RADARMAGELANG.ID—Pohon kapuk randu tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai serat kapas.
Masyarakat juga memanfaatkan daunnya sebagai obat untuk berbagai masalah kesehatan.
Daun randu memiliki potensi manfaat mencegah infeksi hingga mengatasi diare.
Daun randu berasal dari pohon kapuk randu yang menghasilkan kapas.
Pohon ini dikenal juga dengan nama latin Ceiba pentandra.
Pohon ini dapat tubuh dengan baik di area yang memiliki curah hujan tinggi.
Di Indonesia, pohon kapuk randu diambil buahnya untuk dijadikan kapas sebagai bahan dasar bantal, kasur, matras.
Bijinya yang mengandung minyak dijadikan bahan pelumas dan minyak lampu.
Bagian daun pohon ini sering dimanfaatkan sebagai obat alami.
Daun randu mentah diketahui mengandung zat fitokimia berikut yang berperan sebagai antioksidan.
Yakni, Saponin, Flavonoid dan Alkaloid.
Semua kandungan tersebut memiliki khasiat masing-masing yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Berikut beberapa kegunaan daun randu untuk kesehatan:
- Anti Penuaan Dini
Siapa sangka jika daun randu juga berkhasiat dalam membuat Anda tampil jauh lebih awet muda.
Daun hijau ini akan menjaga kesehatan kulit dan mencegah timbulnya penuaan dini seperti keriput di wajah.
- Menyehatkan Sistem Pencernaan
Daun hijau seperti daun randu ternyata juga mampu untuk menyehatkan pencernaan. Pencernaan Anda yang sehat tentunya akan membuat organ pencernaan Anda juga lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit pencernaan.
- Obat Panas Dalam
Khasiat daun randu yang pertama yaitu sebagai bahan herbal untuk mengatasi panas dalam. Senyawa dalam daun ini sangat ampuh untuk meredakan tenggorokan yang sakit akibat penyakit panas dalam.
- Mengobati Batuk
Khasiat daun randu yang selanjutnya yaitu sebagai obat untuk mengatasi batuk.
Daun ini mampu meredakan gatal pada tenggorokan Anda akibat batuk.
Dahak Anda pun akan mudah untuk dikeluarkan dari tubuh.
- Obat Wasir
Pengobatan tradisional dengan bahan daun randu juga digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit wasir.
Daun ini merupakan salah satu jenis daun dari sekian banyak daun lainnya yang ampuh untuk mengobati wasir.
- Mengatasi Disentri
Penyakit disentri dapat Anda atasi dengan menggunakan daun randu.
Penderita disentri patut mencoba daun ini sebagian obat alami tanpa efek samping yang akan menyembuhkan penyakit disenteri.
- Mencegah Sindrom Kardiometabolik
Menurut studi pada hewan dalam jurnal Heliyon, ekstrak dari pohon randu, termasuk daunnya, berpeluang menjadi obat untuk sindrom kardiometabolik.
Kardiometabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolisme yang ditandai dengan obesitas, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Semua kondisi ini meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Hasil penelitian ini menemukan ekstrak pohon randu dapat memberikan efek berikut ini.
Menurunkan kolesterol secara alami.
Mengurangi peradangan di pankreas dan jaringan adiposa (lemak).
Meningkatkan sensitivitas insulin.
Mengurangi stres oksidatif.
Menurunkan tekanan darah.
- Menjaga Kesehatan Mulut
Khasiat daun randu untuk kesehatan mulut yaitu menjaga berbagai macam infeksi yang bisa timbul di daerah mulut, contohnya sariawan.
Anda bisa menggunakan obat ini sebagai obat kumur mulut yang alami.
- Menghilangkan Bekas Luka
Khasiat daun randu juga bagus untuk mempercepat penyembuhan luka dan menghilangkan bekasnya.
Anda bisa mengahaluskan daun ini kemudian menggunakannya sebagai obat luar untuk luka pada kulit.
- Mengatasi Diare
Khasiat daun randu untuk mengatasi penyakit salah satunya yaitu mengobati diare.
Daun ini mampu menjadi anti bakteri yang ampuh untuk melawan bakteri yang menyebabkan penyakit diare pada pencernaan Anda.
- Mencegah Infeksi dan Meredakan Radang
Luka terbuka bisa mengundang bakteri di sekitar untuk menginfeksi.
Ini termasuk luka bekas operasi yang lembap dan tidak rutin dibersihkan.
Daun randu mengandung quercetin, apigenin, dan catechin yang punya aktivitas antimikroba.
Khasiatnya berpotensi mencegah infeksi pada luka serta menjadi obat P3K alami karena mendukung penyembuhan luka lebih cepat.
Ekstrak daun Ceiba pentandra juga punya aktivitas antiradang.
Penelitian dalam jurnal Pharmacological Research menyebutkan adanya aktivitas antiradang yang mencegah perkembangan granuloma, yakni kelainan yang dipicu oleh peradangan.
- Mengatasi Perdarahan pada Ibu Hamil
Pada awal kehamilan, pendarahan ringan yang tidak berbahaya pada ibu hamil yang disebut dengan bercak sering terjadi.
Penyebab munculnya bercak berkaitan dengan embrio yang berkembang di dinding rahim, perubahan leher rahim, penetrasi vagina.
Berdasarkan studi pada jurnal Inquiry, penggunaan obat tradisional seperti daun randu menunjukkan potensi dalam meredakan perdarahan ibu hamil.
Akan tetapi, penggunaannya ini perlu diteliti lebih dalam mengingat kemungkinan efek samping maupun komplikasi yang membahayakan ibu hamil dan janin.
- Mengobati Konjungtivitis
Mata merah atau dikenal dengan konjungtivitis menyebabkan mata perih, gatal, berair, dan sensitif terhadap cahaya.
Penyebab konjungtivitis paling sering adalah virus, tapi juga bisa disebabkan oleh bakteri.
Nah, ramuan air daun Ceiba pentandra sering untuk dijadikan sebagai obat alternative untuk mengatasi mata merah.
Senyawa antimikroba dan antiradang dari daun randu inilah yang meredakan pembengkakan serta mempercepat proses penyembuhan.
Cara Penggunaan Daun Randu
Ada banyak cara untuk mendapatkan manfaat daun ini.
- Sebagai obat alami untuk gangguan jantung, daun randu dipanaskan dan dicampur dengan minyak kelapa sawit.
- Untuk mengobati abses luar dan luka, Anda bisa menumbuk daun inidan mengoleskannya tipis-tipis pada bagian luka.
- Untuk mengatasi perdarahan, ibu hamil biasanya meminum air rebusan daun.
- Untuk perawatan mata merah, ramuan daun diaplikasikan langsung ke mata yang sakit.
Walaupun mudah, penggunaan daun sebagai pengobatan perlu diteliti lebih lanjut.
Mengingat, penelitiannya masih sangat terbatas, beberapa belum diujikan pada manusia, dan perlu diketahui efeknya pada orang dengan kondisi atau masalah kesehatan tertentu.
Efek samping yang diketahui dari penggunaan daun Ceiba pentandra adalah mengantuk, pusing, sakit kepala, dan tekanan darah rendah.
Pada beberapa orang, penggunaan daun bisa memicu reaksi alergi, seperti kulit gatal, pembengkakan, dan sesak napas.
Jadi, langkah bijak yang bisa Anda ambil sebelum menggunakan obat herbal ini adalah konsultasikan lebih dahulu dengan dokter. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto