RADARMAGELANG.ID--Pasti anda pernah melihat daun andong atau hanjuang?
Biasanya tanaman yang satu ini sering dijumpai di pekarangan rumah, taman-taman, termasuk di areal pemakaman.
Warna daunnya yang merah dan cantik, selalu berhasil mencuri perhatian banyak orang.
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias daun andong juga dimanfaatkan untuk upacara keagamaan serta campuran ramuan obat tradisional di berbagai daerah.
Bahkan, bagi masyarakat Sunda, daun andong atau hanjuang dianggap sebagai tanaman istimewa.
Bukan saja dianggap sebagai tanaman hias dan obat, tetapi juga sebagai sawen tulak bala.
Sawen tulak bala adalah cara tradisional yang dipercaya oleh masyarakat Sunda untuk menolak berbagai gangguan kekuatan gaib dan wabah penyakit.
Inti dari sawen tulak bala adalah jenis tumbuhan tertentu yang dianggap mengandung kekuatan magis, dalam hal ini tanaman hanjuang yang diikat dan diberi ritual doa lalu diletakkan pada tempat tertentu, baik di dalam maupun di luar rumah agar terhindar dari bencana untuk mendapatkan keselamatan.
Di Indonesia, tanaman andong atau hanjungan memiliki sebutan macam-macam, antara lain bak juang (Aceh) atau linjuang (Batak), kayu urip (Madura), endong (Bali dan Nusa Tenggara), renjuang (Dayak), tabango (Gorontalo), palili (Makassar), panjureng (Bugis) dan weluga (Ambon).
Daun andong bisa dikonsumsi dan dimakan untuk pengobatan dan menyembuhkan penyakit tertentu.
Daun andong memiliki rasa manis, hambar, dan bersifat menyejukkan.
Beberapa kandungan kimia yang diyakini terkandung daun ini, khususnya daun andong merah, di antaranya: Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid, Polifenol, Polisakarida, Kalsium oksalat, dan Zat besi.
Tanaman hias ini termasuk dalam jenis tanaman perdu bercabang dengan kemampuan tumbuh hingga 2-4 meter.
Rantingnya terdapat bekas daun yang rontok sehingga bentuknya menyerupai cincin.
Sedangkan pada bagian ujung daunnya berbentuk spiral dengan helai daun berwarna hijau kemerahan atau hijau muda bergaris.
Tanaman ini memiliki beberapa variasi warna sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperindah halaman rumah.
Di antara warna daun andong yang populer dan dijumpai di Indonesia adalah warna kuning dan hijau.
Meski demikian, di antara jenis daun andong, yang berwarna merahlah yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan jenis daun andong merah yang lebih mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia.
Bagian yang digunakan dan dimanfaatkan meliputi seluruh bagian tumbuhan. Mulai dari bunga, daun, hingga akar dapat digunakan sebagai ramuan obat tradisional.
Dikutip dari buku 262 Tumbuhan Obat dan Khasiatnya (2013) yang ditulis oleh Drs. H. Arief Hariana, daun andong memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
- Sebagai obat kencing berdarah.
- Mampu mencegah keguguran serta darah haid yang terlalu banyak.
- Nyeri lambung dan ulu hati.
- TBC (tuberkolosis).
- Terlambat haid.
Cara Mengonsumsi Daun Andong
Secara umum, prosedur yang digunakan dalam memanfaatkan daun andong sebagai obat adalah sebagai berikut:
- Keringkan daun andong terlebih dahulu.
- Daun andong yang sudah kering direbus dengan air
- Lalu seduhan airnya diminum untuk mengobati berbagai penyakit.
Selamat mencoba! (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto