Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Khasiat Ajaib Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan, Bantu Turunkan Kadar Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes Melitus

H. Arif Riyanto • Sabtu, 13 Juli 2024 | 04:12 WIB
Air rebusan daun kelor berkhasiat untuk kesehatan, salah satunya menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes mellitus.
Air rebusan daun kelor berkhasiat untuk kesehatan, salah satunya menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes mellitus.

RADARMAGELANG.ID—Banyak penelitian menyebut air rebusan daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah.

Sehingga berguna untuk penderita diabetes.

Manfaat daun kelor memang sudah cukup populer dalam dunia herbal.

Daun kelor atau Moringa oleifera adalah tanaman yang telah dipuji karena manfaat kesehatannya selama ribuan tahun.

Pohon kelor merupakan tanaman asli India yang juga tumbuh di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Daun kelor dalam mitosnya masih dianggap sebagai pengusir setan.

Kini, daun kelor kerap diubah menjadi minuman herbal seperti jamu atau teh.

Selain itu juga kerap dijadikan suplemen dalam bentuk bubuk maupun kapsul.

Di dalam 100 gram daun kelor, terkandung 64 kalori dan nutrisi-nutrisi berikut ini:

9 gram protein

8 gram karbohidrat

2 gram serat

185 miligram kalsium

112 miligram fosfor

337 miligram kalium

52 miligram vitamin C

7560 IU vitamin A

Daun kelor juga mengandung banyak senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Beberapa senyawa aktif tersebut adalah triptofan, treonin, isoleusin, leusin, lisin, valin, alanin, asam glutamat, asam askorbat, dan karotenoid, serta asam amino esensial berupa sistein, dan metionin.

Tak hanya itu, tanaman ini mengandung vitamin B kompleks, magnesium, zat besi, selenium, seng, dan tembaga,

Sedangkan diabetes melitus adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah) yang disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya keturunan, pola hidup yang tidak sehat, dan obesitas.

Apabila penyakit ini tidak segera diobati, maka akan semakin parah dan menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

Diketahui, daun kelor memang terkenal karena segudang manfaatnya yang baik untuk kesehatan.

Bahkan, tanaman yang biasanya hidup di pelataran rumah ini dijuluki sebagai tanaman ajaib oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Dalam sebuah penelitian dari Universitas Negeri  Gorontalo dikutip Rabu (16/11/2022) air rebusan daun kelor rupanya berpengaruh pada penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan pada 2021 ini dilakukan dengan memberikan air rebusan kepada penderita diabetes di Puskesmas Telaga, Gorontalo.

Hasilnya, ada perbedaan antara kadar glukosa darah sebelum dan setelah pemberian rebusan daun kelor pada penderita diabetes mellitus.

"Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kadar glukosa darah sebelum diberikan rebusan daun kelor pada penderita diabetes mellitus adalah 230.88 mg/dl dengan standar deviasi 31.40. Sedangkan setelah diberikan rebusan daun kelor adalah 159.47 dengan standar deviasi 26.15," bunyi hasil penelitian tersebut.

Kandungan rebusan daun kelor yang berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah yaitu Betakaroten yang terdapat di dalam vitamin A.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan penyakit,

Vitamin C pada daun kelor juga membantu penormalan hormon insulin pada penderita diabetes melitus, asam askorbat membantu proses sekresi hormon insulin dalam darah.

Cara Membuat Air Rebusan Daun Kelor

Untuk membuat rebusan ini, siapkan 300 mg daun kelor yang sudah dicuci bersih.

Kemudian rebus dengan 3 gelar air atau 450 ml.

Rebus daun kelor selama 15 menit atau sampai menyusut airnya menjadi satu gelas.

Minum air rebusan daun kelor selagi hangat sebanyak 1 kali per hari. (*/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#menurunkan kadar gula darah #karbohidrat #who #daun kelor #vitamin c #Universitas Negeri Gorontalo #kalium #fosfor #diabetes #protein #air rebusan #kalsium #serat #metabolisme #vitamin a