13 Siswa SD Muntah-Muntah Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Bupati Batang Minta Review Ulang Vendor Makan Bergizi Gratis
Riyan Fadli• Selasa, 15 April 2025 | 22:59 WIB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama
RADARMAGELANG.ID, Batang--Hingga Selasa (15/4/2025), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menerima laporan adanya 13 siswa sekolah dasar mengalami muntah dan diare usai mi goreng menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (14/4/2025).
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, pihaknya langsung melakukan penelusuran atas kejadian tersebut.
Juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta penyedia makanan.
"Hingga pagi ini yang sudah melapor ada 13 siswa. Rinciannya, 10 siswa dari SD Proyonanggan 5 dan 3 siswa dari SD Proyonanggan 3," kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025).
Bupati Batang M Faiz Kurniawan pun meminta kepala dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Vendor-vendor perlu direview ulang agar tidak terjadi kasus serupa.
Karena yang menjadi korban adalah anak-anak siswa sekolah di Kabupaten Batang.
"Ada dua vendor kalau tidak salah penyedia makan bergizi gratis itu, jadi untuk direview ulang. Kalau memang ini kategori berat ya saya minta dicabut izinnya, diganti vendor baru yang itu sudah sesuai kriteria," tegas Bupati Faiz.
Pihaknya menyebut, Pemda Batang tidak memiliki kewenangan untuk pengawasan.
Namun demikian Faiz berusaha mensukseskan program MBG tersebut.
"Tapi dengan adanya kondisi saat ini ya ke depan harus kita sinergikan pengawasan terkait dengan pelaksanaan makan bergizi gratis itu," imbuhnya.
Sedangkan penanganan untuk para korban pihaknya minta Dinas Kesehatan untuk menanganinya. Semua biayanya sudah dicover Pemda Batang, para korban tidak dibebani biaya pengobatannya.
Kasus serupa juga terjadi di tingkat taman kanak-kanak, meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit.
Sebelumnya, sejumlah siswa TK juga dilaporkan mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang disediakan pada hari yang sama.
Mereka menyantap makan gratis sekitar pukul 09.30 WIB, tak lama setelah itu beberapa anak dikabarkan mual hingga muntah.
Keluhan itu juga muncul di akun media sosial.
Tiga murid TK Al Karomah Batang dilaporkan muntah sesaat setelah menyantap menu MGB dengan menu yang terdiri dari mi goreng, telur dadar, dan sayur.
Adi Pras, salah satu orangtua murid mengatakan, anaknya muntah saat di sekolah.
“Tadi njemput anak, di jalan cerita kalau muntah, katanya setelah makan langsung pusing, ada tiga yang muntah dari kelas anak saya, ” katanya saat dihubungi Senin (14/4/2025).
Ia menyebut tidak hanya anaknya yang muntah, tapi juga dua murid TK lainnya.
Akibatnya, kini anaknya mengalami trauma dan enggan menyantap menu MBG di sekolahnya.
"Jadinya trauma, gak mau makan lagi di sekolah," ucapnya.
Sementara itu, anaknya yang bersekolah di SMPN 1 Batang juga mendapat menu yang serupa.
Ia menyebut jika mi gorengnya bau, tapi tetap dipaksa makan.
Tapi ada juga temannya yang memilih tidak makan.
Adi pun menyayangkan pihak sekolah yang tetap menyuruh anak-anak makan tanpa memeriksa kualitas makanan terlebih dahulu.
“Gurunya juga harusnya juga makan biar tahu makanannya layak atau tidak. kalau layak ya gak apa-apa, tapi ini malah bikin trauma,” ucapnya.
Ema, ibu dari salah satu murid, menceritakan anaknya terlihat pucat sejak dijemput dari sekolah. Kemudian mengeluh perutnya sakit.
“Pas berangkat itu tidak apa-apa, pulang kok pucat. Terus cerita kalau mual, lalu perutnya sakit," ceritanya.
Ia menyebut anaknya menjadi trauma.
Bahkan hingga sore, tidak mau makan masakannya karena takut muntah lagi.
Jika kondisi anaknya tidak membaik sampai esok hari, ia berencana membawa ke rumah sakit.
"Kalau anak TK mending makanan kering kayak puasa kemarin menurut saya. Bisa dibawa pulang, ini pendapat saya juga lho," tuturnya.
Di sisi lain, anaknya yang mendapat menu MBG di MAN Batang tidak ada masalah.
"Kalau anak saya yang di MAN menunya gak masalah, sampai di rumah dimakan juga," jelasnya.
Sementara itu, dari pihak manajemen penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Batang, menanggapi keluhan di media sosial tersebut.
Hasan Al Sidiq, korlap MBG Kecamatan Batang menyebut dari pihak sekolah tidak ada komplain terkait hal yang ramai di media sosial.
Pihaknya pun langsung berinisiatif mencari informasi anak-anak yang mengalami mual-mual itu.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Batang juga sudah melakukan pemeriksaan, mengambil sampel makanan.
"Bisa jadi ada yang tidak suka dengan menu yang diberikan, mungkin aroma mi dengan bawang goreng. Kami instrospeksi diri, ke depan tidak akan menggunakan mi sebagai pengganti karbohidrat lagi," tutur Hasan.
Ia bercerita kejadian terkait aroma makanan juga pernah terjadi sebelumnya.
"Ada juga cerita anak yang tidak suka ketika mencium aroma pisang. Sehingga kita mengantisipasi pisang dengan dibungkus plastik," ucapnya.
Pihaknya pun menyatakan, selalu berusaha maksimal menyediakan menu MBG untuk para siswa. Contohnya, selama bulan ramadan, susu selalu disediakan setiap hari.
"Padahal daerah lain mungkin susu tidak tiap hari, kami selalu berusaha maksimal," ucapnya.(yan/aro)