RADARMAGELANG.ID, Magelang –Setiap pecinta anggrek pasti berharap koleksinya bakal tumbuh subur, berbunga indah.
Anggrek yang bermekaran di kebun, akan membuat pemiliknya bahagia.
Namun, tidak semua impian itu jadi kenyataan. Sebaliknya, banyak yang tanaman anggreknya kurus, layu bahkan kering.
Padahal sebelumnya ketika beli, terlihat subur dan bunganya indah.
Untuk membuat anggrek tumbuh dengan baik perlu perawatan yang telaten.
Namun, ketelatenan saja tidak cukup. Perlu pengetahuan mengenai seluk-beluk anggrek. Semua bisa dipelajari dari pengalaman sehari-hari.
Nah, bila anggrek koleksi di kebun layu dan kering, segera lakukan perawatan. Agar tidak keburu mati.
Di bawah ini beberapa langkah untuk membuat anggrek layu menjadi hidup bertunas lagi.
- Cari penyebab anggrek layu
Anggrek yang tidak sehat akan terlihat dari daunnya layu, tidak segar, kadang terdapat bercak hitam. Akarnya mengering kisut.
Langkah pertama cari tahu yang menyebabkan anggrek kesayangan kita layu.
Bongkar media tanamnya. Cek batang dan akarnya. Seringkali kita temukan akarnya dipenuhi bercak putih. Periksa juga batangnya.
Di balik tangkai batang apakah ada jamur yang tumbuh.
Penyebab anggrek menjadi layu antara lain media tanam yang kurang tepat.
Selain itu adanya jamur yang tumbuh di akar maupun di batangnya.
Serangan jamur bisa menyebabkan tanaman layu.
- Potong bagian yang layu
Bagian dari anggrek yang layu sebaiknya segera dipotong.
Tujuannya agar tidak menyebar ke bagian lain. Gunakan gunting atau pisau yang bersih agar tidak menimbulkan bakteri baru.
- Semprotkan antijamur
Batang, akar atau daun yang telah dipotong segera dibuang. Lalu, bekas potongan tersebut disemprot dengan antijamur.
Bahkan ada yang menyarankan dengan mengoleskan obat merah. Ini untuk menghilangkan bakteri atau jamur.
- Ganti media tanam
Media tanam lama sebaiknya tidak digunakan lagi. Ganti dengan media baru yang bebas dari jamur dan bakteri.
Bisa memilih media tanam berupa arang, atau moss, atau pakis. Bisa juga serabut kelapa dan kayu.
- Gunakan pot yang baru
Ganti pot lama dengan yang baru. Pilih pot yang memiliki banyak lubang.
Agar sirkulasi udara dan air mengalir dengan baik. Air yang terlalu lama menggenang dalam pot akan menimbulkan bakteri sehingga akar membusuk.
Pot terbuat dari tanah liat cukup bagus untuk anggrek. Karena kelembabannya terjaga. Sesuaikan pot dengan tanaman.
Jangan sampai akar tanaman berdesak-desakan karena ukuran pot terlalu kecil.
- Siram sesuai kebutuhan
Anggrek memerlukan kelembaban tinggi. Namun tidak berarti membutuhkan banyak air.
Siram sesuai kebutuhannya. Karena jika terlalu banyak air justru akan membuat busuk pada akarnya.
Ketika menyiram anggrek, pastikan airnya mengalir lancar, tidak ada yang menggenang di dalam pot.
Pastikan juga tidak ada air yang tergenang di balik kelopak daun.
- Sinar matahari yang cukup
Letakkan anggrek di tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari pagi. Namun jangan sampai terlalu panas.
Terutama pada anggrek jenis bulan yang tidak tahan panas. Akan sangat baik bila mendapatkan cahaya matahari dari balik dedaunan dari pohon lain.
- Beri pupuk
Anggrek akan tumbuh dengan baik bila kita rajin memberi pupuk. Bisa disemprotkan pupuk cair yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan daun, akar maupun bunganya.
Penyemprotan vitamin B1 sangat baik untuk anggrek yang baru dipindahkan dari media baru. Fungsi vitamin ini untuk mengatasi stres pada anggrek.
Semprot pupuk pada akar media dan batangnya secara rutin seminggu sekali.
Jangan lupa dicek kondisinya, apakah mulai tumbuh akar atau tunas baru. Dengan langkah-langkah di atas anggrek yang layu akan tumbuh subur lagi. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo