Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Jarang yang Tahu, Daun Kratom atau Purik Berkhasiat untuk Kesehatan, Salah Satunya Meredakan Depresi dan Kecemasan

H. Arif Riyanto • Selasa, 25 Juni 2024 - 23:11 WIB
Di Indonesia, daun kratom sering diolah menjadi jamu dan teh herbal. Selain itu, kratom juga tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk
Di Indonesia, daun kratom sering diolah menjadi jamu dan teh herbal. Selain itu, kratom juga tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk

RADARMAGELANG.ID—Kratom atau daun purik (Mitragyna speciosa) adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Sejak dulu, tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat setempat.

Di Indonesia, daun kratom sering diolah menjadi jamu dan teh herbal.

Selain itu, kratom juga tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk dan kapsul.

Beragam manfaat yang ditawarkan oleh daun kratom tak lepas dari kandungan yang ada di dalamnya.

Daun kratom mengandung beberapa jenis senyawa alkaloid yang baik untuk tubuh, antara lain: Mitragynine, 7-hydroxymitragynine, Speciociliatine, Corynantheidine, Speciogynine, Paynantheine dan Mitraphylline.

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memasukkan kratom ke dalam daftar NPS dan Narkotika Golongan I.

Hanya saja, kratom belum dicantumkan sebagai narkotika pada Permenkes No. 9 Tahun 2022 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pun telah menerbitkan surat edaran yang melarang penggunaan kratom (Mitragyna speciosa) dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Meski telah tergolong sebagai narkotika, peredaran kratom belum diatur dalam undang-undang. Hal ini membuat legalitasnya masih dipertanyakan.

Daun kratom dapat Anda temukan dengan mudah di toko online atau e-commerce.

Kebanyakan toko menjualnya sebagai obat herbal  untuk meredakan rasa sakit dan kecemasan.

Sejumlah studi klinis telah menguji potensi manfaat dari daun ini bagi kesehatan tubuh, antara lain:

  1. Meningkatkan Gairah Seksual

Daun kratom berpotensi memiliki efek afrodisiak yang kuat.

Afrodisiak merupakan istilah untuk beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat meningkatkan gairah seksual.

Tak hanya gairahnya saja yang meningkat, penggunaan kratom juga diklaim memberikan lebih banyak energi saat berhubungan dan membantu mempertahankan ereksi lebih lama.

  1. Meredakan Depresi dan Kecemasan

Daun kratom memiliki efek yang sangat mirip dengan opioid.

Efek ini dihasilkan oleh senyawa alkaloid yang mampu menenangkan saraf dan meningkatkan mood penggunanya.

Jika dipakai dalam dosis tertentu, kratom mampu memberikan efek sedatif atau menenangkan. Efek inilah yang membantu meredakan gejala depresi dan gangguan kecemasan.

  1. Menambah Stamina Tubuh

Dalam dosis rendah sekitar 1–5 gram, kratom dapat memberikan efek stimulan.

Kratom dapat membuat Anda merasa lebih berstamina dan lebih waspada.

Konsumsi daun ini juga bisa meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Hal ini tentu akan mempercepat pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya.

Hasilnya, sel-sel tubuh mampu memetabolisme makanan jauh lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak energi dari biasanya.

  1. Meredakan Nyeri Otot

Bahan aktif utama kratom, yakni senyawa alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine telah terbukti dapat memberikan efek anti-inflamasi (antiradang), analgesik (pereda nyeri), dan pelemas otot.

Hal inilah yang membuat daun kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia

Fibromyalgia umumnya ditandai dengan nyeri otot dan pegal linu pada seluruh badan. Gangguan ini juga sering kali disertai dengan rasa lelah, kantuk, dan perubahan suasana hati.

  1. Mencegah Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan serangkaian kondisi yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon (2022) menunjukkan bahwa pengguna daun kratom berisiko lebih rendah untuk mengidap sindrom metabolik.

Penggunaan kratom juga dikaitkan dengan ukuran lingkar pinggang yang lebih kecil, kadar trigliserida yang lebih rendah, dan kadar HDL (kolesterol baik) yang lebih tinggi.

  1. Mengobati Kecanduan Opioid

Kratom juga memiliki khasiat bagi orang yang kecanduan opioid.

Daun ini bisa diberikan pada tahapan rehabilitasi medis untuk mengurangi gejala putus obat (withdrawal syndrome).

Withdrawal syndrome atau lebih dikenal sebagai sakau merupakan serangkaian respons tubuh setelah berhenti atau mengurangi asupan zat-zat yang memicu kecanduan.

Pemberian kratom sebagai opioid membantu pencandu berhenti untuk menggunakan narkoba secepat dan seaman mungkin.

  1. Pereda Nyeri

Kratom memiliki tiga jenis yang berbeda.

Semuanya merupakan pereda efektif untuk nyeri kronis. Jenisnya meliputi vena putih, vena hijau, dan vena merah.

Ketiganya menawarkan efek pereda nyeri dengan menempel pada reseptor opioid. Manfaat ini terjadi berkat senyawa 7-hidroksi mitraginin dalam daun.

Meski daun ini menargetkan reseptor opioid seperti morfin dan kodein, para ahli menganggapnya sebagai opioid atipikal.

Sebab, daun kratom bekerja secara selektif menonaktifkan sinyal tertentu. Efek sampingnya lebih rendah ketimbang opioid biasa.

  1. Meningkatkan Mood

Daun kratom memiliki efek peningkat suasana hati.

Masyarakat sering menggunakan tanaman herbal ini untuk pengobatan tradisional bagi orang-orang yang kecanduan opioid, yang membantu meringankan gejala penarikan morfin dan etanol.

Selain itu, daun kratom juga berpotensi sebagai antidepresan.

Sebab, daun ini dapat menurunkan kadar kortikosteron.

Kadar kortikosteron yang tinggi terkait dengan depresi.

Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu untuk membuktikan hal ini. (*/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#obat herbal #purik #kratom #kesehatan alami #Pereda nyeri #sindrom #stamina tubuh #kecemasan #narkoba #depresi #Daun kratom #Meredakan nyeri otot #gairah seksual