RADARMAGELANG.ID—Bunga melati memiliki wangi menyengat.
Di beberapa daerah, bunga melati dipercaya memiliki kekuatan magis dan digunakan dalam ritual memandikan pusaka pada Malam Satu Suro.
Bunga ini juga sering digunakan dalam acara adat, seperti perkawinan atau kematian.
Selain itu, ternyata bunga melati dapat dimakan dan memiliki manfaat kesehatan.
Bunga melati atau Jasminum memang lebih dikenal sebagai tanaman hias, tapi bunga ini juga digunakan untuk pengobatan herbal beberapa penyakit.
Melati memiliki bentuk bunga yang indah dan mengeluarkan wangi semerbak yang kuat.
Itulah kenapa bunga juga ini dimanfaatkan sebagai pewangi dan bahan industri kosmetik.
Umumnya, bunga melati menjadi campuran teh hijau dan teh hitam sehingga wanginya dapat lebih sedap.
Namun, bunga melati juga dapat direbus terlebih dulu kemudian diminum airnya.
Manfaat kesehatan bunga melati berasal dari berbagai kandungan senyawa berikut ini.
Senyawa aromatik: berupa benzil alkohol, linalool, indole, dan benzil asetat.
Antioksidan: katekin, polifenol, dan flavonoid.
Minyak atsiri: kandungan inilah yang membuat bunga melati memiliki aroma yang kuat dan tahan lama.
Berikut ini manfaat makan bunga melati mentah untuk kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber:
- Meminimalkan Peradangan
Zat antioksidan di dalam bunga melati efektif untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Radikal bebas adalah partikel yang dalam jumlah berlebih bisa menyebabkan peradangan.
Pada gilirannya, hal ini bisa menimbulkan penyakit kronis, termasuk diabetes dan penyakit jantung.
Meski begitu, diperlukan penelitian lanjutan mengenai manfaat makan bunga melati mentah untuk mencegah penyakit kronis tersebut.
Hal ini termasuk takaran melati mentah yang aman dikonsumsi oleh tubuh.
- Bantu Menjaga Kesehatan Jantung
Khasiat bunga melati jika dimakan langsung diduga bisa membantu menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.
Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan di dalam melati.
Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda bisa mengonsumsi bunga melati secara langsung maupun dijadikan sebagai teh.
Imbangi juga dengan pola hidup sehat agar kesehatan jantung tetap terjaga.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kandungan antioksidan di dalam bunga melati dapat berinteraksi baik dengan enzim yang ada di pencernaan.
Alhasil, pencernaan dapat bekerja lebih efektif untuk menyerap nutrisi dari makanan.
Interaksi ini bekerja baik untuk meningkatkan fungsi usus yang lebih sehat.
Tidak hanya itu, bunga melati juga bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus sehingga bakteri buruk pun bisa hilang.
- Menjaga Kesehatan Kulit
Manfaat bunga melati dalam menjaga kesehatan kulit bukan didapat dengan cara dimakan, tetapi dioleskan ke kulit.
Tidak hanya membuat kulit jadi wangi, bunga melati juga dapat bertindak sebagai obat untuk mengatasi sensasi kulit terbakar dan gatal akibat biang keringat.
- Meredakan Stres
Bunga melati banyak ditemui dalam bentuk aromaterapi maupun minyak esensial.
Sebab, bunga melati bermanfaat untuk merelaksasi otot dan saraf tubuh sehingga bisa meredakan stres.
Anda bisa memasang aromaterapi dengan wangi bunga melati setiap malam untuk mendapatkan kualitas tidur yang maksimal.
- Menurunkan Kolesterol Jahat
Bunga melati memiliki kandungan antioksidan polifenol yang diduga dapat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga bisa menurunkan risiko penyakit stroke dan juga serangan jantung.
- Baik untuk Pernapasan
Karena mengandung antioksidan, antiperadangan, dan antibakteri, bunga melati dipercaya baik untuk kesehatan pernapasan. Mengonsumsi bunga melati diduga bisa mengurangi sesak napas. SIfat antiradang melati diyakini dapat membantu meredakan peradangan pada saluran napas.
- Pengelolaan Diabetes
Sifat hipoglikemik bunga melati menjadikannya sekutu penting dalam mengelola diabetes.
Kandungan katekin bioaktif dalam bunga tersebut dapat mengaktifkan produksi insulin dari sel pankreas.
Konsumsi teh bunga melati secara teratur dapat signifikan mengurangi pemecahan pati menjadi glukosa, yang pada akhirnya menurunkan kadar gula darah puasa dan insulin.
- Manajemen Berat Badan
Kandungan EGCG (epigallocatechin) dan asam galat dalam daunnya dapat membantu mencegah penambahan berat badan dengan mempercepat metabolisme.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, bunga melati juga membantu membersihkan racun berbahaya dari tubuh dan membakar kelebihan lemak dengan lebih efisien.
- Kesehatan Mata
Selain memberikan manfaat kesehatan tubuh secara keseluruhan, bunga melati juga memiliki keajaiban untuk merawat mata.
Daun melati yang diaplikasikan pada mata dapat mengobati mata merah, iritasi, dan belekan.
Cara sederhana ini menjadi alternatif alami untuk menjaga kesehatan mata.
- Menjaga Kesehatan Mulut
Melati bermanfaat untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah terkena infeksi bakteri.
Hal ini karena kandungan katekin yang ada di dalamnya.
Katekin merupakan bagian bagi antioksidan yang dapat mencegah bakteri Streptococcus mutans, yakni bakteri pembentuk plak dan gigi berlubang.
Agar manfaatnya maksimal, sebaiknya imbangi penggunaan melati sebagai obat herbal dengan kebiasaan lain.
Sebagai contoh, dengan menggosok gigi 3 kali sehari, berkumur menggunakan mouthwash, dan memeriksa kesehatan gigi ke dokter gigi secara rutin.
- Mencegah Kanker
Manfaat bunga melati lainnya yaitu dapat membantu mencegah kanker.
Khasiat ini dapat diperoleh berkat kandungan antioksidan melati, yaitu polifenol.
Antioksidan diketahui dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sel-sel yang rusak inilah yang bisa menjadi cikal bakal sel kanker.
Meski begitu, ini baru sekadar potensi yang diketahui dari sejumlah penelitian. Belum diketahui dosis atau aturan penggunaan yang pasti untuk memperoleh manfaat bunga melati dalam mencegah kanker.
- Dapat Meredakan Depresi
Bunga melati memiliki manfaat meredakan depresi.
Efek antidepresan ini diperoleh berkat kandungan benzil alkohol, linalool, dan indole di dalamnya.
Kandungan tersebut bermanfaat untuk menenangkan saraf sehingga meredakan stres, kecemasan, hingga gangguan suasana hati.
Selain itu, menghirup aroma bunga melati dapat merangsang sistem saraf parasimpatik, yang bertanggung jawab mengatur respons istirahat tubuh. Aktifnya parasimpatik memberikan perasaan lega, rileks, dan damai.
- Meningkatkan Gairah Seksual
Wangi melati yang elegan juga bermanfaat meningkatkan gairah seksual.
Hal ini ditulis dalam penelitian berjudul Pharmacological and Medicinal Value of Jasmine.
Penelitian tersebut mengatakan bahwa ada hubungan erat antara aroma dengan peningkatan hasrat seksual.
Aroma yang elegan dan memikat membuat aliran darah ke area kelamin sehingga aktivitas seksual lebih bergairah.
Agar aktivitas seksual Anda makin bergairah, Anda dapat menggunakan diffuser aromaterapi wangi melati.
Bisa juga dengan menggunakan parfum wangi melati di sekitar area tubuh.
- Mencegah Sariawan
Bunga melati juga memiliki kandungan antijamur yang dapat meredakan sariawan secara alami.
Sariawan merupakan luka kecil pada bagian dalam mulut yang biasanya terjadi karena berbagai faktor, termasuk cedera pada jaringan mulut, stres, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat melati untuk sariawan disebutkan dalam penelitian Antibiotics.
Bunga melati dapat melawan jamur Candida albicans atau jamur penyebab sariawan.
Namun, penelitian ini dilakukan bersama bahan lain, seperti kayu manis, rosemary, dan cengkih.
Jadi, belum jelas zat mana yang benar-benar ampuh melawan jamur.
Aturan Pakai Bunga Melati
Cara mendapatkan manfaat bunga melati tergantung pada tujuan penggunaannya.
- Untuk menjaga kesehatan mulut, Anda dapat menjadikan bunga melati sebagai obat kumur.
Caranya dengan merebus melati selama beberapa menit kemudian gunakan rebusan melati yang sudah dingin sebagai obat kumur.
- Untuk meredakan berbagai penyakit, masyarakat biasanya minum air rebusan bunga melati. Anda juga bisa mengonsumsi teh melati secara rutin.
- Untuk penyakit kulit, Anda dapat memanfaatkan minyak atsirinya, yakni jasmine oil sebagai minyak pijat.
Cukup oleskan beberapa tetes lalu dan beri sedikit pijatan di area kulit yang bermasalah.
Pada dasarnya, belum banyak penelitian yang menyatakan bahwa bunga melati aman dikonsumsi secara langsung.
Dikhawatirkan, makan bunga melati segar dapat menyebabkan keracunan.
Sebab, mungkin masih ada sisa-sisa pestisida, serangga, nektar, atau getah bunga yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.
Jika ingin makan bunga melati segar, pastikan tanaman ini tidak mengandung pestisida.
Anda juga bisa mendapatkan manfaat di atas dengan mengonsumsi bunga melati yang sudah diolah pabrik dan memiliki keterangan bisa dimakan langsung.
Sejauh ini, bunga melati paling aman bila sudah diolah menjadi teh. Meski begitu, Anda juga perlu memperhatikan kandungan kafein dalam teh itu sendiri. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto