RADARMAGELANG.ID, Purworejo– Sebanyak 100 bibit pohon alpukat ditanam di tanah wakaf Desa Kedungsri, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Selasa (2/6/2026). Penanaman dilakukan di lahan yang selama ini belum produktif sebagai upaya penghijauan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo dengan para penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Purworejo tersebut juga diramaikan dengan bazar sembako murah yang disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Bibit alpukat yang diserahkan diharapkan dapat tumbuh menjadi aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Lahan wakaf yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal nantinya diharapkan menjadi kebun produktif yang hasilnya dapat mendukung kesejahteraan warga.
Wibowo Prasetyo mengatakan pemanfaatan tanah wakaf tidak hanya sebatas fungsi sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Bibit yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga untuk masa depan. Ketika pohon-pohon ini tumbuh dan berbuah, hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan menanam pohon tersebut juga merupakan bagian dari upaya merawat lingkungan sebagaimana arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang terus mengingatkan pentingnya merawat pertiwi.
“Menanam pohon adalah salah satu bentuk merawat pertiwi. Kita menjaga tanah, menjaga air, menjaga udara, sekaligus menyiapkan manfaat bagi anak cucu kita di masa depan,” katanya.
Selain penanaman pohon, Wibowo mengapresiasi penyelenggaraan bazar sembako murah yang dinilai sangat membantu masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan harga.
“Bazar sembako murah seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya melihat sendiri antusiasme warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok. Program semacam ini perlu terus didorong karena dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi antara kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan merupakan bentuk gotong royong yang nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan serupa perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, Mukhlis Abdillah, mengapresiasi sinergi antara penyuluh agama dan berbagai pihak dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf sekaligus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia berharap tanah wakaf yang ditanami alpukat tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan wakaf produktif yang mampu menghadirkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, unsur Forkopimcam Kecamatan Butuh, Kepala Desa Kedungsri, para penyuluh agama, serta warga setempat. Selain mendukung penghijauan dan penguatan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga memperlihatkan semangat gotong royong dalam merawat lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga desa. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto