Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Prajurit TNI AU dan Penerbad TNI AD Satgas Penanganan Badai Kristine di Filipina Raih Penghargaan di Markas Appron Apache Skadron 11/AAJ Semarang

Haryanto • Jumat, 15 November 2024 | 06:09 WIB
Prajurit TNI AU dan Penerbad TNI AD yang telah melaksanakan misi kemanusiaan penanganan bencana badai Kristine di Filipina.
Prajurit TNI AU dan Penerbad TNI AD yang telah melaksanakan misi kemanusiaan penanganan bencana badai Kristine di Filipina.

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Sebanyak 10 anggota TNI mendapat penghargaan dari Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).

Mereka adalah kru helikopter MI 17 yang tergabung dalam Satgas TNI Penanganan Badai Kristine di Filipina.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di markas Appron Apache Skadron 11/AAJ, Semarang, Kamis (14/11/2024).

Pemberian penghargaan ini atas prestasi prajurit Wira Amur ini bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Penerbangan TNI AD.

Danpuspenerbad Mayjen TNI Zainuddin memberikan penghargaan kepada Satgas TNI yang terdiri dari personel TNI Angkatan Udara (AU) dan Penerbad TNI Angkatan Darat (AD) yang dikirim sebagai duta Bangsa Indonesia dalam membantu korban bencana di Filipina. 

"Mereka kita perlu apresiasi, karena dari pemerintah Filipin juga ngasih apresiasi dari pemerintahannya, dari Angkatan Bersenjata Filipina. Dari pemerintah Indonesia memberikan penghargaan bakti sosial," ungkap Zainuddin.

Zainuddin membeberkan, para prajurit ini melakukan perjalanan yang sangat jauh.

Diawali dari Semarang ke Pangkalan Bun, menuju Balikpapan.

Kemudian lanjut ke Palu ke Manado dan masuk Filipina. Selama di Filipina, mereka menuju Davao, Cebu dan masuk ke Villamor. 

"Perjalanannya sangat jauh, 4 hari. Pada hari ketiga itu seharusnya sudah bisa masuk ke Filipina tapi ada badai, (penerbangan) kita tunda. Hari berikutnya baru bisa masuk," bebernya.

Dari perjalanan itu mereka membantu mengirim bantuan dan penyelamatan dengan terbang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Misi kemanusiaan korban badai kristin di Filipina ini dilakukan pada 28 Oktober sampai 12 November 2024 dengan melibatkan 10 personel.

Pesawat yang digunakan adalah Helikopter MI-17. Helikopter ini mampu menampung 4 ton bantuan.

"Tapi dalam setiap hari itu antara 700 kg sampai 1 ton diangkut," imbuhnya.

Kapten CPN Dicky Yudha Satria sebagai komandan misi helikopter MI-17 mengatakan, tantangan yang dihadapi selama misi penyelamatan adalah cuaca dan jarak yang jauh.

Bahkan, sempat terjadi badai Kristine dengan kecepatan angin 30 sampai 45 km/jam, sehingga jadi tantangan bagi krunya selama melaksanakan tugas.
 
"Bayangkan melintasi samudra, melintasi pulau di Indonesia saja berhentinya untuk refuel itu sampai lima kali, di Filipina itu tiga kali. Perjalanan sangat jauh ,tapi alhamdulillah dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.

Sebelum bantuan datang, kondisi masyarakat di lokasi kekurangan air dan makanan.

Kontingen Indonesia bersama tentara Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura yang tiba langsung melaksanakan misi untuk dukungan logistik ke daerah tujuan. 

"Logistik yang dibantu berupa makanan pokok dan air bersih, air mineral. Untuk total bantuan yang kami angkut mencapai 6.708 kg," bebernya. (mha/ton) 

Editor : H. Arif Riyanto
#anggota tni #Puspenerbad #Penerbad #filipina #penghargaan #badai kristine