RADARMAGELANG.ID—Daun kari atau kare bukan sekadar rempah untuk masakan.
Berbagai penelitian membuktikan manfaat tanaman itu untuk menjaga fungsi otak dan liver, serta mengendalikan berat badan, diabetes, hingga kadar lemak dalam darah.
Peneliti India menyebut tanaman daun kari sebagai tanaman ajaib.
Daun kari atau Murraya koenigii merupakan herbal asli India yang digunakan baik untuk pengobatan maupun kuliner.
Di Indonesia, daun kari lebih dikenal dengan salam koja atau temurai.
Daun ini banyak digunakan dalam kuliner Aceh dan melayu.
Daun kari sangat aromatik dan memiliki rasa yang unik.
Daun kari populer digunakan dalam masakan untuk menambah rasa pada masakan, seperti kari, nasi, dan makanan dengan rempah kuat lainnya.
Selain digunakan dalam kuliner, daun kari juga menawarkan beragam manfaat kesehatan.
Daun kari kaya akan zat tanaman pelindung, seperti alkaloid, glikosida, dan senyawa fenolik.
Ekstrak daun kari telah terbukti memberikan efek antioksidan yang kuat dalam beberapa penelitian.
Tinggi tanaman itu bisa mencapai 5 meter.
Cukup dengan menancapkan potongan cabang atau batang ke media tanam, dalam waktu relatif singkat sudah terlihat pertumbuhannya.
Yang paling mudah dikenal adalah bentuk dan bau daun.
Bentuknya lonjong dengan warna hijau yang cenderung terang, tepi daun bergerigi kecil, dengan ujung daun meruncing.
Rasa pahit, dengan bau yang memang spesifik dan cukup tajam.
Bau itu mengindikasikan adanya kandungan minyak esensial di dalamnya.
Ada yang menyamakan daun kari dengan daun salam.
Namun, ukuran, bentuk, dan bau keduanya berbeda.
Dalam bahasa Inggris, nama daun itu adalah curry leaf, bahasa Indonesia salam koja.
Malaysia mengenalnya dengan nama garupillai, sedangkan di Tiongkok dikenal dengan ma jiao ye.
Khasiat sebagai antioksidan dan antiradang daun kari tak perlu diragukan lagi.
Bahkan, peneliti India menyebut tanaman daun kari sebagai tanaman ajaib.
Tulisan di salah satu jurnal terbaru mengindikasikan berbagai zat kandungan seperti terpenoid, fenol, berbagai jenis mineral dan vitamin, karoten, serat, dan lainnya.
Namun, yang paling banyak mendapat perhatian peneliti adalah minyak atsiri dan senyawa golongan alkaloid.
Penyulingan daun menghasilkan minyak atsiri dengan jumlah dan jenis komponen yang sangat kaya.
Itulah yang mendasari khasiatnya sebagai antijamur, yang terbukti melalui uji pada 10 jenis jamur penyebab penyakit.
Efek antioksidan minyak juga sangat baik. Bahkan, efektivitasnya dapat dibandingkan dengan antioksidan sintetik.
Minyak atsiri daun kari cocok sebagai bahan baku dalam industri pangan, kosmetik, dan obat. Misalnya, sebagai pewangi alami sabun dan minyak aromaterapi.
Berikut ini 12 manfaat daun kari untuk kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber:
- Bantu Kontrol Gula Darah
Penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa ekstrak daun kari dapat membantu mengurangi kadar gula darah tinggi dan melindungi terhadap gejala yang berhubungan dengan diabetes, termasuk nyeri saraf dan kerusakan ginjal.
Daun kari dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah secara efektif.
Mereka menawarkan perlindungan pada sel pankreas yang memproduksi insulin dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Kandungan mineral seperti tembaga, besi, seng, dan besi juga dapat bermanfaat bagi penderita diabetes.
- Dukung Pertumbuhan Rambut
Daun kari dapat merangsang folikel rambut dan mendorong pertumbuhan untaian rambut yang sehat dengan pigmen rambut normal.
Daun kari dapat digunakan untuk mengatasi rambut rontok dan rambut beruban dini.
Ekstrak daun kari dapat membantu mengatasi ketombe dan kulit kepala bersisik.
Daun kari kaya akan antioksidan yang menetralkan radikal bebas dan menjaga rambut tetap sehat dan kuat.
Mereka adalah sumber protein dan beta-karoten yang baik.
Daun kari adalah sumber protein dan beta-karoten yang baik.
Kedua nutrisi ini mencegah rambut rontok dan menipis.
Daunnya juga kaya asam amino yang membantu memperkuat folikel dan menjaganya tetap sehat.
- Kurangi Stres
Minyak atsiri daun kari dapat membantu mengurangi stres secara efektif.
Ini karena efek menenangkan dari aroma daun kari.
Studi menunjukkan bahwa menghirup linalool dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.
- Sifat Pereda Nyeri
Penelitian pada hewan pengerat telah menunjukkan bahwa pemberian oral ekstrak kari secara signifikan mengurangi rasa sakit yang diinduksi.
- Cegah Peradangan
Daun kari mengandung beragam senyawa anti-inflamasi.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun kari dapat membantu mengurangi gen dan protein terkait peradangan.
- Antibakteri
Sebuah studi tabung reaksi menemukan bahwa ekstrak daun kari menghambat pertumbuhan bakteri yang berpotensi berbahaya, termasuk Corynebacterium tuberculosis dan Streptococcus pyogenes.
Daun kari mengandung alkaloid karbazol yang merupakan senyawa dengan sifat antibakteri, antikanker dan antiradang.
Daun kari juga mengandung senyawa linolol yang memberi aroma pada daun kari.
Senyawa ini memiliki sifat membunuh bakteri.
- Bantu Turunkan Berat Badan
Alkaloid karbazol dalam daun kari bekerja melawan penambahan berat badan dan membantu mengatur kadar kolesterol dalam tubuh.
Konsumsi daun kari bersama dengan diet sehat dan olahraga teratur untuk menurunkan berat badan lebih cepat.
- Atasi Masalah Pencernaan
Daun kari bisa digunakan untuk mengobati sakit perut.
Konsumsi daun kari berguna mengatasi kondisi seperti diare, sembelit, dan disentri.
Daun kari dikatakan mendukung pergerakan usus dan merangsang enzim pencernaan.
- Redakan Morning Sickness
Wanita di trimester pertama kehamilan dapat memilih daun kari untuk meredakan mual dan mual di pagi hari.
Daun kari membantu meningkatkan sekresi pencernaan dan meredakan mual, mual di pagi hari, dan muntah.
- Antikanker
Daun kari mengandung senyawa yang memiliki efek antikanker signifikan.
Sebuah studi tabung reaksi yang melibatkan tiga sampel ekstrak kari dari daun kari yang ditanam di lokasi berbeda di Malaysia menemukan bahwa semuanya menunjukkan efek antikanker yang kuat dan menghambat pertumbuhan jenis kanker payudara yang agresif.
Selain itu, ekstrak daun kari telah terbukti menjadi racun bagi sel kanker serviks dalam penelitian tabung reaksi.
Dalam satu penelitian pada tikus dengan kanker payudara, pemberian ekstrak daun kari secara oral mengurangi pertumbuhan tumor dan menghambat penyebaran sel kanker ke paru-paru.
Terlebih lagi, penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa senyawa alkaloid dalam daun kari yang disebut girinimbine menyebabkan kematian sel kanker usus besar.
Meskipun jelas bahwa daun kari mengandung senyawa yang berpotensi melawan sel kanker tertentu, penelitian tentang keefektifannya pada manusia diperlukan.
- Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Menambahkan daun kari ke dalam makanan dapat membantu mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol dan trigliserida.
Sebagai contoh, penelitian pada hewan menemukan bahwa ekstrak daun kari dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi.
Hasil ini berkorelasi dengan tingginya jumlah alkaloid yang disebut mahanimbine di daun kari.
Meski temuan ini menjanjikan, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan potensi manfaat daun kari ini.
- Memiliki Sifat Pelindung Saraf
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa daun kari dapat membantu melindungi kesehatan sistem saraf, termasuk otak.
Penelitian telah menunjukkan bahwa daun kari mengandung zat yang dapat membantu melindungi dari kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.
Lebih banyak penelitian pada manusia diperlukan sebelum kesimpulan yang kuat dapat dibuat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto