RADARMAGELANG.ID, Purworejo—Penyebab kecelakaan maut di Jalan Magelang–Purworejo, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB masih dalam penyelidikan.
Dugaan sementara, kecelakaan melibatkan dump truk bermuatan pasir dan angkot Kopda yang mengangkut rombongan guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi’iyah Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang itu akibat rem blong.
Hal itu dibuktikan oleh keterangan saksi mata di lokasi kejadian.
Menurut beberapa saksi mata, sopir dump truk, Ladis, 48, warga Desa Kanor RT 04 RW 4 Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah berteriak rem blong sejak 500 meter sebelum TKP.
“Iya, sopir truk sudah teriak-teriak kalau rem blong sejak 500 meter sebelum TKP,” kata warga kepada wartawan.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pratama Adhyasastra, mengungkapkan, tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.
Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa truk mengalami rem blong.
"Kalau dilihat, bekas rem belum ditemukan," jelas Kombes Pratama.
Truk tersebut melaju dari arah utara (Magelang) menuju selatan (Purworejo).
Ketika melewati jalan menurun di wilayah Desa Kalijambe, kendaraan diduga kehilangan kendali saat berusaha mendahului angkot di depannya.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, truk yang mengangkut pasir itu melaju cukup kencang dan menyenggol bagian belakang angkot hingga menyebabkan kedua kendaraan terguling.
Bahkan, truk sempat menabrak sebuah rumah warga di pinggir jalan.
“Truk menyenggol angkot, terguling, lalu menabrak rumah. Kami masih melakukan olah TKP dan penyelidikan lanjutan,” kata Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano.
Dirlantas Polda Jawa Tengah menambahkan, pihaknya masih mendalami kondisi teknis kendaraan, termasuk rem dan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) truk.
“Akan lebih jelas nanti setelah pemeriksaan teknis. Sekarang kami masih di lokasi,” katanya.
Sementara itu, Wakapolda Jateng Brigjen Latif Usman meninjau langsung penanganan korban kecelakaan maut di Desa Kalijambe, Bener, Kabupaten Purworejo.
Dia menyebut dari 6 korban selamat, 5 di antaranya dirawat di Rumah Sakit Islam Purworejo.
"Setelah kami lihat di Rumah Sakit Islam ada lima korban. Alhamdulillah, korban selamat yaitu ada 3 penumpang dan 2 pemilik rumah," katanya kepada wartawan di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo, Rabu (7/5/2025).
Sedangkan satu korban selamat lainnya yang merupakan sopir truk dirawat di RSUD Dr Trjitrowardojo.
Sopir truk itu disebut mengalami luka berat.
"(RSUD Dr Trjitrowardojo) Itu ada 5 meninggal, 1 luka berat sopir dari pada truk. Sementara kita rawat sebaik mungkin agar bisa selamat," ujarnya.
Latif memastikan pihak kepolisian terus melakukan pendampingan terhadap korban.
Bahkan, satu polisi ditugaskan untuk mendampingi satu korban.
Dia turut berharap agar korban kecelakaan tersebut tak bertambah.
"Di sini kepolisian akan mendampingi satu korban akan kita dampingi satu polisi. Sampai kita koordinasi juga dengan Polresta Magelang untuk yang berada di rumah duka," jelasnya.
"Iya, sampai saat ini sudah korban 11 (meninggal). Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," lanjutnya.
Diketahui kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Purworejo-Magelang tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada Rabu (7/5/2025) siang.
Dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia dan 6 lainnya luka-luka.
Sebelum peristiwa itu terjadi, dump truk yang dikemudikan Ladis, 48, warga Bojonegoro, Jawa Timur dengan Nopol B 9970 BYZ melaju dari arah Magelang menuju Purworejo.
Setibanya di lokasi, truk tak terkendali dan oleng sehingga menabrak angkot yang dikemudikan Edy Sunaryo, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan Nopol AA 1307 OA yang berada di depannya hingga ringsek.
Peristiwa itu disaksikan langsung oleh warga setempat, Iwan Luis Agustina, 18, yang berada di lokasi.
Warga pun kemudian berusaha menolong korban.
"Truk kan dari atas kayaknya rem blong terus dari bawah ramai. Mau ke kanan karena ramai terus ke kiri nabrak angkot di depannya kemudian nabrak rumah," ucapnya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto