Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Berkedok Mobil Disewa Perusahaan di Kawasan Industri Kendal, Ternyata Digelapkan, Sebanyak 29 Mobil Raib

Budi Setiyawan • Rabu, 16 Oktober 2024 | 01:15 WIB

 

Puluhan warga Kaliwungu menggeruduk kantor Polres Kendal untuk melaporkan kasus penggelapan mobil rental, Selasa (15/10/2024).
Puluhan warga Kaliwungu menggeruduk kantor Polres Kendal untuk melaporkan kasus penggelapan mobil rental, Selasa (15/10/2024).

RADARMAGELANG.ID, Kendal —Puluhan warga menggeruduk Mapolres Kendal.

Mereka adalah korban penipuan dan penggelapan rental mobil di Kendal.

Para korban beramai-ramai melaporkan kasus dugaan penggelapan mobil sebanyak 29 unit.

Modusnya dengan cara menipu pemilik mobil untuk disewa oleh salah satu perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Terduga pelaku berinisial AYB, warga Sepetek, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.

Informasi yang dihimpun, AYB melakukan penggelapan mobil yang disewakan oleh para korban.

AYB merupakan karyawan salah satu perusahaan di KIK.

Salah satu korban Hariyanti mengaku kehilangan mobil enam unit yang disewa oleh AYB.

“Katanya disewa perusahaan untuk angkut karyawan dan manajer perusahaan,” ujar Hariyanti kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (15/10/2024).

Hariyanti menceritakan, kejadian bermula saat AYB meminta dirinya mengirim satu unit mobil ke KIK untuk dirental pada September 2024.

Sesuai perjanjian awal, kedua pihak sepakat pembayaran dilakukan tiap minggu.

Awalnya, transaksi berjalan lancar sesuai kesepakatan.

AYB lalu meminta Hariyanti mengirimkan unit lain.

"Dia minta mobil lain, yakni Calya, dua unit Mobilio, Sigra, Xenia, dan Wuling untuk disewa perusahaan di KIK," jelasnya. 

Hariyanti tak menaruh curiga.

Apalagi keduanya sudah saling kenal lewat bisnis rental yang dijalankan.

Hariyanti sebenarnya sempat menanyakan keberadaan mobil-mobil miliknya kepada AYB, yang tak kunjung dikembalikan seusai perjanjian.

Namun AYB selalu beralasan mobil yang dirental sedang digunakan bosnya.

"Dia ngaku mobilnya lagi dibawa bosnya keluar, tapi sampai setengah bulan kok nggak ada kabar lagi," terang Hariyanti.

Hariyanti yang mulai curiga lantas mendatangi tempat AYB bekerja.

Ia kaget bukan kepalang saat mengetahui AYB ternyata sudah tak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Di sisi lain, mobil yang direntalkan ke AYB juga belum ada yang dikembalikan.

Tak mau kehilangan jejak, ia segera mendatangi rumah AYB.

Apes bagi Hariyanti, AYB juga tak tinggal di rumah tersebut.

"Di rumahnya juga sudah tidak ada, dihubungi tidak bisa," sambungnya.

Korban lain bernama Arif Efendi.

Ia kehilangan dua unit mobil lengkap dengan STNK dan BPKB.

"BPKB mobil saya dibawa juga . Awalnya kan dia bilang mau pinjam untuk keperluan administrasi kantor," tuturnya.

Sama halnya dengan Hariyanti, Efendi tak menaruh curiga kepada AYB yang sudah lama menjalin bisnis mobil rental.

AYB juga telah menjanjikan pembayaran pada setiap minggu.

"Awalnya bayar mingguan. Setelah mau perpanjang bulanan justru malah dia hilang tidak bisa dihubungi," tandasnya.

Efendi dan beberapa pemilik rental mobil lain pun berharap polisi bisa segera menangkap AYB untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tidak hanya mobil, tapi juga beberapa unit sepeda motor dibawa kabur oleh pelaku,” tambahnya. (bud/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kik #Polres Kendal #penggelapan mobil #kawasan industri kendal #mobil rental