RADARMAGELANG.ID—Talas yang juga dikenal sebagai singkong raksasa (Colocasia esculenta), bukan sekadar umbi-umbian untuk konsumsi pangan.
Tetapi juga menyimpan sejumlah manfaat kesehatan yang luar biasa.
Talas yang kerap disepelekan sebagai cemilan kelas dua ini ternyata kaya akan nutrisi penting.
Talas menjadi salah satu pilihan makanan sehat dengan beragam manfaat bagi tubuh manusia.
Salah satunya untuk mengontrol kadar gula darah.
Selama ini, talas sering dijadikan cemilan untuk cepat kenyang.
Terutama talas rebus atau kolak talas.
Padahal, talas bukan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat yang bisa bikin cepat kenyang.
Manfaat talas untuk kesehatan banyak.
Di antaranya, talas bisa mengontrol gula darah, antikanker, alternatif menu diet, dan memperlambat penuaan.
Meski talas saat ini banyak dijadikan cemilan kekinian, seperti keripik dan sejenisnya.
Namun, banyak orang memilih mengolah talas secara sederhana, yakni merebusnya.
Talas rebus paling nikmat disantap saat hangat.
Dipadukan dengan secangkir kopi hitam atau teh tubruk panas.
Berasa lezat dengan teksturnya yang lembut.
Manfaat talas untuk kesehatan ini diperoleh dari kandungan nutrisinya.
Dilansir dari halodoc, dalam 132 gram talas matang, terdapat kandungan nutrisi berupa kalori 187, serat 6,7 gram, mangan 30 persen dari kebutuhan harian, dan vitamin B6 22 persen dari kebutuhan harian.
Ada pula kandungan mineral kalium 18 persen dari kebutuhan harian, tembaga 13 persen dari kebutuhan harian, fosfor 10 persen dari kebutuhan harian dan magnesium 10 persen dari kebutuhan harian.
Selanjutnya, vitamin E 19 persen dari kebutuhan harian dan vitamin C sebanyak 11 persen dari kebutuhan harian.
Dari kandungan nutrisinya itu, inilah sembilan manfaat talas untuk kesehatan tubuh:
- Antikanker
Kandungan polifenol dalam talas dapat mengurangi risiko kanker.
Polifenol utama yang terdapat dalam talas adalah quercetin yang dapat memicu kematian sel kanker dan memperlambat pertumbuhan beberapa jenis kanker.
Quercetin merupakan antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas.
Tak hanya itu, talas mengandung karsinogen dan agen biologis penyebab stres oksidatif dan peradangan.
- Memperlambat Penuaan
Talas merupakan makanan sehat yang banyak kandungan nutrisinya, seperti vitamin A, C, dan vitamin B, kandungan mineral seperti tembaga, mangan, seng, magnesium, kalsium, besi, selenium, potasium, beta-karoten dan cryptoxanthin, serta mengandung protein.
Semua kandungan tersebut adalah antioksidan baik yang berguna untuk melindungi dari penyakit dan memperlambat proses penuaan.
- Membantu Menurunkan Berat Badan
Dengan kandungan serat dan rendah kalori, talas bisa membantu untuk menurunkan berat badan.
- Menjaga Kesehatan Otot
Berkat kandungan magnesium dalam talas yang tinggi, jenis umbi-umbian ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan otot, tulang, dan saraf.
- Menyehatkan Usus
Kesehatan usus bisa terjaga berkat kandungan serat dan pati resisten pada talas.
Saat mencapai usus besar, serat dan pati resisten dapat menjadi makanan bagi mikroba di usus.
Secara tidak langsung ini mendorong pertumbuhan bakteri baik atau probiotik.
- Meningkatkan Energi
Dengan indeks glikemik rendah, talas cocok untuk sumber energi.
Makanya, talas sering menjadi bagian dari menu para olahragawan yang akan menghadapi kompetisi.
- Mengontrol Gula Darah
Talas mengandung dua jenis karbohidrat yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah, yakni serat dan pati resisten.
- Melindungi Jantung
Talas kaya akan potasium yang membantu mengendalikan detak jantung dan mengurangi stres di arteri.
Potasium juga membantu mengatur tekanan darah, karena mengurangi efek natrium pada tubuh.
Potasium juga bisa memecah kelebihan garam.
Hal ini dapat mengurangi stres pada sistem kardiovaskular, membantu mencegah perkembangan masalah jantung kronis.
- Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Talas mengandung 6 gram serat per 132 gram.
Di mana orang yang makan lebih banyak serat kecenderungan terkena penyakit jantungnya akan lebih rendah.
Pati resisten baik untuk menurunkan kolesterol.
Itulah sembilan manfaat talas untuk kesehatan tubuh berdasarkan kandungan nutrisi di dalamnya. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto