Diterjang Banjir, Pondasi Jembatan Kali Petung Tersono Batang Ambruk, Tinggal Menunggu Waktu Jembatan Putus
Riyan Fadli• Kamis, 23 Januari 2025 | 22:07 WIB
Pondasi jembatan Kali Petung di Desa Satriyan, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang terlihat sudah menggantung akibat tergerus banjir dan membahayakan.
RADARMAGELANG.ID, Batang--Bencana yang melanda Kabupaten Batang pada Senin 20 Januari 2025 telah meluluhlantakkan infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, tanggul dan permukiman.
Selain itu juga menyisakan beberapa objek lain yang kondisinya memprihatinkan, diantaranya Jembatan Kali Petung di Desa Satriyan, Kecamatan Tersono, yang terancam runtuh lagi akibat diterjang banjir.
Pondasi sebelah barat terlihat menggantung dan tanggul penahan di sekelilingnya sudah tidak ada
Jembatan berukuran panjang 32x3 meter serta tinggi 7 meter tersebut pernah runtuh di bulan Februari 2021 dan mengakibatkan akses desa terputus total.
Perbaikan yang hanya sementara dan darurat tidak mampu menahan terjangan arus kali Petung yang deras ketika banjir.
Kades Satriyan Rokhmadi menjelaskan, jembatan Kali Petung sangat vital bagi masyarakat desa Satriyan karena menjadi akses utama menuju jalan raya Pantura.
"Jika patah atau ambruk lagi dampaknya sangat terasa. Warga kami harus memutar lewat desa Madugowong dan Surodadi sejauh 8 kilometer untuk sampai Pantura," kata Rokhmadi.
Jalan memutar berarti membuang waktu dan tidak efisien.
Anak sekolah, karyawan pabrik maupun masyarakat desa Satriyan banyak yang beraktifitas di luar dan menggunakan jembatan tersebut sebagai jalan satu-satunya.
Rokhmadi mengaku sudah berkali kali mengajukan perbaikan ke pemerintah tapi belum ada tanggapan.
Musyawarah Antar Desa juga sudah dilakukan beberapa kali dengan desa lain sesuai arahan.
Kapolres Batang AKBP Edi Rahmad Mulyana didampingi Camat Tersono Ristanto sempat mengunjungi jembatan Kali Petung pada Selasa sore (21/1/2025) dan melihat langsung kondisi jembatan.
Dari pantauan lapangan terlihat tanah di sekeliling jembatan memang labil dan mudah tergerus air ketika ada banjir.
Rokhmadi maupun masyarakat desa Satriyan berharap pemerintah segera turun tangan dan mengalokasikan dana untuk rehab total jembatan Kali Petung karena menyangkut kepentingan umum.
"Umur jembatan sudah uzur dan saatnya diganti. Jika hanya perbaikan tambal sulam tidak memperpanjang umur jembatan. Itu harus dirombak total terutama pondasinya," tandas Rokhmadi. (yan/aro)