RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kolesterol tinggi bisa menyerang mereka yang sudah tua maupun yang masih muda.
Kolesterol tinggi tidak mengenal usia dan kondisi badan. Di Indonesia, penderita kolesterol cukup tinggi, yaitu mencapai 28% (Kemenkes, 2022).
Kadar koresterol yang tinggi dapat menjadi faktor meningkatnya risiko terjangkit berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung dan stroke.
Untuk mencegah kondisi tersebut, penderita disarankan untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti makan-makanan mengandung serat, rutin berolahraga, dll.
Selain mengonsumsi obat secara rutin atas anjuran dokter, kolesterol tinggi juga bisa diturunkan secara alami.
Yaitu mengatur pola makan dengan rutin mengonsumsi buah-buahan penurun kolesterol.
Penderita kolesterol tinggi bisa mengonsumsi buah-buahan segar untuk menurunkan kolesterol secara alami.
Meski prosesnya tidak instan dan membutuhkan waktu lebih lama dibanding obat penurun kolesterol.
Namun mengonsumsi buah-buahan tidak memiliki efek samping, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.
Buah-buahan mengandung serat yang bisa membantu menurunkan penyerapan lemak dan kolesterol ke dalam aliran darah.
Selain itu, buah-buahan juga mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.
Hal ini akan memperlancar aliran darah dan mencegah penyakit jantung.
Nah, berikut buah-buahan penurun kolesterol jahat.
- Alpukat
Alpukat memiliki kandungan lemak sehat, yang 63% penyusunnya yaitu asam lemak tak jenuh.
Lemak tak jenuh dalam alpukat berfungsi sebagai antioksidan untuk menjaga pembuluh darah dan kerusakan arteri oleh penumpukan kolesterol.
Alpukat dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai penurun kolesterol karena mengandung banyak serat dan omega-9.
Serat dan omega-9 inilah yang akan menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap rendah.
- Tomat
Menurut riset dari Jurnal Maturitas, tomat yang sudah dimasak hampir sama berkhasiat dengan obat kimia penurun kolesterol, seperti statin (obat gangguan jantung).
Mengonsumsi tomat secara rutin dan dalam jumlah banyak tidak memiliki efek samping, seperti kerusakan saraf.
Tomat mengandung senyawa likopen pemberi warna merah pada tomat matang.
Likopen merupakan antioksidan penting yang berfungsi untuk mengurangi resiko serangat jantung dan stroke.
Selain likopen, tomat juga mengandung vitamin B dan kalium yang mampu menurunkan kolesterol serta hipertensi.
- Jeruk Nipis
Jeruk nipis memiliki kandungan senyawa flavanoid yang berkhasiat untuk menurunkan tingkat produksi kolesterol jahat.
Jeruk nipis memang jarang dikonsumsi secara langsung, namun bisa diolah menjadi minuman seduh.
Caranya yaitu mengiris jeruk tipis-tipis dan menyeduhnya dalam gelas berisi air panas selama 30 menit.
Seduhan jeruk nipis bisa diminum sehari dua kali, pagi dan malam.
- Jambu Biji
Jambu biji memiliki kandungan kalium dan serat yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, tekanan darah, dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Jambu biji juga memiliki kandungan vitamin dan antioksidan lain yang mampu melindungi jantung dari kerusakan akibat radikan bebas.
Buah ini mudah ditemukan di Indonesia.
- Apel
Apel memiliki kandungan zat beta-glucan yang memiliki peranan untuk mengontrol produksi kolesterol dalam darah.
Buah ini berfungsi sebagai sumber serat larut yang juga berkhasiat untuk menurunkan kolesterol serta mencegah arteri mengeras.
Selain itu, apel mengandung pektin, terutama dalam kulitnya.
Pektin akan menyerap kolesterol dan lemak jahat di dalam usus halus. Kemudian dibawa keluar oleh tubuh melalui urin dan feses.
Apel bisa dikonsumsi secara langsung, selain itu apel juga bisa dibuat cuka. Secara rutin mengonsumsi cuka apel akan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
Perlu diingat bahwa 5 buah di atas memiliki proses yang tidak cepat untuk menurunkan kolesterol tinggi.
Rajin berolahraga dan gaya hidup secara keseluruhan memainkan peran penting dalam mengelola kadar kolesterol.
Selain mengonsumsi buah-buahan, disarankan untuk mengadopsi pola makan sehat yang melibatkan lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan mengurangi konsumsi lemak jenuh. (mg3/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo