Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pulang dari Gunung Slamet, Mobil PMI Kota Magelang Alami Kecelakaan di Purbalingga

Puput Puspitasari • Jumat, 9 Januari 2026 | 02:03 WIB
Relawan PMI Kota Magelang, BPBD Kota Magelang, dan unsur lainnya menunggu kedatangan korban laka mobil operasional PMI Kota Magelang di Purbalingga, Kamis (8/1/2026).
Relawan PMI Kota Magelang, BPBD Kota Magelang, dan unsur lainnya menunggu kedatangan korban laka mobil operasional PMI Kota Magelang di Purbalingga, Kamis (8/1/2026).

RADARMAGELANG.ID, Purbalingga – Mobil operasional PMI Kota Magelang yang ditumpangi para relawan mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, sekitar pukul 16.30.

Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro membenarkan kabar tersebut. Ia menceritakan, mobil operasional PMI tersebut dalam perjalanan pulang ke Kota Magelang dari Gunung Slamet. Mobil tersebut membawa sembilan penumpang, tiga di antaranya merupakan relawan PMI, dan sisanya merupakan tim SAR gabungan.

“Kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena apa, tapi kami menerima informasi bahwa ada relawan yang mengalami luka ringan, dan ada pula yang perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit Purbalingga,” tuturnya, dihubungi Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (8/1/2026).

Suryantoro menyebut, mobil PMI tersebut membawa relawan yang sudah berhari-hari berada di Gunung Slamet untuk mencari Syafiq Ridhan Ali Razan yang hilang saat mendaki tektok (tanpa bermalam).

“Jadi, di dalam mobil itu, ada relawan yang sudah 10 hari di sana, ada juga yang 5 hari, 3 hari. Mereka pulang ke Kota Magelang untuk bergantian,” tandasnya.

Sampai dalam perjalanan pulang, tim relawan juga belum menerima kabar Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan. Namun nahas, mobil operasional PMI Kota Magelang mengalami kecelakan di tengah perjalanan.

Mendengar kabar tersebut, PMI Kota Magelang berencana melakukan penjemputan. Namun oleh PMI Kabupaten Purbalingga melarang, agar tidak saling menunggu.

“Kita sudah menyiapkan tiga mobil ambulans dan mobil BPBD untuk menjemput. Tapi PMI Purbalingga meminta kami menunggu saja, dan mereka yang mengurus segalanya. Semua (korban, Red) akan di antar sampai ke Kota Magelang,” ujarnya.

Suryantoro menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Purbalingga, PMI Banyumas, dan PMI Banjarnegara, serta pihak-pihak yang telah membantu para relawan yang menjadi korban. “Saat ini, kita masih menunggu mereka datang. Informasinya, baru proses mengurus administrasi, karena ada relawan kami yang dirawat di RS. Setiba di Kota Magelang, para relawan yang membutuhkan perawatan akan langsung dibawa ke RSUD Tidar Kota Magelang,” tandasnya.

Hingga berita diturunkan, para relawan PMI Kota Magelang, BPBD, dan unsur lainnya masih berjaga di markas PMI Kota Magelang yang berada di Potrobangsan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Magelang, setidaknya ada delapan korban yang mendapatkan perawatan medis. Tiga korban diantaranya mendapat perawatan di RSUD Goeteng. Yakni atas nama Amin Priadi (tangan kiri fraktur) warga Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang ; Djoko Winarto (tidak sadar), warga Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang; Mahesa (lutut kaki kiri dislokasi), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. (put)

Editor : H. Arif Riyanto
#purbalingga #gunung slamet #pmi kota magelang #kecelakaan #BPBD kota Magelang