RADARMAGELANG.ID—Kecipir biasa dibuat menu lalapan, urap-urap maupun pecel.
Di beberapa daerah, kecipir dikenal dengan nama kacang belimbing (Sumatera Utara, Sumatera Barat), kacang embing (Palembang), jaat (Sunda), cipir, kecipir (Jawa), kelongkang (Bali), dan biraro (Menado, Ternate).
Tanaman yang memiliki nama latin Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) ini termasuk dalam family Fabaceae atau kacang-kacangan.
Selain sebagai pelengkap menu masakan, kecipir sangat baik untuk kesehatan.
Antara lain untuk mengatasi sembelit, menjaga kesehatan kulut, bahkan antikanker.
Dalam 100 gram atau sekitar 6 batang, kecipir terdapat 32 kalori dan beberapa nutrisi sebagai berikut:
6 gram karbohidrat
5,5 gram serat
3 gram protein
104 miligram kalium
63 miligram kalsium
37 miligram fosfor
19 miligram vitamin C
Selain beberapa nutrisi di atas, kecipir juga mengandung folat, vitamin A, vitamin E, dan antioksidan, seperti, tanin, niasin, thiamin, serta riboflavin.
Studi dalam Critical Reviews in Food Science and Nutritions menyebutkan, sebagian besar bagian kecipir bisa dikonsumsi.
Bagian bunga tanaman ini dapat dipakai sebagai salad dan bagian daunnya dapat dikonsumsi sebagai sayuran seperti bayam.
Sementara itu, bagian bijinya mirip dengan kedelai, dan bagian umbinya bisa diolah atau disantap mentah.
Berikut ini manfaat kecipir untuk kesehatan tubuh yang dirangkum dari berbagai sumber:
- Menurunkan Risiko Diabetes
Manfaat kecipir yang tidak boleh dilewatkan adalah membantu menurunkan risiko diabetes. Ini berkat kandungan kalsium dalam kecipir yang telah mampu memenuhi sekitar 80 persen dari total kebutuhan harian tubuh.
Studi menyebutkan, konsumsi makanan tinggi kalsium bersama dengan vitamin D bisa membuat metabolisme glukosa tubuh lebih optimal sekaligus menurunkan risiko diabetes.
Baik kalsium maupun vitamin D mempunyai dampak langsung terhadap sel pada organ pankreas, yang bertugas mengendalikan kadar gula darah dan sekresi hormon insulin.
Disebutkan, kalsium dibutuhkan untuk mendukung proses seluler yang berlangsung di dalam jaringan yang responsif terhadap insulin, seperti jaringan otot rangka dan lemak.
- Meningkatkan Imunitas
Sebanyak 100 gram kecipir memiliki kandungan vitamin C sebesar 19 miligram.
Kandungan tersebut sudah bisa memenuhi kebutuhan harian sekitar 20 sampai 30 persen. Studi dalam Nutrients menyebutkan, vitamin C adalah sumber antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dan meningkatkan imunitas.
Vitamin C bekerja aktif untuk meningkatkan pembentukan fagosit dan limfosit, sel darah putih yang berperan dalam memerangi infeksi pada tubuh.
Tak hanya itu, sifat antioksidan pada vitamin C juga memberikan perlindungan pada sel darah putih dari kerusakan yang terjadi akibat radikal bebas.
- Menurunkan Risiko Peradangan pada Tubuh
Manfaat kecipir selanjutnya adalah membantu menurunkan risiko peradangan pada tubuh. Ini berkat kandungan mangan dalam kecipir yang dapat meringankan nyeri dan peradangan karena keseleo.
Mineral satu ini bisa membantu menambah kadar enzim Superoxide Dismutase (SOD) pada tubuh.
SOD sendiri merupakan enzim yang bertugas memecah molekul oksigen yang diduga berbahaya pada sel tubuh.
Dalam hal ini, enzim membantu memperbaiki sekaligus mencegah terjadinya kerusakan pada jaringan.
Selain itu, SOD juga membantu menyerap komponen toksin yang berkembang karena residu dan peradangan pada tubuh.
Dengan begitu, peradangan yang terjadi bisa lebih cepat membaik, tak terkecuali peradangan pada sendi seperti rematik dan asam urat.
Meski demikian, studi dalam International Journal of Health Science menyebutkan, kadar SOD alami di dalam tubuh akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Ini artinya, mengonsumsi makanan dengan kandungan mineral mangan bisa membantu menstimulasi terbentuknya SOD yang dibutuhkan tubuh.
- Menjaga Mata Tetap Sehat
Kecipir juga mengandung vitamin B kompleks, termasuk vitamin B1.
Kandungan tersebut menjadi manfaat kecipir yang berhubungan dengan kesehatan mata. Sebab, vitamin B1 bisa menjaga mata tetap sehat sekaligus mencegah penyakit glaukoma dan katarak.
Tak hanya itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Oil Chemists’ Society menyebutkan, kecipir juga memiliki kandungan vitamin A tinggi.
Vitamin A berperan sebagai antioksidan untuk mencegah terjadinya kerusakan DNA.
Tak ketinggalan, vitamin A juga dapat melancarkan proses metabolisme pada lapisan retina bagian paling luar. Lapisan ini memiliki fungsi utama untuk menangkap cahaya yang masuk ke mata.
- Mencegah Obesitas
Mengonsumsi kecipir dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Ini karena kandungan serat pada kecipir yang bisa bertahan lebih lama di lambung. Tentunya, hal tersebut membuat nafsu makan menjadi berkurang, sehingga berat badan pun menurun perlahan dan kamu terhindar dari risiko obesitas.
Tak hanya itu, kecipir juga masuk dalam kelompok makanan dengan kalori rendah.
Artinya, mengonsumsi kecipir dapat memberikan rasa kenyang tanpa perlu khawatir dengan asupan kalori yang diberikan.
- Meredakan Sembelit
Kecipir mengandung serat yang bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti sembelit.
Memenuhi kebutuhan tubuh akan serat sekitar 20−30 gram setiap hari dapat menjaga proses pencernaan makanan di dalam usus tetap lancar.
Selain itu, serat juga membuat konsistensi tinja lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui anus.
- Menurunkan Risiko Terkena Stroke dan Gagal Jantung
Kecipir mengandung asam linoleat (asam lemak omega-6) dan asam linolenat (asam lemak omega-3).
Kedua jenis asam lemak ini memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko terkena stroke dan gagal jantung.
Manfaat kecipir yang diperoleh dari kandungan asam lemak omega-3 adalah menurunkan kadar trigliserida, mengurangi risiko terjadinya gumpalan darah, serta mengurangi peradangan yang dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.
Sementara itu, asam lemak omega-6 dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
- Mengobati Pilek
Salah satu manfaat kecipir lainnya adalah meredakan dan mengobati pilek.
Hal ini karena kecipir mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan ini berperan penting dalam melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat meredakan gejala pilek.
- Mencegah Keriput
Kandungan antioksidan dalam kecipir juga bermanfaat untuk mencegah keriput.
Hal ini karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan kolagen.
Mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan seperti kecipir dapat membantu mempertahankan kadar kolagen di kulit, sehingga mencegah munculnya keriput dan berbagai tanda penuaan lain.
- Mencegah Gigi Berlubang
Manfaat kecipir lainnya adalah mencegah gigi berlubang.
Manfaat ini didapat berkat kandungan asam fitat yang mampu menjaga kepadatan gigi.
Rutin mengonsumsi kecipir akan melindungi gigi dari demineralisasi.
Demineralisasi sendiri merupakan proses kehilangan mineral gigi yang terjadi ketika makan, minum, atau terpapar bakteri mulut penyebab gigi berlubang.
Berbagai manfaat kecipir bisa didapatkan dengan mengonsumsinya sebagai lalapan atau diolah menjadi menu masakan lain.
Namun, pastikan Anda telah mencuci kecipir sebelum memakannya.
Selain itu, jangan terlalu banyak mengonsumsi kecipir karena tanaman ini mengandung protein lektin yang dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
Itulah beberapa manfaat kecipir untuk kesehatan yang masih belum banyak diketahui.
Agar mendapatkan hasil yang optimal, kombinasikan dengan pola makan dan hidup sehat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto