RADARMAGELANG.ID—Manfaat daun beluntas untuk kesehatan sudah dikenal sejak ratusan tahun silam.
Tanaman beluntas dikenal sebagai semak atau setengah semak yang tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 2 meter, bahkan terkadang lebih.
Tumbuhan ini memiliki percabangan banyak, berusuk halus, dan berbulu lembut.
Daunnya tunggal, berbentuk bundar telur sungsang, dengan tangkai pendek dan letak berseling.
Ujungnya bundar melancip, bergerigi, dan berwarna hijau terang.
Keunikan tanaman ini terletak pada aroma harum yang tercium saat daunnya diremas.
Berkat kandungan berbagai bahan aktif di dalamnya, daun beluntas telah banyak digunakan sebagai obat tradisional di beberapa negara Asia Tenggara, terutama Thailand, Indonesia, dan Malaysia.
Manfaat daun yang memiliki nama ilmiah Pluchea indica (L.) Less ini tak perlu diragukan lagi.
Daun berbentuk gerigi ini merupakan salah satu tanaman herbal berkhasiat tinggi yang diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit kronis.
Bunga beluntas berbentuk bonggol, ungu, dan muncul di ujung cabang serta ketiak daun. Buahnya menyerupai gasing, berwarna cokelat dengan sudut putih, menambah pesona kecantikan tanaman ini.
Semak beluntas memiliki dahan yang bercabang-cabang, ramping, tegak, dengan bagian ujungnya berwarna hijau dan batang berwarna cokelat tua.
Manfaat daun beluntas tak terlepas dari kandungan nutrisi di dalamnya yang melimpah. Ekstrak daun ini diketahui mengandung serat, kalsium, beta karoten, dan beragam jenis antioksidan, seperti asam klorogenat, asam kafeat, quercetin, dan flavonoid, yang baik untuk kesehatan tubuh.
Tak hanya itu, daun beluntas juga dinilai memiliki khasiat sebagai antiradang, antibakteri, antikanker, dan pereda nyeri alami.
Khasiat-khasiat ini didukung oleh berbagai kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.
Berikut adalah beberapa manfaat daun beluntas untuk kesehatan:
- Mengontrol Kadar Gula Darah
Manfaat daun beluntas yang cukup popular adalah untuk menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil.
Daun herba ini diketahui memiliki fungsi yang sama seperti daun insulin, yakni menghambat pemecahan dan penyerapan gula di usus, serta meningkatkan produksi dan fungsi hormon insulin.
Berkat manfaat tersebut, daun beluntas dianggap memiliki potensi untuk mencegah terjadinya resistensi insulin dan membantu mengobati penyakit diabetes.
Meski demikian, hingga saat ini efektivitas daun beluntas untuk pengobatan diabetes masih belum diketahui dengan jelas dan perlu dikaji lebih lanjut.
- Menurunkan Kadar Kolesterol
Daun beluntas bermanfaat mengontrol gula darah.
Daun beluntas juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah, tubuh Anda akan tercegah dari penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Meski demikian, untuk menjaga kadar kolesterol dan mencegah penyakit tersebut, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, yakni dengan tidak merokok, berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan tetap ideal.
- Mendukung Proses Pemulihan Luka
Daun beluntas juga memiliki sifat antiradang dan antibakteri.
Tak hanya itu, daun ini sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional untuk mengatasi nyeri.
Berkat berbagai efek tersebut, daun beluntas dianggap baik digunakan sebagai tanaman herbal untuk mempercepat proses pemulihan luka.
Menurunkan Panas dan Meredakan Radang
Daun beluntas telah lama dikenal memiliki sifat menurunkan panas dan meredakan radang pada tubuh.
Keberadaan senyawa aktif di dalamnya menjadikan tanaman ini sebagai pilihan alami untuk mengatasi gejala demam dan peradangan.
- Penghilang Bau Badan dan Mengatasi Lumbago
Selain itu, beluntas juga dikenal sebagai penghilang bau badan yang tidak diinginkan. Pemanfaatan dalam mengatasi sakit pinggang (lumbago) membuatnya menjadi pilihan yang komprehensif untuk perawatan tubuh.
- Diuretik dan Peluruh Keringat
Daun beluntas memiliki potensi sebagai diuretik dan peluruh keringat, membantu proses detoksifikasi tubuh.
Pemanfaatan air daun yang dihancurkan bersama cairan dari tanaman lain dapat menjadi ramuan efektif untuk mengatasi disentri.
- Aromaterapi dan Stimulant
Di Papua Nugini, rebusan daun beluntas digunakan untuk meredakan asma dan gangguan paru-paru.
Tanaman ini juga dapat dijadikan obat luar, seperti dalam aromaterapi dan berendam dengan air hangat untuk menguatkan saraf.
- Obat Gosok untuk Badan Lemah dan Melawan Bisul
Di Indonesia, beluntas dicampur dengan bahan lain sebagai tapal untuk obat gosok yang efektif, terutama untuk badan lemah setelah diare, melawan bisul, dan mengatasi keletihan.
Pengobatan Skabies dan TBC Kelenjar Leher
Kandungan zat dalam beluntas juga bermanfaat dalam mengobati skabies dan TBC kelenjar leher (cervical tuberculous lymphadenitis).
Pemanfaatan tanaman ini dalam pengobatan tradisional menunjukkan potensi besar dalam melawan berbagai penyakit.
- Membantu Pencernaan dan Menambah Nafsu Makan
Sifat stomakik pada daun beluntas membuatnya efektif dalam membantu pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.
Hal ini menjadikan tanaman ini sebagai tambahan yang baik dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
- Mencegah Kerusakan Sel Akibat Paparan Radikal Bebas
Daun beluntas merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki banyak antioksidan.
Berkat adanya zat tersebut, daun beluntas baik dikonsumsi untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas atau stres oksidatif.
Dengan mengurangi kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas, risiko terkena berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung, juga bisa berkurang.
Untuk mendapatkan manfaat daun beluntas yang satu ini, Anda bisa mengonsumsi daun beluntas dalam bentuk suplemen, jamu atau teh herbal.
- Mengurangi Risiko Terjadinya Kanker
Suatu riset di laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas terlihat memiliki sifat antikanker.
Daun ini diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti glioblastoma dan kanker serviks.
Meski demikian, efektivitas herba ini sebagai pengobatan kanker masih perlu diteliti lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada studi yang menyebutkan bahwa daun beluntas memiliki efektivitas yang sama dengan obat kemoterapi untuk kanker.
Selain berbagai manfaat di atas, daun beluntas juga memiliki potensi manfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi sistem pencernaan, meredakan nyeri dan kram otot, dan mengatasi keputihan.
Meski memiliki potensi yang besar, klaim berbagai manfaat daun beluntas di atas masih memerlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada riset yang dapat membuktikan efektivitas dan keamanan daun beluntas sebagai obat.
Namun, karena mengandung beragam nutrisi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi herba ini sebagai jamu atau suplemen herba tambahan.
Cara Mengonsumsi Daun Beluntas
Daun beluntas bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk dan cara, mulai dari suplemen berbentuk kapsul hingga jamu atau teh herbal.
Jika ingin mengolahnya sebagai teh herbal, Anda bisa merebus beberapa helai daun beluntas dalam sekitar 300 ml air, lalu diamkan hingga sejuk.
Setelah itu, air rebusan daun beluntas bisa Anda konsumsi sebanyak 2–3 kali sehari sebelum atau setelah makan.
Daun beluntas umumnya aman dikonsumsi sebagai suplemen atau jamu.
Namun, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun beluntas, jika sedang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan ginjal atau hati, atau jika sedang mengonsumsi obat-obatan dari dokter guna mengindari interaksi obat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto