Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

4 Dampak Sering Mengeluarkan Sperma Bagi Tubuh, Lalu Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

H. Arif Riyanto • Minggu, 23 Juni 2024 - 20:31 WIB
Sejumlah studi menyebut bahwa ejakulasi atau sperma keluar dari organ vital pria bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.
Sejumlah studi menyebut bahwa ejakulasi atau sperma keluar dari organ vital pria bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

RADARMAGELANG.ID—Para pria, tahukah Anda bahwa mengeluarkan sperma atau kerap dikenal dengan istilah ejakulasi  memiliki peran besar pada kondisi tubuh?

Ya, sejumlah studi menyebut bahwa ejakulasi atau sperma keluar dari organ vital pria bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

Tak pelak, di kalangan pria jamak muncul pertanyaan berapa kali seminggu sperma harus keluar?

Sejumlah pria jamak yang mempertanyakan perilaku seksual mereka normal atau tidak.

Salah satu takaran yang digunakan adalah frekuensi atau sering tidaknya ejakulasi atau mengeluarkan sperma.

Dilansir dari Medical News Today, sebenarnya tidak ada patokan baku berapa kali seminggu sperma harus keluar.

Frekuensi ejakulasi atau sperma keluar setiap individu bisa berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kesehatan dan status hubungan pribadi masing-masing.

Berdasarkan studi di AS pada 2015, pria paling sering ejakulasi dari bercinta dengan pasangannya saat berusia 25-29 tahun.

Dari penelitian terpantau, frekuensi bercinta dan seringnya sperma keluar tersebut semakin menurun atau makin jarang seiring pertambahan usia.

Hingga kini, belum ada patokan baku frekuensi ideal pria mengeluarkan sperma dalam sepekan, baik itu melalui masturbasi atau bersama pasangannya.

Dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh juga tidak bisa dipukul rata antara satu pria dengan pria yang lainnya.

Ejakulasi atau sperma keluar baru berbahaya bagi pria apabila pria tidak nyaman melakukannya dan aktivitas seksual menyebabkan nyeri.

Ejakulasi memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti tidur lebih nyenyak dan bahkan daya tahan tubuh lebih kuat.

Namun, ada berbagai dampak yang bisa terjadi jika pria terlalu sering mengeluarkan spermanya.

Terlalu sering mengeluarkan sperma melalui ejakulasi bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh seperti dilansir dari Alodokter:

  1. Kelelahan

Dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh dapat menyebabkan kelelahan.

Ini karena apa pun bentuk aktivitas seksual yang Anda lakukan umumnya membutuhkan banyak energi.

Apabila terlalu sering dilakukan, aktivitas seksual tentu bisa menguras energi sehingga tubuh mudah lelah.

  1. Luka di Area Penis

Dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh kerap menyebabkan luka dan bengkak di area penis.

Hal ini bisa terjadi karena rangsangan, seperti meremas atau memijat, yang terlalu kasar dan terlalu sering pada penis.

Jika penis mengalami luka atau bengkak, sebaiknya hentikan berbagai aktivitas seksual sementara waktu hingga luka di penis sembuh.

Bila luka sulit sembuh atau disertai gejala lain, periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat pengobatan.

3. Kecanduan Seks

Dampak sering ejakulasi atau mengeluarkan sperma juga sering dikaitkan dengan kecanduan seks yang tanda-tandanya meliputi:

Ini dapat terjadi ketika pria selalu ingin berhubungan intim dan membuat wanita terpaksa melakukannya hanya untuk memenuhi hasrat seksual pasangannya.

  1. Kualitas Sperma Berkurang

Dampak terlalu sering mengeluarkan sperma bagi tubuh juga bisa mengurangi kualitas sperma.

Ejakulasi yang terlalu sering bisa membuat kekentalan, volume, dan jumlah sperma berkurang.

Ini karena produksi air mani dan sperma menjadi lebih singkat akibat dikeluarkan dalam waktu yang pendek pula.

Nah, itulah 4 dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh.

Jika Anda merasa memiliki tanda-tanda kecanduan seks hingga sering ejakulasi atau kebiasaan ejakulasi sampai mengganggu aktivitas dan hubungan Anda dengan pasangan, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater. (*/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#kecanduan seks #penis #frekuensi #sperma #ejakulasi #bercinta #kualitas sperma #kelelahan