gula darah adalah pete.
Mengapa?
Karena mengandung antioksidan, bahan kimia beta-sitosterol dan stigmasterol.
Zat-zat tersebut akan menjaga gula darah agar tidak melonjak.
Dengan mengkonsumsi pete secara tepat maka tekanan darah akan terkontrol dengan baik.
Itulah 7 khaisat pete untuk kesehatan menurut pakar dr.Zaidul Akbar yang sudah tidak diragukan ilmunya. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto