RADARMAGELANG.ID, Jepara - Siswa SMP dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah mengikuti lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
Kegiatan yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung pada 15-17 Oktober 2024 di Jepara.
Pembukaan FTBI digelar di Gedung Wanita, Jepara. Adapun lomba-lomba FTBI diadakan di Hotel Ono Joglo Jepara.
Pergelaran wayang kulit menjadi pembuka FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024 jenjang SMP. Lakon “Risang Gatotkaca” dibawakan dengan apik oleh dalang cilik dari SMP Negeri 1 Keling, Jepara.
Selain pergelaran wayang, pergelaran tari gambyong turut mengiringi pembukaan FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024.
Pj. Bupati Jepara, Edy Supriyanta mewakili Pj Gubernur Jawa Tengah menyatakan sangat bangga dan senang Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan FTBI 2024 di Jepara.
Dia menambahkan bahwa bahasa-bahasa ibu di Jawa Tengah ini sangat bagus.
“FTBI ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan bahasa Jawa,” kata Edy Supriyanta.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin mengapresiasi Kabupaten Jepara atas kerja samanya dengan Badan Bahasa dalam menyelenggarakan FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dia menyatakan pemenang FTBI tingkat provinsi mendapatkan sejumlah keistimewaan.
“Pemenang FTBI tingkat provinsi akan diundang dalam acara selebrasi FTBI tingkat nasional.
Bagi siswa yang tampil dalam FTBI tingkat nasional, namanya akan masuk dalam database Manajemen Talenta Nasional yang setara dengan juara olimpiade,” ujar Hafidz.
Acara bergengsi ini diadakan dalam dua gelaran terpisah berdasarkan jenjang pendidikan. FTBI jenjang SMP berlangsung pada 15 - 17 Oktober 2024 dan FTBI jenjang SD pada 22 Oktober.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyebutkan akan ada pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dalam rangkaian acara FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Kami mengingatkan bahwa ada catatan sejarah berupa pemecahan rekor Muri Menulis Pitutur Luhur dengan Aksara Jawa di Daun Lontar Terbanyak pada pelaksanaan FTBI jenjang SD pada 22 Oktober 2024 ini.
Perlu kami informasikan juga bahwa pelaksanaan FTBI tahun depan akan diadakan di Kota Surakarta.” ungkapnya.
Syarifuddin menjelaskan festival tahunan ini dilaksanakan dalam rangka revitalisasi bahasa daerah. Bahasa daerah di dunia mengalami kemunduran, termasuk bahasa-bahasa di Jawa.
Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan program pelindungan bahasa agar bahasa ini dapat dipertahankan.
“Program tersebut berupa revitalisasi bahasa daerah. Harapannya, penutur muda dapat menjadi penutur aktif dan mau mempelajari bahasa daerah,” tambahnya.
Pada FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024, peserta berkompetisi dalam tujuh mata lomba. Yaitu membaca dan menulis aksara Jawa (nulis lan maca aksara Jawa), mendongeng (ndongeng).
Lalu berpidato (sesorah), menulis cerkak (nulis cerkak), membaca geguritan (maca geguritan), nembang macapat, dan komedi tunggal (ndhagel ijen). (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo