RADARMAGELANG.ID—Bulan suci Ramadan, buah kolang kaling banyak dicari.
Biasanya buah ini sebagai isian es campur atau kolak yang segar.
Cocok buat menu minuman buka puasa.
Kolang-kaling terbuat dari biji tanaman aren yang memiliki nama latin Arenga pinnata.
Buah ini banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Di Indonesia, kolang-kaling juga sering disebut sebagai buah atap atau buah aren
Kolang kaling ternyata menyimpan segudang nutrisi yang luar biasa.
Kolang kaling memiliki kandungan gizi yang melimpah.
Dalam 100 gram buah kolang kaling mengandung Karbohidrat 6.2 gram, Gula 5.7 gram, Serat 0.5 gram, Protein 0.3 gram, Lemak Total 0.1 gram, Vitamin B6 0.04 mg, Vitamin A 1 IU, Kalium 144 mg, Vitamin B2 (Riboflavin) 0.03 mg, dan Vitamin B3 (Niasin) 0.2 mg.
Selain itu, kolang kaling mengandung Fosfor 36 mg, Kalsium 10 mg, Zat Besi 0.4 mg, Magnesium 12 mg, Air 90.5 g, Vitamin C 3 mg, dan Vitamin B1 (Tiamin) 0.02 mg.
Adapun manfaat kolang kaling untuk Kesehatan, antara lain:
- Sumber Hidrasi yang Menyegarkan
Kolang-kaling memiliki kandungan air yang tinggi, sekitar 93 persen.
Manfaat kolang-kaling ini menjadikannya sumber hidrasi yang menyegarkan, membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
- Pereda Nyeri Sendi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kolang-kaling memiliki efek antiinflamasi yang berpotensi meredakan nyeri sendi.
Manfaat ini menjadi potensi yang menjanjikan bagi penderita nyeri sendi, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
- Penjaga Kelancaran Pencernaan
Kolang-kaling kaya akan serat tak larut yang berperan penting dalam melancarkan sistem pencernaan.
Serat ini membantu mencegah konstipasi dan mendorong pertumbuhan bakteri baik dalam usus, sehingga pencernaan Anda lebih sehat.
- Pembentuk Tulang yang Kuat
Kolang-kaling mengandung kalsium dan fosfor, dua mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang.
Kalsium berperan dalam pembentukan struktur tulang, sedangkan fosfor meningkatkan kepadatan tulang.
Konsumsi kolang-kaling dapat membantu Anda memiliki tulang yang kuat dan sehat.
- Penangkal Radikal Bebas
Kolang-kaling kaya akan antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis.
Manfaat antioksidan kolang-kaling membantu melindungi tubuh Anda dari berbagai penyakit tersebut.
- Pendukung Kesehatan Jantung
Kandungan pektin dalam kolang-kaling membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), faktor risiko utama penyakit jantung.
Dengan mengonsumsi kolang-kaling secara rutin, Anda dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.
- Pelindung Kesehatan Kulit
Kolang-kaling mengandung vitamin C yang berperan penting dalam produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kesehatan kulit.
Selain itu, antioksidan dalam kolang-kaling membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Manfaat kolang-kaling ini membantu Anda memiliki kulit yang sehat dan awet muda.
8. Penjaga Berat Badan Ideal
Kolang-kaling rendah kalori dan kaya serat.
Kombinasi ini membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga berat badan ideal.
Manfaat kolang-kaling ini dapat membantu Anda mencapai dan menjaga berat badan yang sehat.
- Mencegah Defisiensi Zat Besi
Salah satu kandungan mineral penting yang terdapat pada kolang-kaling adalah zat besi.
Zat besi bermanfaat untuk menghasilkan hemoglobin untuk mengikat oksigen.
Jika kadar zat besi rendah, produksi hemoglobin pun tidak cukup untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti anemia, mudah lesu, gampang sakit, hingga sakit kepala.
Mengonsumsi kolang-kaling dapat membantu tubuh Anda mendapatkan asupan zat besi dan mencegah anemia defisiensi besi.
- Menyumbang Energi untuk Tubuh
Kolang-kaling mengandung pati atau sumber karbohidrat kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh.
Karbohidrat kompleks yang bersifat polisakarida ini dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.
Tak heran bila kolang-kaling sering dijadikan makanan pembuka terutama saat berbuka puasa.
Ini karena kandungan karbohidratnya yang dapat mengisi kebutuhan energi setelah berpuasa seharian.
Cara Membuat Kolang-Kaling
Untuk membuat kolang-kaling, diperlukan buah aren yang masih setengah matang.
Biasanya buah aren yang setengah matang memiliki kulit buah yang berwarna hijau segar.
Setelah itu, buah aren harus dibakar lebih dulu sampai daging buahnya terlihat hangus.
Hal ini dilakukan agar getah yang menempel di permukaan kulitnya hilang.
Getah harus dihilangkan sebab dapat menyebabkan gatal pada kulit.
Oleh karena itu, buah aren tidak bisa dikonsumsi secara langsung.
Setelah menjalani proses pembakaran, selanjutnya buah aren harus melalui proses perebusan yang biasanya memakan waktu sekitar 1 – 2 jam.
Setelah direbus, buah aren ditiriskan hingga dingin dan dikupas untuk diambil bijinya.
Tak berhenti di situ, biji buah aren perlu dipipihkan agar bentuknya sedikit lebar.
Biji aren yang sudah memipih kemudian dicuci bersih dan langsung direndam dalam air kapur selama beberapa hari.
Biji direndam hingga berwarna bening untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa.
Nah, biji yang berwarna bening dan bertekstur kenyal inilah yang kita kenal dengan sebutan kolang-kaling.
Sebaiknya hindari mengonsumsi kolang-kaling secara berlebihan, terlebih jika Anda mengolah buah ini menjadi manisan ataupun sup buah yang serba manis.
Alih-alih mendapatkan berbagai manfaat yang sudah disebutkan di atas, Anda justru berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dan berbagai penyakit kronis. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto