Sekda Jateng Keluarkan Surat Edaran Waspada Ancaman Gempa Megathrust, Warga di 4 Kabupaten ini Harus Bersiaga
Khafifah Arini Putri• Jumat, 30 Agustus 2024 | 00:00 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa berkekuatan besar atau megathrust berisiko terjadi di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah.
RADARMAGELANG.ID, Semarang – Empat wilayah di Jawa Tengah berpotensi terdampak Gempa Megathrust.
Yakni, Purworejo, Cilacap, Kebumen, dan Wonogiri.
Hal itu disampaikan Kepala Stasiun BMKG Geofisika Banjarnegara Heri Susanto Wibowo saat dikonfirmasi Kamis (29/8/2024).
Menurutnya, Gempa Megathrust memang sedang ramai dibicarakan masyarakat.
Sebab, gempa ini memiliki kekuatan besar yang berpotensi menimbulkan tsunami.
Sedangkan di Jawa Tengah daerah Pantai Selatan menjadi wilayah yang rawan terdampak gempa ini.
“Untuk Jawa Tengah sendiri yang berhadapan langsung dengan zona megathrust itu wilayah pesisir Selatan, di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri,” jelas Heri Susanto.
Ia menambahkan belum ada teknologi yang bisa memprediksi terjadinya gempa.
Sebab itu, ketika sudah ada imbauan.
Maka seharusnya masyarakat sudah tahu akan potensinya.
Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya kewaspadaan dan mitigasi perlu ditingkatkan.
Baik mitigasi struktural maupun mitigasi non struktural.
“Misalnya mitigasi struktural, yaitu jalur evakuasi, tempat-tempat evakuasi, early warning-nya, dan sebagainya. Kalau untuk yang non struktural ya adanya edukasi-edukasi masyarakat terkait yang harus dilakukan apabila kita berada di lokasi yang memiliki rawan tinggi terhadap rencana tsunami tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut Heri mengaku potensi Gempa Megathrust di Jateng ini kekuatannya bisa mencapai 8,7 SR.
Tersebar sekitar 200 hingga 240 km.
“Potensi bahayanya ada, waktunya belum bisa ditentukan. Untuk Megathrust di wilayah Jawa Tengah itu bisa membangkitkan kekuatan 8,7 SR,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui surat edaran meminta masyarakat di daerah Pantai Selatan (Pansela) untuk mewaspadai gempa dan tsunami di wilayah zona megathrust.
Surat edaran nomor 360.0/2094 tentang Langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman megathrust itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno.
Surat edaran ini diterbitkan menindaklanjuti Surat BNPB Nomor: B-399 BNPB/D-IVBP.03.02/08/2024 tanggal 23 Agustus 2024 Perihal Kesiapsiagaan di wilayah Zona Megathrust.
Merespon informasi dari BMKG terkait kesiapsiagaan beberapa wilayah zona megathrust di Indonesia yang berpotensi terjadi gempa besar dan tsunami.
Pihaknyaa agar seluruh masyarakat juga OPD terkait untuk mengambil langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan terhadap ancaman megathrust.
Terutama wilayah Pansela Jateng.
"Mengintruksikan kepada seluruh instansi dan warga masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan terjadi bencana akibat adanya seismic gap terutama di wilayah zona megathrust Pantai Selatan Jawa Tengah," kata Sumarno dalam surat edaran.
Pemprov Jateng juga meminta adanya peningkatan pelaksanaan edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat, serta melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami.