Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sebelum Lompat Jembatan Jurug Solo, Mahasiswi UNS Asal Temanggung Tinggalkan Pesan: 'Aku Pergi Ya, Bu Maaf Aku Tak Sekuat Ibu'

H. Arif Riyanto • Rabu, 2 Juli 2025 | 01:36 WIB
Korban Devita Sari Anugraheni, 22, warga Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Temanggung telah membuat pesan dalam tulisan di bukunya sebelum lompat ke Sungai Bengawan Solo.
Korban Devita Sari Anugraheni, 22, warga Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Temanggung telah membuat pesan dalam tulisan di bukunya sebelum lompat ke Sungai Bengawan Solo.

RADARMAGELANG.ID—Sebelum loncat ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Jurug sisi selatan, Selasa (1/7/2025) tadi, mahasiswi Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Universitas Sebelas Maret (UNS) bernama Devita Sari Anugraheni, 22, warga Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Temanggung telah membuat pesan dalam tulisan di bukunya.

Informasi yang diterima Radarmagelang.id, korban loncat sekitar pukul 11.45 WIB setelah berjalan dari arah timur dan berhenti di tengah-tengah jembatan. 

Saat loncat korban meninggalkan sepeda motor bernopol AA 3747 CY dan tas warna hitam yang berisi HP, cutter dan buku kecil bertuliskan pesan.

Seorang saksi Haryadi mengatakan, korban sempat berdiri atas besi jembatan.

Tak berselang lama korban langsung loncat ke Sungai Bengawan Solo.

"Saya pas bawa customer dari arah Palur mau nganter ke PKU, itu di tengah Jembatan Jurug persis dengan saya jaraknya paling lebih lima meter. Ada cewek sudah berdiri di atas besi jembatan, saya teriak 'mbak' terus menepikan motor sudah tidak kelihatan, jadi sudah loncat dari jembatan," ujar pengemudi ojek online ini saat ditemui, Selasa (1/7/2025).

"Waktu saya teriak, mbaknya nggak tengok. Sudah fokus berdiri dan mau loncat. Saya teriak mbak sudah loncat," lanjut dia.

Baca Juga: Mahasiswa Teknik Informatika Unnes yang Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos Tinggalkan Pesan di Buku Diary: Maafkan Aku Karena Telah Bunuh Diri  

Ia pun sempat menengok ke bawah jembatan dari atas tapi sudah tidak kelihatan. Lalu memanggil pertolongan termasuk petugas kepolisian dan relawan.

"Saya sempat tengok tapi sudah tidak kelihatan, kronologinya begitu. Terus banyak orang tak panggil tak suruh minta bantuan pertolongan ke mana-mana," katanya.

Menurutnya, tadi yang ditinggal itu sepeda motor lalu tas cewek warna hitam.

Isinya tasnya itu ada HP, cutter dan ada buku kecil notes dengan tulisan pesan.

"Pesannya itu seperti ada masalah. Jadi yang ditinggal itu ada motor, tas cewek warna hitam yang berisi HP, cutter dan buku kecil tertulis pesan," ungkap dia.

Haryadi mengaku sempat mau ikut meloncat untuk menolong. Tapi tidak jadi setelah berpikir.

"Saya mau ikut lompat tapi pikir dua kali," tandasnya.

Berikut pesan yang ditulis korban: 

Aku Pergi ya.. jangan salahin keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri, terkadang aku merasa bukan diriku. Aku cape, maaf untuk Bp Ds Sumardiyono S.KM karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan...

Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa...
Aku engga....aku capek....Bu maaf aku tak sekuat ibu...

Seperti diberitakan sebelumnya, seeorang mahasiswi nekat lompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Selasa (1/7/2025).

Korban diketahui mahasiswi Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Informasi yang diterima Radarmagelang.id, korban diketahui bernama Devita Sari Anugraheni, 22, warga Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Temanggung.

Petugas tim SAR dan relawan gabungan langsung melakukan pencarian korban yang loncat ke Sungai Bengawan Solo. 

Baca Juga: Terkait Kasus Mahasiswi FK Undip dr Aulia Risma Bunuh Diri, IDI Jateng Sebut PPDS Anestesi Terjadi Tekanan Fisik dan Mental

Untuk mencari korban bahkan menerjunkan tim penyelam yang berjumlah empat orang.

"Setelah dibuka opsar pencarian yang turun ke lokasi dari SAR UNS ada empat personel dan sudah turun dengan satu LCR kemudian dengan empat penyelam," terang Koordinator Lapangan BPBD Solo Haryana saat ditemui, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, untuk BPBD Solo dan Karanganyar standby di atas dengan satu perahu.

Juga masih ada LCR dari Basarnas dengan SAR MTA masih standby di atas.

"Operasi pada hari ini rencana sampai jam 5 sore ditutup. Karena terkait dengan cuaca dan gelapnya lokasi yang ada di Sungai Bengawan Solo ini," katanya.

Untuk identitas korban, lanjut dia, sudah diketahui dan di data petugas.

Bahkan dari BPBD Temanggung sudah koordinasi dengan sini, bersama keluarga perjalanan ke sini. 

“Identitas korban sudah diketahui, warga Temanggung. BPBD Temanggung sudah koordinasi dalam perjalanan ke Solo dengan pihak keluarga," ungkap dia.

Ketika ditanya apakah benar korban merupakan mahasiswa UNS, Haryana membenarkan sesuai data yang dikumpulkan. 

"(Benar mahasiswa UNS) Menurut data informasi yang diterima tadi benar dari K3 UNS," jelasnya.

Haryana mengatakan kalau dari dugaan mengarah korban melakukan bunuh diri.

Karena ada motor dan catatan harian yang ditinggalkan, ini yang diketahui dari salah satu saksi mata pertama yang melihat korban lompat.

“Dari dugaannya mengarah ke situ (bunuh diri). Karena ada buku harian yang ditinggal dari saksi pertama. Meninggal sepeda motor, STNK dan buku catatan harian. STNK dengan alamat Bangsri, Purwodadi, Temanggung yang kemudian dilacak melalui koordinasi lintas Whatsap grub terus sampai ke BPBD Temanggung,” tandas dia. (aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#jembatan jurug #bunuh diri #mahasiswi uns #bengawan solo #BPBD Temanggung #ojek online