RADARMAGELANG.ID—Warna buang air besar (BAB) atau feses memang bisa menjadi penentu kondisi kesehatan seseorang.
Biasanya, BAB normal berwarna cokelat dengan tekstur lembut dan tidak putus.
Warna BAB yang berubah dan tidak seperti biasanya kerap mengundang pertanyaan.
Termasuk ketika BAB berwarna hijau.
Apa penyebab BAB berwarna hijau?
Kotoran bisa berubah menjadi hijau karena berbagai alasan.
Beberapa penjelasannya karena mengonsumsi makanan berklorofil tinggi, seperti bayam atau kangkung, antibiotik, atau sedang mengalami infeksi bakteri.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai penyebab BAB berwarna hijau? Baca selengkapnya di sini!
BAB berwarna hijau disebabkan oleh makanan atau penyakit tertentu
Seperti yang disebutkan sebelumnya, umumnya kotoran berwarna cokelat.
Namun, kadang-kadang juga BAB bisa berubah menjadi hijau, merah, hitam, kuning, atau warna apapun.
Banyak dari perubahan warna ini tidak menandakan kondisi medis, tetapi beberapa dapat menjadi tanda dari sesuatu yang lebih serius.
BAB berwarna hijau biasanya disebabkan konsumsi sejumlah besar sayuran berdaun hijau.
Secara khusus, klorofil pada tumbuhan menghasilkan warna hijau.
Selain dari jenis makanan, ada beberapa penyebab lain mengapa BAB berwarna hijau seperti dikutip dari halodoc:
- Pigmen Empedu
Kotoran mungkin berwarna hijau karena adanya pigmen empedu.
Jika makanan bergerak terlalu cepat melalui usus, pigmen empedu tidak sempat terpecah sebagaimana mestinya.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab diare dan membuat BAB berwarna hijau.
- Antibiotik
Antibiotik dapat mengubah jenis bakteri yang ada di usus.
Bakteri dapat memengaruhi warna khas kotoran.
Interaksi antibiotik dan bakteri sering kali dapat menyebabkan perubahan warna pada kotoran menjadi hijau.
- Prosedur Medis Tertentu
Misalnya, seseorang yang tubuhnya menolak transplantasi sumsum tulang dapat mengembangkan penyakit graft-versus-host (GvHD).
Diare dan tinja berwarna hijau adalah gejala dari kondisi ini.
- Parasit dan Bakteri
Patogen tertentu dapat menyebabkan kotoran menjadi hijau, termasuk bakteri Salmonella, parasit berbasis air Giardia, dan norovirus.
Parasit dan bakteri ini bisa berdampak pada perubahan warna feses.
Orang yang mengira fesesnya berwarna hijau bukan hasil dari diet kaya sayuran atau pewarna makanan hijau harus segera memeriksakan dirinya ke dokter.
Kamu juga bisa menghubungi dokter mengenai hal ini agar lebih jelas dan bisa melakukan tindakan selanjutnya sesuai anjuran medis.
Penanganan BAB Berwarna Hijau
Jika BAB berwarna hijau disertai dengan gejala lain, kamu harus lakukan pemeriksaan ke dokter.
Ini terutama bila ada gejala-gejala lain yang mengiringi.
Perubahan warna kotoran yang tidak terkait dengan perubahan pola makan.
Diare yang berlangsung lama.
Kotoran hijau kronis (terjadi pada jangka waktu yang lama).
Memiliki gejala yang menyertai seperti kram perut yang parah.
Biasanya, perawatan untuk gangguan yang berhubungan dengan kotoran hijau meliputi:
- Konsumsi obat-obatan
Untuk infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik sesuai dengan kondisi gangguan yang menjadi penyebab.
- Perawatan rumah
Jika penyebab BAB berwarna hijau dikarenakan penyakit Celiac, kamu harus mengikuti diet bebas gluten.
Dokter mungkin merujuk ke ahli gizi.
Gangguan pencernaan lainnya, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa biasanya juga memerlukan perubahan pola makan.
- Operasi
Pada beberapa kondisi, penyakit pada pencernaan seperti penyakit Crohn akan memerlukan pembedahan untuk mengatasinya.
Rekomendasi dokter untuk menangani BAB berwarna hijau, kamu bisa menghubungi dokter jika khawatir mengalami BAB berwarna hijau. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto