RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Potensi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran mendorong Pemerintah Kabupaten Wonosobo memperkuat kesiapan sektor pariwisata. Destinasi favorit seperti Dieng Plateau dan Telaga Menjer diprediksi kembali menjadi magnet utama pengunjung.
Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penataan usaha akomodasi, pengawasan kegiatan wisata, hingga menjaga kebersihan kawasan destinasi. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas wisata selama libur Lebaran tetap tertib sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Wonosobo Mohamad Kristijadi mengatakan, pemerintah daerah mulai melakukan penataan sektor wisata sejak awal.
“Pemerintah daerah melakukan penataan perizinan pada jasa akomodasi pariwisata melalui platform Online Travel Agent (OTA),” ujarnya.
Penataan tersebut dilakukan untuk memastikan penginapan yang dipasarkan melalui platform digital memiliki izin yang jelas. Pemerintah daerah juga ingin menjaga kualitas layanan akomodasi yang ditawarkan kepada wisatawan.
Selain itu, pengawasan terhadap usaha pariwisata turut diperkuat, terutama di kawasan wisata yang diprediksi menjadi titik keramaian selama libur Lebaran.
“Dilakukan pembinaan dan pengawasan usaha pariwisata di kawasan Dieng dan kawasan Telaga Menjer, sekaligus menyusun surat edaran bupati terkait penyelenggaraan tempat wisata,” kata Kristijadi.
Persiapan juga menyasar aspek kebersihan destinasi. Pemerintah daerah berencana menggelar aksi bersih sampah serentak di sejumlah kawasan wisata. Kegiatan akan dilaksanakan di kawasan Mandala Wisata, Telaga Menjer, serta kawasan Dieng.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas lingkungan destinasi sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan agenda wisata untuk meramaikan libur Lebaran. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Mudik 2026 yang akan menghadirkan atraksi budaya dan kuliner.
“Festival Mudik 2026 akan diselenggarakan dengan penerbangan balon udara di 23 titik lokasi serta bazaar kuliner,” ujar Kristijadi.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap lonjakan kunjungan wisata saat libur Idulfitri dapat dikelola dengan baik, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi wisata. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo