RADARMAGELANG.ID— Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak bisa disembuhkan.
Naman hipertensi tetap bisa dikontrol dengan minum obat dan menerapkan gaya hidup sehat.
Di samping itu, banyak orang juga mencari alternatif lain untuk mengatasi hipertensi, salah satunya dengan obat darah tinggi alami.
Selain minum obat darah tinggi medis, banyak orang juga menggunakan obat-obatan herbal yang pada dasarnya tidak dilarang sama sekali.
Meski begitu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Sebab, obat herbal mungkin bisa berinteraksi dengan obat medis dan membuat hipertensi semakin parah.
Berikut ini adalah beberapa obat darah tinggi alami yang bisa dicoba di rumah.
- Jahe
Jahe tidak hanya bisa dijadikan sebagai minuman penghangat tubuh, tetapi juga bermanfaat sebagai obat penurun darah tinggi alami.
Pasalnya, senyawa dalam jahe memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan obat darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan calcium-channel blocker (CCB).
Berkat kandungan tersebut, orang yang mengonsumsi jahe secara rutin sebanyak 2–4 gram per hari memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi).
- Basil
Basil adalah salah satu tanaman rempah yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, salah satunya menjaga tekanan darah normal, terutama pada penderita hipertensi.
Hal ini dikarenakan kandungan eugenol dalam ekstrak daun basil mampu memblokir reaksi kalsium, sehingga dapat melebarkan dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.
Cara kerja kandungan di dalam daun basil ini mirip dengan salah satu obat hipertensi yang diresepkan oleh dokter, yaitu obat golongan calcium-channel blocker seperti amlodipin dan nifedipin.
- Seledri
Seledri populer di Tiongkok sebagai obat darah tinggi alami yang bisa membantu mengatasi hipertensi.
Pasalnya, kandungan serat yang tinggi serta senyawa di dalam seledri dipercaya memiliki kinerja yang mirip dengan obat hipertensi golongan calcium-channel blocker dalam mengobati darah tinggi.
- Kapulaga
Kapulaga diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat reaksi kalsium dalam tubuh.
Tanaman rempah ini dapat bekerja dengan kinerja yang hampir sama seperti obat hipertensi golongan calcium-channel blocker dalam menurunkan tekanan darah.
Memanfaatkan kapulaga sebagai obat menurunkan darah tinggi bisa dilakukan dengan mencampurkan bubuk kapulaga dalam makanan sehari-hari.
- Biji Rami
Biji rami merupakan obat hipertensi alami yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya.
Omega-3 adalah nutrisi yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan kadar trigliserida dalam darah.
Asam lemak ini juga dapat membantu menghalau penumpukan plak lemak yang dapat menyumbat pembuluh darah arteri dan memicu hipertensi.
Penderita tekanan darah tinggi bisa mendapatkan hasil yang maksimal jika mengonsumsi biji rami secara rutin sebanyak 30–50 gram per hari selama 12 minggu.
- Thyme
Obat darah tinggi alami berikutnya adalah thyme.
Herbal ini diketahui memiliki kandungan asam rosmarinic yang dapat meningkatkan kelancaran sirkulasi darah, sehingga bisa menjaga tekanan darah tetap stabil.
Cara kerja thyme dalam mengurangi tekanan darah sistolik adalah dengan menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor). ACE (angiotensin-converting enzyme) sendiri merupakan enzim yang mampu membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat.
- Peterseli
Peterseli (Petroselinum crispum) merupakan salah satu tanaman herbal yang diperkaya dengan karotenoid dan vitamin C.
Di mana, keduanya memiliki kemampuan dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat (LDL).
Sehingga, tanaman ini dapat digunakan sebagai obat darah tinggi herbal.
Sifatnya yang larut air juga memungkinkan vitamin C bertindak sebagai diuretik dengan cara membantu ginjal mengeluarkan air dan garam berlebih dari pembuluh darah melalui urine.
Dengan berkurangnya jumlah air dan garam dalam pembuluh darah, tekanan pada pembuluh darah pun akan menurun.
- Bawang Putih
Bawang putih merupakan salah satu rempah yang wajib ada pada setiap masakan.
Rempah ini juga dipercaya menjadi obat herbal untuk menurunkan tekanan darah secara alami.
Sebuah literatur dalam Pharmacognosy Review (2011) menunjukkan bahwa bawang putih bisa menurunkan tekanan darah, terutama pada pengidap jenis hipertensi esensial atau primer.
Senyawa allicin pada bawang putih diyakini mampu meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh.
Senyawa ini membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga tekanan darah pun menurun.
Di samping itu, bawang putih juga diketahui membantu menurunkan kadar kolesterol yang jadi salah satu faktor penyebab hipertensi
- Kayu Manis
Selain sebagai penambah cita rasa masakan, kayu manis juga berpotensi menjadi salah satu obat tradisional hipertensi.
Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition (2011) menyebutkan kayu manis membantu penurunan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada orang dengan diabetes tipe 2.
Meski begitu, kayu manis belum terbukti secara langsung bisa menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi sehingga studi lanjutan dibutuhkan untuk membuktikannya.
Diabetes memang bisa memicu hipertensi, terutama hipertensi sekunder.
Ini karena resistensi insulin pada pengidap diabetes bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.
- Akar Kucing
Tanaman akar kucing atau juga dikenal dengan istilah catnip ini seringkali digunakan sebagai obat herbal, termasuk untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Serupa dengan daun basil, akar kucing membantu menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat reaksi kalsium dalam sel-sel tubuh Anda.
Anda pun bisa menemukan obat darah tinggi alami ini dalam bentuk suplemen di apotek.
- Sayuran Hijau
Menurut Harvard Medical School, banyak sayuran berdaun hijau, seperti kubis, bayam, dan collard mengandung kalium dan magnesium yang merupakan mineral utama untuk mengendalikan tekanan darah.
Nutrisi ini merupakan bagian penting dari diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Diet kaya kalium membantu tubuh menjadi lebih efisien dalam membuang kelebihan natrium.
Sebaliknya, magnesium dalam sayuran hijau membantu meningkatkan aliran darah yang sehat.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan asam amino sitrulin yang ditemukan dalam buah semangka dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi.
Sebuah studi menemukan mereka yang mengonsumsi ekstrak semangka mengalami penurunan tekanan darah secara alami, khususnya di pergelangan kaki dan arteri lengan.
- Buah Kiwi
Kiwi dipercaya sebagai salah satu buah penurun darah tinggi.
Para peneliti menemukan bahwa makan tiga buah kiwi sehari selama delapan minggu dapat menurunkan tekanan darah
Sementara itu, satu porsi kiwi harian juga bisa mengurangi tekanan darah pada orang-orang yang tekanan darahnya meningkat, meski tidak signifikan.
- Buah Beri
Makanan yang bisa menurunkan darah tinggi selanjutnya adalah buah beri.
Pigmen yang memberi warna pada jenis buah beri, seperti blueberry, stroberi, dan blackberry, kaya akan antosianin yang punya manfaat luar biasa bagi pembuluh darah kamu.
Ini adalah senyawa alami yang dapat membantu dinding arteri menjadi lebih luas dan lebih fleksibel untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung kamu.
- Ikan Berlemak
Ikan berlemak yang memiliki kandungan omega-3 tinggi, seperti salmon, dapat bermanfaat sebagai makanan untuk orang darah tinggi.
Penelitian menunjukkan omega-3 dapat membantu menurunkan tekanan darah.
American Heart Association merekomendasikan untuk makan ikan berlemak setidaknya dua kali dalam seminggu.
- Minyak Zaitun
Tidak ada salahnya mengganti minyak sawit Anda selama ini dengan minyak zaitun.
Pasalnya, minyak zaitun mengandung senyawa polifenol.
Senyawa ini, menurut peneliti dari University of California, dapat melawan peradangan dan menurunkan darah tinggi.
Kandungan polifenol dalam minyak zaitun sangat baik untuk tubuh.
Polifenol dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan membantu pembuluh darah tetap elastis.
Ini adalah pilihan cerdas untuk lemak sehat.
Gunakan sebagai pengganti mentega, minyak sayur, atau minyak kanola dalam masakan kamu saat mengolah makanan penurun darah tinggi.
- Buah Sitrun
Buah sitrus seperti jeruk, jeruk bali, dan lemon merupakan makanan penurun darah tinggi alami.
Ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition and Metabolism pada tahun 2014.
Penelitian tersebut melihat pengaruh sitrus terhadap 101 wanita di Jepang selama 5 bulan.
Hasilnya, para partisipan melaporkan bahwa jus lemon yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.
- Kacang Pistachio
Makanan penurun darah tinggi lain yang bisa Anda coba yaitu kacang pistachio. Kacang pistachio mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk kalium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
Berdasarkan penelitian meta analisis yang dilansir pada the American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2015, melaporkan bahwa di antara semua jenis kacang yang diteliti (walnut, almond, hazelnut, mede, makadamia, pistachio, kacang tanah, dan kacang kedelai), kacang pistachio memiliki efek yang paling signifikan dalam menurunkan tekanan darah.
- Wortel
Selama ini Anda amungkin hanya tahu manfaat wortel untuk kesehatan mata saja.
Namun ternyata, wortel juga menjadi sayuran penurun darah tinggi.
Wortel mengandung chlorogenic, p-coumaric, dan caffeic acids yang dapat membantu turunkan tekanan darah.
Meski wortel dapat dicampurkan di berbagai olahan masakan, sebaiknya konsumsi mentah jika Anda ingin mendapatkan manfaatnya sebagai makanan penurun darah tinggi.
Studi dari Journal of Human Hypertension tahun 2014 pada 2.195 orang usia 40-59 tahun, menyimpulkan bahwa konsumsi wortel mentah secara rutin dapat menurunkan tekanan darah.
- Chia Seeds
Chia seeds kini sedang naik pamor menjadi super food yang diklaim memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya sebagai makanan untuk menurunkan darah tinggi.
Chia seeds mengandung kalium, magnesium, dan serat yang penting untuk pengaturan tekanan darah.
Penelitian pada jurnal Plant Foods for Human Nutrition di tahun 2014, melaporkan bahwa mengonsumsi chia seeds 35 gr setiap harinya selama 12 minggu dapat menurunkan kebutuhan dosis obat darah tinggi pada penderita hipertensi.
- Bayam
Seperti buah bit, bayam kaya akan nitrat.
Selain itu bayam juga tinggi akan antioksidan, kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat menjadi pilihan makanan penurun darah tinggi.
Menurut studi yang dilansir di jurnal Clinical Nutrition Research pada tahun 2015, disebutkan bahwa subjek penelitian yang diberikan sayur bayam 500 ml setiap harinya selama 7 hari mengalami penurunan tekanan darah.
Berbagai buah, sayur, dan makanan di atas dapat menjadi pilihan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Namun, jika ingin mengonsumsi buah dan sayur serta ingin mendapatkan manfaat penurun darah tinggi, sebaiknya konsumsi mentah dan tidak ditambahkan apapun.
Konsumsinya juga tentu harus dibarengi dengan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menghindari hal yang meningkatkan risiko meningkatnya tekanan darah. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto