RADARMAGELANG.ID—Ginjal berperan vital dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
Ketika fungsi ginjal terganggu, ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Penyakit ginjal yang berkembang menjadi kronis atau gagal ginjal sangat sulit untuk ditangani.
Karena itu, mengetahui gejala penyakit ginjal stadium awal sangat penting untuk memastikan penanganan yang efektif.
Gangguan pada ginjal adalah suatu kondisi medis yang umum terjadi dan banyak dialami oleh banyak orang.
Namun, sayangnya, seringkali penyakit ini tidak terdeteksi dengan mudah karena gejalanya yang mirip dengan kondisi medis lainnya.
Selain itu, pengidap penyakit ginjal juga sering tidak merasakan adanya gejala sampai penyakit tersebut sudah mencapai tahap yang parah, seperti gagal ginjal.
Karena itulah, penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent killer“.
Nah, agar dapat lebih mewaspadainya, sebaiknya ketahuilah apa saja tanda awal gangguan ginjal.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, ciri-ciri ginjal yang sehat antara lain:
Produksi Urine yang Normal
Ginjal yang sehat dapat memproduksi urine dengan warna yang normal, yaitu kuning terang hingga kuning jernih.
Fungsi Penyaringan yang Baik
Ginjal yang sehat memiliki kemampuan untuk menyaring darah secara efisien dan mengeluarkan zat-zat sisa.
Misalnya seperti urea, kreatinin, dan produk limbah lainnya melalui urine.
Kadar Elektrolit yang Seimbang
Ginjal yang sehat mampu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Contohnya natrium, kalium, kalsium, dan fosfat.
Stabilnya Tekanan Darah
Ginjal yang sehat dapat membantu menjaga tekanan darah dalam rentang normal, mencegah peningkatan tekanan darah yang berlebihan.
Setelah mengenali ginjal yang sehat, berikut ini ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal.
Ciri-ciri penyakit ginjal pada stadium awal mungkin tidak terlalu jelas atau spesifik.
Namun ada beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan.
- Sulit Tidur
Penumpukan racun dalam darah akibat penurunan fungsi penyaringan ginjal yang tidak optimal juga dapat mengganggu tidur.
Penelitian menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara sleep apnea dan penyakit ginjal kronis.
Kondisi ini seiring waktu dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
Sebab, sleep apnea dapat merusak ginjal dengan menghambat pasokan oksigen yang cukup ke tubuh.
Selain itu, penyakit gagal ginjal kronis dapat menyebabkan sleep apnea karena memicu penyempitan saluran napas, penumpukan racun dalam tubuh, dan mekanisme lainnya.
- Sesak Nafas
Ketika ginjal mengalami masalah, organ tersebut tidak bisa menghasilkan cukup hormon yang disebut erythropoietin.
Hormon tersebut memberi sinyal pada tubuh untuk membuat sel darah merah.
Tanpanya, kamu bisa terkena anemia dan merasa sesak napas.
Penyebab sesak napas lainnya adalah penumpukan cairan pada dada.
Hal itu mungkin bisa membuat kamu kesulitan mengatur napas. Dalam kasus yang serius, berbaring bisa membuat kamu merasa seperti tenggelam.
- Sakit Punggung Bagian Bawah
Nyeri di punggung, samping, atau di bawah tulang rusuk bisa menjadi tanda awal gangguan ginjal.
Begitu juga dengan nyeri perut bagian bawah bisa dikaitkan dengan infeksi kandung kemih atau batu di ureter (tabung yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih).
- Kulit Menjadi Kering dan Gatal
Gejala ini dapat muncul ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan racun secara efektif sehingga racun tersebut menumpuk dalam darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya ruam atau rasa gatal pada seluruh tubuh.
Seiring berjalannya waktu, ginjal juga mungkin tidak dapat menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam tubuh.
Dampaknya, pengidapnya dapat mengalami gangguan kesehatan terkait mineral dan tulang, yang juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal.
- Wajah dan Kaki Bengkak
Apabila ginjal tidak mampu mengeluarkan natrium secara efektif, cairan akan menumpuk di dalam tubuh.
Keadaan ini dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, betis, atau wajah.
Pengidapnya mungkin juga akan mengalami pembengkakan, terutama pada kaki dan pergelangan kaki.
Selain itu, keberadaan protein dalam urine dapat menyebabkan pembengkakan pada sekitar area mata.
- Kram Otot
Kram di kaki dan di tempat lain juga bisa menjadi tanda awal gangguan ginjal.
Hal itu terjadi karena ketidakseimbangan kadar natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lain bisa mengganggu kerja otot dan saraf.
- Lebih Mudah Lelah, Kurang Berenergi, atau Sulit Berkonsentrasi
Ginjal berfungsi untuk menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine.
Ketika kamu mengalami gangguan ginjal, racun bisa menumpuk.
Akibatnya, kamu mungkin akan merasa lelah, lemah, atau sulit berkonsentrasi.
Selain itu, ginjal juga membuat hormon yang memberi tahu tubuh untuk membuat sel darah merah.
Itulah mengapa salah satu komplikasi penyakit ginjal adalah anemia, karena tubuh jadi tidak bisa menghasilkan sel darah merah secara optimal.
Hal itu juga bisa menyebabkan kelelahan dan kelemahan.
- Mual
Gejala lain sakit ginjal stadium awal yang cukup umum dialami adalah mual.
Penyebab mual pada penderita penyakit ginjal pun berbeda-beda, bisa karena uremia, gangguan otot lambung, ulkus, GERD, atau efek samping obat-obatan.
- Tekanan Darah Meningkat
Gejala lain dari penyakit ginjal stadium awal adalah meningkatnya tekanan darah.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi pemicu penyakit ginjal, namun juga dapat terjadi karena gangguan pada ginjal.
Hal ini dikarenakan kemampuan ginjal untuk menyaring racun terus menurun.
Selain itu, tidak seimbangnya kadar cairan dan mineral dalam tubuh juga bisa menjadi penyebabnya.
- Lebih Sering Buang Air Kecil dan Urine Tidak Normal
Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari juga bisa menjadi salah satu gejala awal penyakit ginjal.
Keinginan untuk buang air kecil lebih sering disebabkan oleh ginjal yang tak bisa melakukan penyaringan dengan baik.
Normalnya, warna urine yang sehat adalah jernih atau kuning.
Jika urine berwarna kemerahan karena disertai darah dan juga berbusa, maka hal tersebut perlu diwaspadai.
Busa dalam urine menandakan adanya kandungan protein yang tinggi di dalam urine.
Sementara keluarnya darah bersama urine tidak selamanya menandakan penyakit ginjal. Namun jika urine berdarah (hematuria) dibarengi dengan busa, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter.
- Penurunan Berat Badan
Gejala penyakit ginjal stadium awal berikutnya adalah penurunan berat badan.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh rasa mual serta hilangnya nafsu makan.
Pasalnya, ketika ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan mengalami uremia yang menyebabkan saat makanan masuk ke mulut terasa berbeda seperti logam.
Hal ini pun membuat penderita tidak selera makan dan mengalami penurunan berat badan.
Ginjal berperan vital dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
Ketika fungsi ginjal terganggu, ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Penyakit ginjal yang berkembang menjadi kronis atau gagal ginjal sangat sulit untuk ditangani.
Karena itu, mengetahui gejala penyakit ginjal stadium awal sangat penting untuk memastikan penanganan yang efektif.
Semoga informasi ini bermanfaat. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto