RADARMAGELANG.ID—Bagi yang tinggal di pesisir pantai, banyak tumbuh pohon bakau atau mangrove.
Selain untuk mencegah abrasi air laut, tanaman mangrove ini memiliki manfaat yang lebih banyak dari pada itu, salah satunya adalah di bidang kesehatan.
Pohon, daun, akar dan buah mangrove bisa sebagai obat herbal.
Buah pedada atau pidada merupakan buah dari pohon mangrove jenis Sonneratia caseolarism.
Buah ini menjadi salah satu jenis yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena tidak beracun, memiliki tekstur yang lembut dengan rasa khas yang banyak disukai.
Pedada memiliki ciri khas berbentuk bulat dengan ukurannya yang sedang.
Bagian dasar buah tertutup oleh kelopak bunga, dan sebagian besar buah ini memiliki warna kehijauan.
Tapi, pada beberapa daerah perairan air tawar seringkali ditemukan pedada yang berwarna kemerahan.
Bila dimasak, buah ini akan menimbulkan aroma keasaman.
Buah pedada bisa dikonsumsi secara langsung atau setelah melewati proses pengolahan.
Pedada memiliki aroma yang harum dan kuat sehingga seringkali diolah menjadi sirup, selai dan permen oleh masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat yang tinggal di sebagian wilayah Timor Barat, Flores, Sumba, Sabu dan Alor, buah Pedada ini juga digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras dan jagung pada saat terjadi krisis pangan.
Dalam dunia farmasi, buah mangrove ini juga diketahui memiliki khasiat sebagai pereda nyeri dan antibakteri.
Berdasarkan hasil studi, diketahui pedada yang telah dikeringkan memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi, lebih banyak dibandingkan dengan tepung ubi dan tepung tapioka.
Pedada mengandung sekitar 77% karbohidrat dan 9% protein.
Karena tinggi karbohidrat, maka tidak heran bila di beberapa daerah, seringkali pedada digunakan sebagai alternatif pangan pokok pengganti beras.
Selain itu, dalam 100 gram pedada segar juga mengandung 56 mg vitamin C, hampir sama dengan kandungan satu buah jeruk.
Penelitian lainnya juga sudah membuktikan adanya kandungan antioksidan pada pedada, seperti fenol, tannin, flavonoid dan saponin yang baik untuk menangkal radikal bebas.
Nah, berbagai manfaat inilah yang membuat pedada sangat berpotensi untuk bisa dikembangkan lebih banyak lagi dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan dan sejumlah sumber, berikut penyakit yang dapat diobati dengan memanfaatkan tanaman mangrove:
- Melancarkan Haid
Haid datang sebanyak satu kali dalam sebulan dengan hitungan 28 hari.
Namun di balik itu juga terkadang haid menjadi tidak lancar dan tidak teratur datangnya.
Penyebab haid tidak lancar bisa karena hormon, stres dan salah memilih makanan.
Minuman herbal alami yang berasal dari tumbuhan seperti bakau dapat membantu untuk melancarkan haid setiap bulannya.
- Mencegah Penyakit Ginjal
Sakit ginjal terjadi akibat salah satu atau dua buah ginjal di dalam tubuh tidak dapat lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Dalam tahap yang serius diperlukan cuci darah agar pasien penderita sakit ginjal ini dapat tetap hidup.
Namun biaya untuk melakukan sekali cuci darah tidak sedikit.
Untuk mencegah menyakit ginjal, Anda dapat meminum rebusan daun mangrove dua kali dalam sepekan.
- Obat Diare
Penyebab diare adalah terganggunya sistem pencernaan akibat salah makan atau memakan makanan yang telah terserang virus.
Penyakit ini menyebabkan penderitanya kehilangan banyak cairan sehingga merasa lelah dan letih.
Anda dapat merebus kayu mangrove dan meminum ekstraknya karena memiliki kandungan anti mencret dan anti muntah.
- Mengobati Kusta
Kusta merupakan penyakit kulit yang dapat menular.
Anda dapat memanfaatkan daun tanaman bakau untuk mengobati penyakit ini.
Selain itu, asap dari pembakaran kayunya juga dapat mengobati kusta.
- Flu
Flu dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Hal ini dapat diatasi dengan meminum ekstrak dari akar atau kulit kayu tanaman bakau.
- Obat Pelangsing
Kayu mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata direbus dengan air, lalu air rebusan (ekstraknya) dapat digunakan sebagai obat pelangsing, anti mencret dan anti muntah.
Cacahan kayunya bilamana ditempelkan pada luka yang baru, dapat menghentikan pendarahan.
Lebih jauh, daun mudanya yang masih segar bilamana dikunyah dapat berguna sebagai homeostasis dan anti septik.
Penampakan mangrove jenis Rhizophora spp, yang khas dengan ciri akarnya berbentuk cakar ayam.
- Pembersih Luka
Kulit kayu mangrove jenis Ceriops tagal sebagai obat pelangsing, dan air rebusannya dapat digunakan untuk pembersih luka.
Masih dari genus Rhizophoracea, inilah Ceriops tagal yang buahnya hampir serupa dengan Rhizophora spp, namun berukuran lebih kecil.
- Melindungi Luka dari Infeksi
Air ekstrak dari daun mangrove jenis Clerodendrum inerme digunakan untuk pencuci muka luka dan anti parasit pada kulit.
Daun kering yang masih segar dapat melindungi luka dari infeksi.
Daunnya yang direndam dalam air hangat bilamana digunakan pada kulit yang terluka akan mengurangi peradangan.
Air ekstrak dari akar yang dikeringkan rasanya pahit, dapat digunakan untuk menyembuhkan pilek, radang hati, pembengkakan hati (hepatomegaly), pembengkakan limpa (splenomegaly), dan luka trauma.
Tergolong mangrove asosiasi, Clerodendrum inerme juga memiliki khasiat obat yang hebat.
- Obat Pencuci Perut
Batang, akar dan daun mangrove jenis Derris trifoliata berperan sebagai obat pencuci perut dan dapat mengurangi pengaruh penyakit gizi pada anak-anak.
Termasuk mangrove asosiasi, di pesisir jenis ini terlihat mencolok dan mudah ditemukan karena bunganya yang berwarna keunguan.
- Obat Alergi dan Penyakit Cacar
Mandi dari air ekstrak dari rebusan kulit kayu dan akar mangrove jenis Acanthus ilicifolius dan Acanthus ebracteatus menolong dan mengurangi gejala flu, obat alergi pada kulit dan penyakit lainnya.
Jika dimakan akan mengembalikan/menyembuhkan akibat penyakit cacar.
Kulit kayu yang segar bila digunakan pada luka yang bernanah atau luka kronis akan mempercepat proses penyembuhannya.
Dicampur dengan jahe, campuran segarnya dapat digunakan untuk infeksi pada mata atau menyembuhkan penyalit malaria apabila dimakan.
Bila kulit kayu yang segar dicampur dengan kunyit dan gula tebu, maka memiliki pengaruh anti radang.
Secara lokal, dapat digunakan untuk pengobatan haemorrhoids.
Campuran segar tersebut bila dicampur dengan asam jawa dan madu dan diberikan secara oral dapat menormalkan kembali kondisi bibir.
Bisa juga dibuat teh, jenis Acanthus spp ini, ditemukan hidup menjalar di rawa mangrove dan sangat terkenal dengan durinya yang tajam.
- Obat Kudis
Kudis dapat diobati dengan menggunakan campuran buah dan daun segar mangrove jenis Thespesia populnea yang dioleskan pada kulit yang terinfeksi.
Air ekstrak dari kulit kayu digunakan untuk membersihkan luka kronis. Akar yang muda digunakan sebagai tonik.
Bunga kuningnya, menjadi ciri khas Thespesia populnea. Jenis ini juga termasuk mangrove asosiasi.
- Bersihkan Infeksi pada Lubang Telinga
Bunga segar mangrove jenis Hibiscus tiliaceus direbus dengan susu segar dan digunakan ketika dingin untuk membersihkan infeksi pada lubang telinga.
Hampir serupa dengan Thespesia populnea, Hibiscus tiliaceus memiliki daun yang agak tipis, berkulit dan permukaan bawah berambut halus dan berwarna agak putih.
Demikian informasi mengenai begitu hebatnya khasiat obat yang terkandung dalam tubuh mangrove.
Semoga bermanfaat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto