RADARMAGELANG—Siapa tak tak tahu ketumbar?
Ini merupakan salah satu bumbu dapur yang kerap dipakai untuk aneka masakan khas Indonesia.
Bentuknya mirip dengan merica.
Tetapi dari segi ukuran dan rasanya jelas berbeda.
Bumbu dapur yang memiliki nama latin coriandrum sativum ini ternyata berkhasiat bagi kesehatan tubuh.
Ketumbar adalah tanaman rempah yang populer dan memiliki berbagai macam manfaat selain sebagai bahan pelengkap dapur, rempah juga dapat digunakan untuk tanaman obat tradisional (Nugroho, 2015).
Ketumbar bisa diolah menjadi jamu atau teh herbal.
Di balik ukurannya yang mungil, rempah ini memiliki khasiat luar biasa, mulai dari mengobati flu dan batuk, hingga mengurangi resiko penyakit jantung (Ray, 2016).
Beberapa kandungan di dalam ketumbar di antaranya Antioksidan, Vitamin C, Vitamin K, Protein, Kalsium, Fosfor, Potasium, dan Tiamin.
Salah satu kandungan biji ketumbar adalah senyawa Flavonoid yang memiliki efek menguntungkan sebagai antihipertensi dan deuretik (Momin, 2012).
Ketumbar memiliki manfaat yang tak kalah penting bagi kehidupan manusia.
Sebagai obat dalam dapat diracik menjadi minuman berkhasiat yang dapat di konsumsi setiap hari.
Sedangkan sebagai obat luar dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit kepala, dengan cara dioles ke bagian yang sakit (Faradiba, 2021).
Beberapa manfaat dari ketumbar yang sudah banyak diketahui di antaranya:
- Kaya Akan Nutrisi Penting
Ketumbar kaya akan berbagai nutrisi penting, salah satunya vitamin seperti vitamin A, C, dan vitamin K. Vitamin A merupakan nutrisi yang berperan penting dalam kesehatan mata.
Sebab, vitamin A dapat menjaga kesehatan retina, menjaga kelembapan mata, dan secara umum membantu melindungi penglihatan.
Ketumbar juga penuh dengan vitamin C, yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.
Mengonsumsi cukup vitamin C membantu menjaga sel darah putih agar tetap bekerja dan membantu penyerapan zat besi.
Vitamin C juga berperan dalam penyembuhan luka dan produksi kolagen, yang membantu menjaga kekencangan kulit.
Sementara itu, daun dan biji ketumbar kaya dengan vitamin K.
Vitamin ini berperan penting dalam membantu pembekuan darah pada tubuh.
Menariknya lagi, vitamin K juga membantu tulang memperbaiki diri, membantu mencegah masalah seperti osteoporosis.
- Mampu Menurunkan Kadar Gula Darah
Gula darah tinggi merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.
Biji ketumbar, ekstrak, dan minyaknya diyakini dapat membantu menurunkan gula darah.
Hal ini berdasarkan penelitian pada hewan yang menunjukkan bahwa biji ketumbar mengurangi gula darah.
Lantaran biji ketumbar dapat meningkatkan aktivitas enzim yang membantu menghilangkan gula dari darah.
Bahkan, studi lain yang dilakukan pada tikus dengan obesitas dan gula darah tinggi juga menemukan hal menarik.
Dosis tunggal 20 miligram per kilogram ekstrak biji ketumbar menurunkan gula darah sebesar 4 milimol per liter dalam 6 jam, serupa dengan efek dari obat gula darah glibenclamide.
- Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian pada hewan dan tabung reaksi menunjukkan bahwa ketumbar dapat menurunkan faktor risiko penyakit jantung.
Misalnya, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol LDL (jahat).
Selain itu, ekstrak ketumbar tampaknya bertindak sebagai diuretik, sehingga dapat membantu tubuh membuang kelebihan natrium dan air.
Hal ini juga diketahui dapat menurunkan tekanan darah.
- Mampu Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Biji ketumbar memiliki beberapa antioksidan, yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.
Berdasarkan beberapa penelitian, antioksidannya juga telah terbukti melawan peradangan di tubuh.
Bahkan, senyawa antioksidan pada ketumbar seperti terpinene, quercetin, dan tokoferol, juga diyakini memiliki beragam manfaat lain.
Mulai dari efek antikanker, penambah kekebalan, dan pelindung saraf, menurut penelitian tabung reaksi dan hewan.
Satu penelitian tabung reaksi menemukan bahwa antioksidan dalam ekstrak biji ketumbar menurunkan peradangan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker paru-paru, prostat, payudara, dan usus besar.
- Dapat Melawan Infeksi
Ketumbar mengandung beberapa senyawa antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi tertentu dan penyakit akibat makanan.
Salah satu senyawanya adalah dodecenal, yang dapat melawan bakteri seperti Salmonella, penyebab keracunan makanan serius.
Selain itu, satu penelitian tabung reaksi mengungkapkan bahwa biji ketumbar adalah salah satu dari beberapa bumbu India yang dapat melawan bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK).
- Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit dan Rambut
Manfaat ketumbar diyakini dapat melindungi kulit dan bermanfaat untuk rambut.
Sebab, biji ketumbar kaya akan vitamin K, C, B bersama dengan antioksidan dan mineral lainnya.
Nah, antioksidan dalam ekstrak ketumbar diyakini dapat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat menyebabkan percepatan penuaan kulit, serta kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet B.
Selain itu, banyak orang menggunakan jus daun ketumbar untuk kondisi kulit seperti jerawat, pigmentasi, sifat manis mulut, atau kekeringan.
Pada rambut, biji ketumbar diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan kembali rambut dan menunda rambut beruban prematur.
Meskipun demikian, penelitian dan data ilmiah tentang efektivitas biji ketumbar pada kulit dan rambut masih kurang.
Penelitian lebih mendalam terutama pada manusia tentunya masih perlu dilakukan.
- Dapat Melindungi Kesehatan Otak
Banyak penyakit otak, termasuk Parkinson, Alzheimer, dan multiple sclerosis, berhubungan dengan peradangan.
Nah, sifat anti-inflamasi ketumbar diyakini dapat melindungi seseorang dari penyakit ini.
Satu studi tikus yang menemukan bahwa ekstrak ketumbar melindungi dari kerusakan sel saraf setelah kejang akibat obat, kemungkinan karena sifat antioksidannya.
Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan pada pada tikus juga mencatat bahwa daun ketumbar meningkatkan daya ingat.
Hal ini menunjukkan bahwa tanaman tersebut mungkin memiliki aplikasi untuk penyakit Alzheimer.
Kendati demikian, perlu diingat bahwa penelitian manusia masih perlu dilakukan.
- Dapat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan dan Usus
Minyak yang diekstraksi dari biji ketumbar dapat mempercepat dan meningkatkan pencernaan yang sehat.
Nah, studi yang dilakukan selama 8 minggu pada 32 orang dengan sindrom iritasi usus (IBS) menemukan hasil menarik.
Studi ini menjelaskan bahwa 30 tetes obat herbal yang mengandung ketumbar diminum tiga kali sehari secara signifikan mengurangi berbagai gangguan pencernaan.
Mulai dari sakit perut, kembung, dan ketidaknyamanan.
Efeknya pun dianggap lebih signifikan dibandingkan obat-obatan plasebo.
Selain itu, ekstrak ketumbar digunakan sebagai perangsang nafsu makan dalam pengobatan tradisional Iran.
Satu studi tikus mencatat bahwa itu meningkatkan nafsu makan, dibandingkan dengan tikus kontrol yang diberi air atau tidak sama sekali
Cara Mengonsumsi Ketumbar
Untuk mengonsumsi ketumbar, bisa menggunakannya dengan dua macam cara.
Cara pertama dengan memasukkan ketumbar ke dalam makanan.
Cara kedua adalah membuat teh ketumbar.
Dengan semakin banyaknya orang yang beralih ke tanaman herbal, maka ketumbar bisa menjadi salah satu pilihan untuk kondisi tertentu dan pastinya dengan takaran yang sesuai.
Banyak referensi yang mengangkat cara penggunaan ketumbar ini sebagai salah satu tanaman obat.
Dikutip dari DTPH, 23 Agustus 2022, air ketumbar umumnya aman dikonsumsi sebagai jamu atau minuman herbal untuk memelihara kesehatan tubuh.
Namun bukan berarti minuman herbal tidak memiliki efek samping, terutama jika sedang mengonsumsi obat diabetes yang dapat menurunkan gula darah.
Jika dikonsumsi berbarengan dengan air ketumbar, hal ini berisiko menyebabkan terjadi nya penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia).
Selain itu, ibu hamil menyusui sebaiknya mengonsumsi biji ketumbar dalam jumlah terbatas.
Sebab, efeknya pada sekresi kelenjar dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh ibu, janin, serta kelenjar reproduksi.
Sementara itu, ketumbar juga berpotensi memicu alergi pada sebagian orang.
Itulah beberapa manfaat mengonsumsi ketumbar.
Jika setelah mengonsumsi ketumbar Anda merasakan reaksi alergi, sebaiknya segeralah periksakan kondisi Anda. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto