Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jenazah Kelima Ditemukan 3,5 Km dari TKP, Seorang Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Hanyut di Singorojo Kendal Belum Ditemukan

Budi Setiyawan • Kamis, 6 November 2025 | 04:29 WIB

RADARMAGELANG.ID, Kendal Dua mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang kembali ditemukan di Sungai Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo dalam kondisi sudah tak bernyawa, Rabu (5/11/2025).

Keduanya adalah Bima Pranawira asal Gresik dan M. Jibril Assyarofi asal Jepara. Dengan temuan ini, sudah lima dari enam korban hanyut yang ditemukan. Satu korban lainnya, Nabila Yulian Desy Pramesti asal Bojonegoro, masih dalam pencarian.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal Iwan Sulistyo mengatakan, pencarian dihentikan sementara karena hujan deras mengguyur kawasan hulu. “Sekitar pukul sebelas semua tim kami tarik. Arus kembali deras dan berbahaya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Iwan menegaskan penghentian bersifat sementara. “Begitu cuaca membaik, pencarian dilanjutkan lagi. Kami utamakan keselamatan tim,” katanya.

Nabila Yulian Desy Pramesti asal Bojonegoro yang belum ditemukan.
Nabila Yulian Desy Pramesti asal Bojonegoro yang belum ditemukan.

Sejak pagi, operasi pencarian hari kedua digelar dengan melibatkan 114 personel gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Mereka dibagi menjadi lima tim. Empat menyisir jalur darat, satu menyusuri sungai menggunakan empat perahu rafting.

Koordinator Lapangan BPBD Kendal Ahmad Garlih menyebut, dua jasad ditemukan di titik berbeda, sekitar 150 meter dan 3,5 kilometer dari lokasi kejadian. “Arusnya deras dan lintasannya ekstrem. Tapi kami tetap berupaya maksimal,” ujarnya.

Salat Ghaib

Sementara itu, UIN Walisongo Semarang menghentikan sementara kegiatan KKN di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut atas kejadian hanyutnya enam mahasiswa di Sungai Jalinggo.

 

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Walisongo Semarang Akhmad Fauzin menjelaskan, posko KKN di lokasi kejadian sementara dihentikan. Sedangkan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi akan mendapat pendampingan psikologis.

 

"Untuk yang posko khusus di Getas itu, (mahasiswa KKN) sisanya kita proses pending dulu. Kemudian akan didampingi oleh psikolog," ucapnya usai melakukan salat ghaib dan doa bersama di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Rabu (5/11). 

 

Meski begitu, di posko lain KKN tetap berjalan. Pasalnya, program akademik di masyarakat telah dirancang. Namun, dirinya mengimbau kepada peserta KKN agar lebih berhati-hati dan mematuhi protokol kegiatan lapangan.

 

"Sisanya tetap berjalan karena ini program juga. Kami imbau kepada teman-teman mahasiswa KKN untuk berhati-hati dalam berkendara, kemudian kenali dulu medan. Dalam melaksanakan kegiatan harus mengikuti dan mematuhi peraturan yang telah ditentukan untuk menghindari sesuatu yang kurang diinginkan," pesannya. 

 

Dalam proses penanganannya, ia memastikan, seluruh mahasiswa peserta KKN telah didaftarkan dalam program asuransi jiwa. “Yang meninggal akan mendapatkan haknya sebagai ahli waris. Peserta KKN memang semuanya sudah diasuransikan,” jelasnya.

 

Dirinya terus memanjatkan doa karena satu mahasiswa atas nama Nabila Yulian Desy hingga kini masih belum ditemukan.

 

Adapun jadwal KKN UIN Walisongo berlangsung selama 40 hari. Hingga kini, baru berjalan separuh waktu. Atas insiden ini, pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh. 

 

Kemarin, kampus UIN telah menggelar salat ghaib dan doa bersama atas insiden hanyutnya enam mahasiswa tersebut. Kegiatan salat ghaib tersebut berlangsung di masjid kampus III, kampus II, dan kampus I.

 

“Kami mengimbau seluruh mahasiswa dan dosen melaksanakan salat ghaib, baik berjamaah maupun secara individu, memohon pertolongan Allah agar korban terakhir segera ditemukan,” harapnya. 

Seperti diketahui, tragedi ini terjadi Selasa (4/11) siang. Dari 15 mahasiswa KKN yang bermain air di Sungai Jalinggo, enam terseret arus deras setelah banjir kiriman datang tiba-tiba dari hulu. Tiga korban pertama ditemukan sore hari pascakejadian  adalah Syifa Nadhilah dan Riska Amelia asal Pemalang, serta M. Labib Rizqi asal Pekalongan.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Sianipar memastikan personel Polres tetap siaga di lokasi “Kami bantu pengamanan dan pendampingan keluarga korban, termasuk trauma healing bagi mahasiswa yang selamat,” katanya. (bud/ifa/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kkn #Singorojo #hanyut #uin walisongo #kendal