RADARMAGELANG.ID—Kumis kucing pada umumnya dijadikan obat herbal untuk melawan infeksi bakteri, seperti pada luka di kulit atau gusi yang bengkak.
Berkat sifat antijamur dan antiradangnya juga, masih ada banyak lagi manfaat tanaman yang punya nama latin Orthosiphon aristatus ini.
Kumis kucing kaya akan senyawa-senyawa berkhasiat seperti flavonoid, termasuk sinensetin, eupatorin, dan salvigenin, menjadi komponen utama yang memberikan sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sementara asam klorogenat, senyawa fenolik lainnya, tidak hanya memberikan efek antioksidan, tetapi juga terkait dengan potensi manfaat untuk kesehatan jantung dan pengobatan diabetes.
Minyak atsiri, yang memberikan aroma khas pada kumis kucing, tidak hanya bersifat antispasmodik tetapi juga diuretik.
Senyawa tanin dalam tanaman ini memberikan sifat antiseptik dan astringen, membantu melawan infeksi dan mempercepat penyembuhan luka.
Kumis kucing juga kaya akan mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor.
Kumis kucing bisa untuk mengobati rematik dan asam urat, penyakit ginjal (terutama batu ginjal), sebagai obat alergi, hingga menghentikan kejang.
Namun, manfaat kumis kucing yang utama dan sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian medis adalah sebagai obat infeksi saluran kencing berkat efek diuretiknya.
Berikut ini manfaat tanaman kumis kucing untuk kesehatan:
- Menyembuhkan Masalah Kandung Kemih
Karena kumis kucing dapat membersihkan saluran dan memudahkan kerja sistem tubuh, maka tanaman ini juga dinilai efektif sebagai pengobatan terhadap infeksi di kandung kemih.
Ia juga mampu mencegah masalah kandung kemih terjadi di masa depan.
- Mengobati Gangguan Ginjal
Kumis kucing juga populer disebut sebagai tanaman ginjal.
Bisa jadi karena tanaman ini dapat mengobati gangguan ginjal.
Tanaman ini bermanfaat digunakan untuk mengobati infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, permasalahan sering buang air kecil dan keberadaan batu kandung kemih.
- Berpotensi Mengobati Luka Diabetes
Tanaman kumis kucing bisa dijadikan pengobatan alternatif luka diabetes.
Dari sejumlah penelitian, efektivitas kumis kucing dikaitkan dengan kontrol glikemik pada diabetes. Terutama karena kemampuannya dalam menurunkan kadar gula dalam darah.
Glikemik sendiri merupakan indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah.
Adanya senyawa seperti asam fenolik, flavonoid, dan triterpenoid yang terkandung dalam kumis kucing ini juga diduga terlibat dalam empat fase penyembuhan luka.
Karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antihiperglikemiknya.
- Mengurangi Keparahan Perlemakan Hati Non-Alkohol
Perlemakan hati non-alkohol adalah kondisi penumpukan lemak di hati.
Kondisi ini biasanya menyerang orang yang kelebihan berat badan (obesitas).
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan bahaya apapun.
Akan tetapi, lambat laun dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, seperti sirosis.
Studi berbasis tikus pada jurnal Pharmaceuticals menunjukkan bahwa ekstrak etanolik tanaman kumis kucing bisa mengurangi keparahan perlemakan hati non-alkohol.
Fungsi kumis kucing untuk kesehatan hati ini didapat dari aktivitas antioksidan.
Selain itu, itu senyawa aktif dari kumis kucing ini juga dapat meningkatkan metabolisme hati dan memperbaiki kelainan enzim hati.
Semua manfaat kumis ini dapat mengurangi penumpukan lemak dan mencegah keparahan perlemakan hati non-alkoholik.
- Bertindak sebagai Detoks
Kumis kucing telah dikonsumsi di pulau Jawa sejak lama sehingga disebut juga sebagai teh Jawa. Alasan orang Jawa mengonsumsi ramuan ini adalah karena khasiatnya yang membersihkan tubuh atau istilahnya sebagai detoks.
Tanaman kumis kucing dapat bertindak sebagai pembersih alami dan mengeluarkan racun dan bahan asing yang tidak diinginkan dari dalam tubuh.
- Membantu Masalah Pernapasan
Kumis kucing dapat membantu mengatasi masalah pernapasan seperti asma dan batuk.
Terkadang, supaya hasilnya lebih maksimal, tanaman ini juga dicampur dengan tanaman herbal lain yang juga bermanfaat untuk mengatasi masalah pernapasan.
- Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Kandungan dalam tanaman ini membantu mengurangi tingkat tekanan darah.
Tindakan anti-oksidan dan anti-inflamasi pada kandungan methylripariochromene dari tanaman inilah yang membantu menurunkan tekanan darah.
- Mengobati Masalah Saraf yang Menyebabkan Napas Pendek
Tanaman kumis kucing dapat mengobati masalah napas pendek terkait saraf.
Satu-satunya hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan ramuan ini adalah dosisnya yang harus diperiksa dengan cermat sebelum dikonsumsi.
Sebab, overdosis mungkin memiliki beberapa efek berbahaya bagi tubuh.
- Mengatur Gula Darah
Kumis kucing juga dapat menjaga kadar gula darah dalam tubuh, sehingga direkomendasikan untuk dikonsumsi pengidap diabetes.
Cara kerjanya, tanaman ini secara efektif mengatur kadar glukosa dalam gula dan dengan demikian membantu mengontrol diabetes secara efisien.
- Penurunan Berat Badan
Sebagai bagian dari detoksifikasi alami, kumis kucing juga berkaitan dengan penurunan berat badan. Itulah sebabnya, tak jarang tanaman ini juga diolah sebagai obat diet.
Ia juga bisa ditemukan dalam bentuk pil, teh, dan minuman ekstrak.
- Bisa Menyembuhkan Infeksi Jamur
Sebuah penelitian membandingkan efek antijamur antara kumis kucing dengan ketokonazol.
Hasilnya, menunjukkan bahwa ketoconazole menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans lebih besar daripada kumis kucing.
Namun, tanaman kumis kucing berpotensi menghambat pertumbuhan C albicans paling tinggi dengan konsentrasi penghambatan optimalnya, yakni 25 persen.
Oleh karena itu, kumis kucing dapat dijadikan alternatif alami obat untuk kandidiasis atau infeksi jamur.
- Berpotensi Menyembuhkan Tukak Lambung
Tukak lambung adalah adanya luka terbuka yang berkembang pada lapisan lambung.
Kondisi ini menyebabkan perut mulas, mual, dan heartburn (naiknya asam lambung ke kerongkongan).
Masalah pada sistem pencernaan ini bisa diobati dengan antibiotik dan obat pereda nyeri lainnya. Menurut Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, pemberian ekstrak daun kumis kucing dapat meningkatkan kesembuhan tukak lambung pada tikus.
Aktivitas antiluka dan antioksidan dari kumis kucing ini diketahui merangsang regenerasi jaringan di perut. Dengan begitu, fungsi ekstrak daun kumis kucing ini memberikan manfaat juga untuk mengurangi masalah asam lambung seperti heartburn.
- Berpotensi Sebagai Obat Alternatif Kanker Serviks
Menurut Global Cancer Observatory tahun 2020, setidaknya 36.633 kasus kanker serviks baru pada tahun 2020 di Indonesia.
Jenis kanker ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar setelah kanker payudara dan kanker paru.
Penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2018 mengamati manfaat kumis kucing untuk kanker rahim.
Hasilnya menunjukkan ekstrak etanol 96% daun kumis kucing (EEKK) dan ekstrak etil asetat daun kumis kucing (EAKK) memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan kanker serviks.
Di samping itu, pemberian ekstrak kumis kucing ini memiliki efek samping yang relatif kecil dibandingkan pengobatan konvensional.
- Berpotensi untuk Meredakan Gejala Rematik
Rematik terjadi ketika sistem imun keliru mengenali sel sehat di dalam tubuh sebagai ancaman. Akibatnya, kondisi ini akan menimbulkan peradangan pada sendi.
Nah, berdasarkan penelitian BMC Complementary Medicine and Therapies, ekstrak kumis kucing dapat memberikan manfaat untuk pengidap rematik.
Potensi yang ditemukan dari kumis kucing dalam penelitian ini, di antaranya:
Mengurangi pembengkakan di kaki (edema)
Melindungi tulang rawan dan jaringan lunak
Kandungan fenolik dan flavonoid yang tinggi memiliki aktivitas antioksidan dan antirematik yang kuat.
Cara Pengolahan Kumis Kucing untuk Kesehatan
Rebusan Daun Kumis Kucing
- Ambil 4-5 lembar daun kumis kucing.
- Rebus dengan segelas air hingga mendidih.
- Minumlah air rebusan ini sebanyak 3 kali sehari.
Ekstrak Cair Kumis Kucing dengan Madu
- Haluskan 50 gram daun kumis kucing dengan 150 ml air.
- Saring airnya.
- Tambahkan madu secukupnya.
- Minumlah campuran ini secara teratur.
Mari kita terus menjaga kearifan lokal ini dan mengintegrasikannya ke dalam gaya hidup sehat. Dengan kumis kucing, alam memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan penyembuhan dan keelokan yang dapat ditemukan di sekitar kita.
Semoga bermanfaat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto