Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

9 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui, Salah satunya Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

H. Arif Riyanto • Rabu, 3 April 2024 | 19:59 WIB
Kembang kol adalah sayuran yang kaya akan serat dan vitamin B.
Kembang kol adalah sayuran yang kaya akan serat dan vitamin B.

RADARMAGELANG.ID—Kembang kol adalah sayuran yang kaya akan serat dan vitamin B.

Bagian yang biasanya dikonsumsi adalah kepala bunga yang terdiri dari kelopak-kelopak bunga yang masih belum terbuka. 

Kembang kol memiliki warna yang bervariasi, mulai dari putih, ungu, hijau, hingga kuning, tergantung pada jenisnya.

Di dalamnya mengandung folat, serat, magnesium, potassium, dan berbagai jenis vitamin.

Sejenis sayuran yang termasuk dalam keluarga Brassicaceae ini juga disebut dapat mencegah tumbuhnya sel kanker karena mengandung antioksidan dan fitonutrien.

Selain itu, kembang kol juga dapat melancarkan pencernaan dan membantu program penurunan berat badan.

Tak hanya itu, masih banyak nutrisi di dalam kembang kol yang penting untuk tubuh.

Kembang kol mengandung rendah kalori dan kaya akan berbagai vitamin serta mineral penting.

Dalam satu cangkir sekitar 107 gram kembang kol menyediakan nutrisi berupa:

- Kalori: 27 kilo kalori.

- Serat: 2 gram

- Vitamin C: 58% dari kebutuhan harian tubuh atau daily value (DV).

- Vitamin K: 14% dari DV.

- Folat: 15% dari DV.

- Vitamin B6: 12% dari DV.

- Asam pantotenat: 14% dari DV.

- Kalium: 7% dari DV.

- Mangan: 9% dari DV.

- Kolin: 8% dari DV.

- Magnesium: 4% dari DV.

- Fosfor: 4% dari DV.

Karena kandungan nutrisinya itu, kembang kol memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, antara lain:

  1. Mencegah Obesitas

Kembang kol memiliki beberapa khasiat yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Sehingga Anda akan terhindar dari risiko obesitas atau kelebihan berat badan.

Karena jumlah kalorinya yang rendah, yaitu 25 kalori per cup, kembang kol dapat dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa takut kelebihan berat badan.

Selain itu, sayuran ini juga bisa berfungsi sebagai pengganti nasi dan tepung.

Sebagai sumber serat yang baik, kembang kol memperlambat pencernaan dan meningkatkan perasaan kenyang.

Secara otomatis dapat mengurangi jumlah kalori yang Anda makan sepanjang hari, faktor penting dalam pengendalian berat badan.

Kandungan air yang tinggi adalah aspek ramah penurunan berat badan lainnya.

Faktanya, kol mengandung 92 persen air.

Mengonsumsi banyak makanan padat air dan rendah kalori dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Jadi, kalau Anda ingin menurunkan berat badan, coba masukan kol sebagai menu wajib saat makan siang atau makan malam.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kandungan nutrisi penting lain yang ada di dalam kembang kol adalan kolin.

Satu cup kembang kol mengandung 45 mg kolin, yaitu sekitar 11 persen dari asupan yang cukup (AI) untuk wanita dan 8 persen untuk pria.

Meskipun penting, banyak orang yang mengalami kekurangan kolin, sehingga berisiko menderita penyakit jantung.

Kolin memiliki peran utama dalam menjaga integritas membrane sel, mensintesis DNA dan mendukung metabolisme.

Selain itu, nutrisi ini juga terlibat dalam perkembangan otak dan produksi neurotransmiter yang diperlukan untuk sistem saraf sehat.

Terlebih lagi, kolin dapat membantu mencegah kolesterol menumpuk di hati.

Mereka yang tidak mengonsumsi cukup kolin mungkin memiliki risiko penyakit hati dan jantung yang lebih tinggi, selain gangguan neurologis seperti demensia dan Alzheimer.

Tidak banyak makanan yang mengandung kolin.

Kol bersama dengan brokoli, adalah salah satu sumber nutrisi nabati terbaik.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Diabetes

Manfaat lain dari kembang kol adalah menurunkan risiko penyakit diabetes.

Beberapa studi menjelaskan, kandungan sulforaphane yang merupakan bagian dari antioksidan dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi penyakit diabetes.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa sulforaphane juga dapat berperan dalam pencegahan diabetes dan mengurangi risiko komplikasi akibat diabetes, seperti penyakit ginjal.

  1. Melawan Peradangan dan Menurunkan Risiko Penyakit

Penelitian berjudul Chronic inflammation in the etiology of disease across the life span yang terbit pada Nature Medicine menemukan bahwa, peradangan kronis berkontribusi terhadap beberapa penyakit penyebab kematian di seluruh dunia, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit ginjal. 

Senyawa sulforaphane yang ditemukan dalam kembang kol, misalnya, telah terbukti memiliki sifat antiinflamasi yang dapat mengurangi produksi molekul pro-inflamasi dalam tubuh. 

Dengan adanya senyawa tersebut, jalur peradangan menjadi terhambat dan meredakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap rangsangan yang dapat memicu peradangan kronis.

  1. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh yang Sehat 

Dengan kadar vitamin C yang tinggi, kembang kol dapat mendukung sistem kerja kekebalan.

Asupan tersebut bekerja dengan merangsang produksi dan aktivitas sel-sel kekebalan, seperti sel darah putih. 

Vitamin C juga berperan dalam memperkuat penghalang mukosa di saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

Keduanya merupakan lapisan pertama pertahanan terhadap patogen yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Baik untuk Kesehatan Tulang dan Pembekuan Darah

Khasiat ini berasal dari vitamin K yang terdapat di dalam kembang kol.

Peran utamanya adalah mendukung proses pembekuan darah dan meminimalisir perdarahan saat terjadi luka.

Bukan itu saja, vitamin K juga memainkan peran penting terhadap kesehatan tulang.

Nutrisi ini diperlukan untuk sintesis protein osteocalcin, suatu protein yang terlibat dalam mineralisasi tulang.

Dengan adanya cukup vitamin K, tulang dapat mempertahankan kekuatannya.

Hal ini bisa membantu mencegah terjadinya osteoporosis di masa mendatang.

  1. Menangkal Radikal Bebas

Kembang kol kaya akan jenis antioksidan khusus yang disebut fitokimia.

Zat ini mampu membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan penuaan pada sel-sel dalam tubuh.

Radikal bebas adalah atom tidak stabil yang menimbulkan kerusakan pada sel.

Nah, antioksidan berperan sebagai ‘pemulung’ dan mampu menstabilkan dan menetralisir radikal bebas di dalam tubuh.

  1. Melancarkan Pencernaan

Kembang kol memiliki kandungan serat yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Jurnal Nutrients menjelaskan serat merupakan makanan untuk bakteri sehat di usus, sehingga sangat penting untuk membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi peredangan.

Mengonsumsi serat yang cukup dapat membantu mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit, divertikulitis dan penyakit radang usus (IBD).

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi sayuran kaya serat seperti sayuran ini dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Serat juga berperan dalam pencegahan obesitas, karena kemampuannya meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

  1. Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Kembang kol merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, sehingga dapat melindungi sel dari paparan radikal bebas.

Seperti yang Anda ketahui, radikal bebas merupakan salah satu penyebab peradangan dan dapat meningkatkan risiko kanker.

Sama dengan sayuran silangan lainnya, sayuran ini juga sangat tinggi glukosinolat dan isothiocyanate, dua kelompok antioksidan yang telah terbukti memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Dalam studi tabung reaksi, glukosinolat dan isothiocyanate telah terbukti sangat melindungi terhadap kanker usus besar, paru-paru, payudara dan prostat.

Biomed Research International Journal menjelaskan sayuran kol juga mengandung antioksidan karotenoid dan flavonoid, yang memiliki efek antikanker dan dapat mengurangi risiko beberapa penyakit lain, termasuk penyakit jantung.

Terlebih lagi, ia juga mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, yang bertindak sebagai antioksidan.

Ia terkenal dengan efek anti-inflamasi yang dapat meningkatkan kesehatan kekebalan dan mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Kembang kol memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menimbulkan beberapa risiko, di antaranya perut kembung dan pembekuan darah.

Karena itu, konsumsilah kembang kol yang wajar-wajar saja dan tidak berlebihan.

Semoga bermanfaat. (*/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#obat herbal #peradangan #sel kanker #penyakit diabetes #pencernaan #radikal bebas #tanaman herbal #mencegah obesitas #risiko penyakit jantung #Kekebalan Tubuh #kembang kol