RADARMAGELANG.ID—Tanaman putri malu merupakan tanaman yang saat disentuh akan menutup.
Karena keunikannya tersebut tumbuhan dengan nama latin Mimosa pudica L ini menarik perhatian.
Di balik sifatnya yang sensitif terhadap sentuhan, daun putri malu menyimpan banyak manfaat kesehatan yang menarik.
Tumbuhan liar yang sering kita jumpai ini kaya akan manfaat dalam bidang pertanian.
Tanaman putri malu (Mimosa Pudica) tanaman asal Amerika Tropis dan tersebar di wilayah Asia.
Tanaman ini merupakan tanaman perdu pendek suku polong – polongan, hidup di ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.
Putri malu memiliki kemampuan gerak seismonas (tigmonasti), artinya daun tanaman akan menguncup ketika disentuh.
Berikut khasiat air rebusan daun putri malu untuk kesehatan:
- Antikolesterol
Penelitian berjudul Profiling gc-ms ethanol extract of putri malu leaves (Mimosa pudica L.) and its potential as anti cholesterol in vitro yang terbit pada Jurnal Universitas Sebelas Maret menemukan, bahwa putri malu memiliki sifat antikolesterol.
Temuan penelitian tersebut mengungkapkan ekstrak etanol daun putri malu menunjukkan aktivitas antikolesterol yang kuat.
Kandungan ini juga menunjukkan potensinya sebagai agen pengobatan hiperkolesterolemia.
Hiperkolesterolemia sendiri adalah kondisi saat kadar kolesterol total, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam darah terlalu tinggi.
Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, salah satunya aterosklerosis.
- Antikejang
Menurut studi ilmiah berjudul Anticonvulsant activity of Mimosa pudica decoction yang terbit pada Fitoterapia, rebusan daun putri malu dapat melindungi terhadap kejang akibat pentylenetetrazole dan strychnine.
Penelitian juga menyebutkan, efektivitas antikejang pada putri malu tidak berpengaruh terhadap kejang yang terjadi karena picrotoxin.
Meski beguna, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
- Menyehatkan Pencernaan
Manfaat putri malu lainnya adalah meningkatkan kesehatan pencernaan, terutama pada organ usus.
Tanaman herbal ini membantu meningkatkan gerak usus, sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.
Cara ini dapat membantu mencegah konstipasi dan melancarkan BAB.
- Mencegah Radikal Bebas
Khasiat ini datang dari kandungan baiknya berupa antioksidan.
Asupan tersebut berperan dalam menghentikan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh yang berasal dari racun dan kotoran.
Dari biji, batang, hingga daunnya, bagian daun putri malulah yang paling banyak mengandung antioksidan.
Sementara pada bagian biji dan batangnya, antioksidan hadir dalam jumlah yang lebih kecil.
- Mencegah Masalah Hati
Putri malu dapat membantu mencegah masalah hati, terutama pada pengidap penyakit Lyme dan infeksi parasit.
Patogen penyebab kedua penyakit tersebut biasanya bersembunyi di hati, lalu menyumbat sistem kerja organ tersebut.
Dari penyumbatan, akan muncul peradangan pada organ hati.
Hal ini kemudian disusul dengan kerusakan organ, hingga tidak dapat berfungsi sepenuhnya.
Padahal, hati berfungsi menghasilkan cairan empedu untuk metabolisme pencernaan.
Selain daun putri malu, Anda juga bisa mencoba daun kelor untuk membantu menjaga kesehatan menyeluruh.
- Mengobati Wasir atau Ambeien
Manfaat daun putri lainnya, yaitu efektif membantu mengobati wasir.
Ramuan ini bisa Anda konsumsi 2-3 kali sehari saat mengalami kekambuhan gejala wasir.
Jika sudah sembuh, hentikan penggunaan untuk meminimalkan efek samping pasca penggunaan.
- Mengatasi Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi berbahaya yang bisa berujung pada penyakit jantung, stroke, dan sakit ginjal.
Jika tekanan darah sedang tinggi, kamu bisa mengambil sari daun yang sudah dihancurkan. Konsumsi 15 ml sebanyak 2 kali sehari.
- Mengontrol Gula Darah
Manfaat bahan alami daun putri malu yang pertama adalah kemampuannya dalam mengontrol gula darah.
Sejumlah penelitian menemukan, ekstrak daun putri malu dapat membantu mengatur kadar gula darah.
- Mencegah Kanker
Selain sebagai obat, bahan alami ini juga bisa bertindak sebagai langkah preventif mencegah penyakit.
Senyawa-senyawa aktif yang terdapat dalam daun putri malu, telah diteliti dan berpotensi dapat mencegah kanker. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto