Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalan Turunan Desa Kalijambe Purworejo Dikenal “Jalur Tengkorak”, Berikut Ini 6 Kasus Kecelakaan yang Terjadi dalam Lima Tahun Terakhir

H. Arif Riyanto • Kamis, 8 Mei 2025 | 00:14 WIB
Lokasi kecelakaan antara truk tronton bermuatan pasir dan angkot di perbatasan Magelang- Purworejo, ikut Desa Kalijambe Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/6/2025) siang.
Lokasi kecelakaan antara truk tronton bermuatan pasir dan angkot di perbatasan Magelang- Purworejo, ikut Desa Kalijambe Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/6/2025) siang.

RADARMAGELANG.ID, Purworejo—Ruas Jalan Purworejo-Magelang, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dikenal sebagai jalur tengkorak.

Jalan turunan, menanjak dan berbelok itu merupakan salah satu jalur rawan kecelakaan.

”Turunan Kalijambe dikenal salah satu jalur rawan kecelakaan di Purworejo. Warga menyebut ini jalur tengkorak," kata Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustian menyebut lokasi kecelakaan maut melibatkan truk pasir bernomor polisi B-9970-BYZ dan angkutan umum jenis kopada bernopol AA 1037 QA, Rabu (7/5/2025).

Insiden ini menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan enam orang terluka, termasuk sopir truk tronton.

Awalnya, dilaporkan 10 orang meninggal di lokasi kejadian, sementara enam lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Pasir Tabrak Angkot di Kalijambe Purworejo: Seorang Guru Selamat karena Tempat Minum Ketinggalan di Sekolah

Namun, jumlah korban tewas meningkat menjadi 11 orang setelah salah satu korban luka dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Dugaan sementara, truk pembawa pasir yang melaju dari arah Magelang menuju Purworejo itu mengalami rem blong.

Hingga akhirnya menabrak angkot berisi rombongan ibu-ibu yang ingin takziah ke KH. Barzakki di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

”Ketika berusaha mendahului minibus di jalan menurun, truk diduga kehilangan kendali, penyebab pastinya masih kita dalami," jelas Andry.

Sementara itu, menurut catatan Radarmagelang.id, sejak 2021 setidaknya terjadi enam kecelakaan di Jalan Purworejo-Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener ini.

Kamis, 8 April 2021

Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Purworejo-Magelang Km 18, tepatnya di jalan turunan Desa Kalijambe, Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Kamis (8/4/2025).

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.

Arus lalu-lintas dari dua arah juga sempat macet panjang dalam waktu cukup lama.

Kejadian cukup menyedot perhatian warga dan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.05 WIB melibatkan truk kontainer, truk engkel, dan mobil minibus Nissan Evalia.

Saat itu, truk kontainer tanpa muatan bernopol AA 1757 AP yang melaju dari arah Magelang ke Purworejo diduga mengalami rem blong.

Baca Juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan Truk Pasir Tabrak Angkot Rombongan Guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafiiyah Mungkid di Purworejo

Truk yang hilang kendali itu menabrak pagar pembatas jalan raya hingga kepala truk kontainer lepas dan terlempar dari bodinya.

Bodi truk tronton tanpa kepala itu kemudian meluncur dan oleng.

Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk engkel warna kuning bernopol AA 1425 NK dengan penumpang penuh. Penumpang truk engkel itu berjumlah 25 orang dari Ponpes Darul Tauhid Ngabean Kajoran, Magelang usai mengisi acara di Ponpes Darul Tauhid Kedungsari Purworejo.

Setelah menabrak truk engkel, bodi truk kontainer tanpa kepala itu baru berhenti setelah menabrak mobil minibus Nissan Evalia warna abu-bernopol B 1017 CMQ.

Para korban langsung dilarikan ke RSI Purworejo dan RSU Purworejo.

Tercatat korban meninggal dunia satu orang, yakni penumpang truk engkel.

Adapun korban luka ringan sebanyak 25 orang.

 

Sabtu, 16 Maret 2024

Sekitar pukul 14.20 WIB telah terjadi kecelakaan di Jalan Raya Purworejo-Magelang di Dusun Gamblok, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener antara mobil L300 dan Elf yang mengakibatkan korban luka lima orang.
Kurang lebih pukul 15.20 WIB, dari arah selatan (Purworejo) mobil L300 ngeblong nyalip motor di depan.

Karena di tikungan tidak melihat di depan, dikarenakan kondisi sopir ngantuk, ada mobil Elf dari arah utara (Magelang) dan L300 tidak bisa ngerem mendadak, hingga kecelakaan tak bisa dihindari.
Lima korban luka dievakuasi di rumah sakit.

Senin, 22 Juli 2024

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tepatnya di selatan Tugu Perbatasan Jalan Magelang - Purworejo.

Kecelakaan yang melibatkan dua truk itu mengakibatkan seorang warga asal Mojokerto Jawa Timur, Rayend Hafid Firmansyah, 23, meninggal dunia.

Kondisi jalan di lokasi memang rawan, selain curam juga ada tanjakan serta turunan yang cukup tajam.

Baca Juga: Korban Tewas Jadi 11 Orang, Truk Pasir Tabrak Angkot Rombongan SD Islam Tahfidz Quran As Syafiiyah Mungkid di Perbatasan Magelang-Purworejo

Awalnya, truk Mitsubishi bernopol AD-9322-BC melaju dari arah utara ke selatan (Magelang - Purworejo).

Sampai di TKP,  truk yang diduga hilang kendali itu bergerak ke kanan menabrak truk tronton nopol Z-9757-MG.

Truk tronton yang sedang berhenti pada bahu jalan sebelah kanan menghadap ke selatan itu terdorong ke depan.

Diperoleh informasi, truk Mitsubishi bermuatan rangka besi diduga terlalu berat bebannya, sehingga sulit dikendalikan.

 Kecelakaan tidak bisa dihindari.

 

Kamis, 19 Desember 2024

Satu unit truk menabrak tebing di Jalan Purworejo-Magelang KM 18 hingga terguling.

Lokasi tepatnya di utara Balai Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo.

Sopirnya tewas di tempat.
Kecelakaan itu terjadi pada Kamis (19/12/2024) tengah malam.

Sopir truk yang meninggal itu bernama Waslikhudin, 47, warga Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
Truk berpelat nomor B 9517 UXS itu melaju dari utara ke selatan atau dari arah Magelang ke Purworejo.
Sesampainya di lokasi diduga kendaraan oleng ke kiri menabrak tebing sehingga mengakibatkan truk tersebut terguling.
Sopir truk itu meninggal di lokasi kejadian akibat cedera kepala.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo. Dilansir dari detikjateng.

Baca Juga: Korban Tewas Jadi 11 Orang, Truk Pasir Tabrak Angkot Rombongan SD Islam Tahfidz Quran As Syafiiyah Mungkid di Perbatasan Magelang-Purworejo

Sabtu, 22 Februari 2025

Truk bermuatan kayu lapis mengalami kendala teknis di tanjakan Ngangkruk, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Sabtu(22/2/2025). Truk tersebut mengalami patah as roda sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di lokasi kejadian diberlakukan sistem buka tutup.

Para pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati dan bersabar saat melintas.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini.

Rabu, 7 Mei 2025

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Purworejo–Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2025) pagi.

Insiden ini melibatkan sebuah dump truk bermuatan pasir dan angkutan kota (angkot), yang menyebabkan 11 orang tewas dan 6 lainnya luka-luka.

Dari total korban, enam orang dilarikan ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo.

Wakil Direktur RSUD Tjitrowardojo Nunik Sulityaningsih, mengonfirmasi bahwa lima korban meninggal dunia, semuanya perempuan, sementara satu korban mengalami luka berat.

“Yang dikirim atau yang dirujuk ke Tjitrowardojo itu ada enam, lima meninggal dunia perempuan semua, yang satu luka berat teridentifikasi sopirnya,” kata Nunik, Rabu (6/5/2025).

Lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai guru atau ustazah yang mengajar di dua sekolah dasar di Magelang.

“Sudah teridentifikasi oleh Inafis, intinya guru atau ustazah dari SD ITQ As-Syafiiyah Magelang dan SD Mendut Magelang. Cuma kalau rumahnya itu kan beda-beda desa, tapi intinya itu Magelang,” ujar Nunik.

Pihak keluarga para korban telah mendatangi rumah sakit untuk mengurus jenazah.

Nunik menjelaskan bahwa seluruh keluarga sepakat agar jenazah disucikan di rumah sakit sebelum dibawa pulang.

“Barusan dapat kabar, keluarga kelimanya sudah menghendaki untuk disucikan di rumah sakit semua,” katanya.

Sementara itu, sopir truk yang mengalami luka berat kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Ia disebut mengalami trauma di bagian perut dan dada.

“Kalau yang luka berat itu kan teridentifikasi ada trauma di daerah perut sama di dada. Tadi masih pemeriksaan penunjang, ada rontgen dan CT scan. Nanti tindak lanjutnya sesuai hasil dari pemeriksaan penunjang tersebut,” ujar Nunik.

Namun, hingga saat ini pihak rumah sakit belum bisa memastikan identitas lengkap sopir tersebut.

“Saya belum konfirmasi ke data pasien yang luka berat ini karena kebetulan banyak permintaan dari keluarga yang meninggal, dan yang luka berat ini sudah ditangani oleh dokternya,” tuturnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pratama Adhyasastra menyebut, tidak ditemukan bekas rem di lokasi kejadian. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa dump truk mengalami kegagalan fungsi rem. “Kalau dilihat bekas rem belum ditemukan,” kata Pratama saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat dump truk yang membawa muatan pasir melaju dari arah utara ke selatan.

Truk tersebut menabrak angkot dari belakang, kemudian terguling dan menimpa rumah warga di pinggir jalan.

“Truk pasti nyundul angkot kemudian terguling,” ujarnya.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan pemeriksaan teknis lebih lanjut terhadap kondisi rem dan berat muatan truk, termasuk mencocokkan data Jumlah Berat yang Diperbolehkan (JBB).

 “Akan lebih jelas nanti akan kita buka hasil teknisnya, ini masih di lokasi,” katanya. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#jalur tengkorak #magelang #Bener #jalan tanjakan #Hati-hati #Kalijambe #waspada #rem blong #jalan menurun #purworejo