Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ini 7 Tips Membuat Anggrek yang Malas Berbunga Kembali Rajin Berkembang, Salah Satunya dengan Repotting

Lis Retno Wibowo • Jumat, 28 Juni 2024 | 19:59 WIB
Anggrek dendrobium ini perlu direpotting. Terlihat akarnya mencuat keluar dari pot.
Anggrek dendrobium ini perlu direpotting. Terlihat akarnya mencuat keluar dari pot.

RADARMAGELANG.ID, Magelang –  Anggrek, salah satu tanaman hias yang tak lekang oleh waktu dan tak terpengaruh oleh tren yang tengah booming.

Ketika membeli anggrek, biasanya kita memilih yang sudah berbunga sehingga tahu seperti apa bunganya. Harapannya bunga akan mekar tahan lama.

Inginnya setelah bunga rontok, tak berapa lama akan muncul bunga kembali. Namun, seringkali kenyataan tak seperti yang diharapkan.

Sejak pertama beli, anggrek tidak kunjung berbunga lagi. Bahkan ada yang sampai bertahun-tahun stagnan, alias hanya subur daunnya, tak ada bunga.

Wah sedih rasanya, sudah berusaha keras merawat tak muncul bunga yang diharapkan. Alias anggrek malas berbunga

Tak perlu khawatir. Anggrek tak berbunga bukan berarti tanaman itu mandul atau akan mati. Anggrek tersebut dalam masa dorman atau istirahat. Masih melangsungkan proses metabolisme. Suatu saat akan berbunga kembali.

Untuk itu perlu didorong agar tanaman keluar bunga lagi. Bagaimana caranya? Di bawah ini beberapa langkah atau cara mendorong anggrek berbunga lagi.

  1. Pindah ke pot yang baru

Repotting atau memindahkan tanaman ke pot yang baru perlu dilakukan terutama bila akar-akarnya telah mencuat keluar dari potnya.

Akar keluar menandakan pot terlalu kecil tidak lagi bisa menampung tanaman.

Untuk memindahkan tanaman, caranya media disiram agar lunak, sehingga akarnya mudah dicabut.

Lakukan perlahan agar akar-akarnya tidak putus. Bersihkan dari media tanam. Setelah itu rendam sebentar dalam air yang telah diberi cairan vitamin B. Tujuannya agar, anggrek tidak stres.

Pilih pot yang memiliki banyak lubang, agar udara dan air bisa keluar lancar. Tidak menggenang dalam pot maupun di dalam medianya.

Terlalu banyak air akan membuat akar busuk. Pilih pot yang lebih besar sehingga bisa menampung semua akar tanpa harus berdesak-desakan. Sebelumnya, pot dapat direndam sebentar dengan air campuran fungsida.

  1. Potong tangkai bunga yang telah rontok

Setelah anggrek berbunga, tangkainya akan mengering. Terutama untuk anggrek dendrobium. Maka, segera potong tangkai tersebut.

Gunakan gunting atau pisau yang steril. Untuk anggrek bulan, jangan seluruhnya dipotong. Sisakan tangkai sekitar 2,5 cm agar bisa tumbuh bunga lagi.

  1. Gunakan media tanam baru

Sebaiknya media tanam lagi tidak digunakan lagi karena dimungkinkan sudah tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tanaman.

Maka, pakai media tanam yang baru. Bisa menggunakan kulit kayu pinus dicampur moss. Bisa juga dengan arang kayu.

Pastikan media tanam dapat mengalirkan air dengan baik. Dan sirkulasi udara berlangsung dengan baik.

Pot tanaman bisa menggunakan pot dari tanah liat, atau pot plastik. Bisa juga ditempelkan ke media tanam pakis yang banyak dijual di toko-toko tanaman. Terpenting adalah sirkulasi udara dan drainase lancar.

Tidak lupa, beri pupuk pada media baru tersebut. Pupuk bisa berupa butiran yang ditempatkan di media tanaman. Atau pupuk yang disemprotkan. Bisa puput penumbung bunga, daun maupun akar.

  1. Selalu pantau kondisi akar dan daun

Penyiraman menjadi faktor penting untuk pertumbuhan anggrek. Tanaman yang kekurangan air akan layu.

Bila kelebihan air, akarnya akan membusuk. Maka, sering-sering lah memantau kondisi tanaman. Cek selalu akarnya.

Jika akarnya lembek atau daunnya membusuk, layu, atau berubah warna, kemungkinan terlalu banyak air. Kurangi penyiraman dan kurangi pula jumlah aiarnya.

Apabila ditemukan akar membusuk, segera dipotong. Dan bila perlu disemprot fungsida untuk menghindari jamur.

Cek juga lekukan di daun atau di batangnya, bila masih ada genangan air, segera keringkan.  

  1. Jangan biarkan akar mengering

Jika akar anggrek terlihat keriput, kemungkinan kekurangan air. Perlu penyiraman lebih intens dengan jumlah air yang lebih banyak.

Anggrek yang kekurangan air akan menghambat pertumbuhannya. Cara lain dengan merendam tanaman untuk beberapa saat di dalam air.

Tentu saja tanaman harus dikeluarkan dari medianya lalu direndam dalam air bersih.

  1. Sinar matahari yang cukup

Seperti halanya tanaman lain, anggrek memerlukan cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya.

Daun anggrek berwarna hijau gelap menandakan kekurangan sinar matahari. Tempatkan anggrek di area yang terkena sinar matahari langsung pada pagi hari.

Sebaliknya, bila daun menguning kecoklatan, kering, kasar pertanda kelebihan cahaya matahari atau terlalu panas.

Pindahkan ke tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung atau ke tempat yang  lebih sejuk.  Misalnya di bawah pepohanan yang rimbun dan banyak angin.

Anggrek dendrium ini terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Anggrek dendrium ini terlalu banyak terpapar sinar matahari.
  1. Tempatkan pada suhu yang tepat

Suhu tidak tepat akan menghambat tanaman tumbuh berkembang. Jika tanaman berubah warna, berlubang dan terdapat luka atau terlihat kempes, menandakan suhunya tidak cocok. Atau terlalu dingin. Pindahkan ke area yang lebih hangat.

Anggrek akan terhambat pertumbuhannya pada suhu di bawah 10 derajat Celcius. 

Beberapa tips di atas perlu dicoba agar anggrek kesayangan kembali berbunga setelah sekian lama vakum. Bunga yang indah akan membuat suasana lebih nyaman. (lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#media tanam baru #repotting #anggrek #penyiraman #masa istirahat #repoting #akar mencuat #drainase lancar #anggrek malas berbunga #Vitamin B1